Dukungan Komunitas untuk SDGs di Sulawesi Selatan

Saya memang norak jika melihat wajah yang saya kenal muncul di televisi. Senang sekali melihat wajah seseorang yang akrab dengan kita di layar TV. Seperti ketika Andi Bunga Tongeng  (saya biasa menyebutnya Bunga, karena kami seumuran) diwawancarai di Kompas TV Makassar tanggal 14 pagi  terkait kegiatan Upgrading Komunitas untuk SDGs. Bukan hanya menceritakan kepada kedua orang tua saya bahwa yang di layar itu kawan saya, saya juga membuat status di Facebook.


Ingin menyimaknya dengan serius, saya terhalang beberapa kendala. Pertama, bukannya menyimak penuturan Bunga, ibu saya membaca keras-keras running text yang muncul di sisi bawah layar sekaligus mengomentarinya dengan penuh perasaan. Sedangkan running text yang dibacanya tak ada hubungannya dengan talkshow yang sedang berlangsung. Kedua, saya masih harus melakukan hal-hal lain di pagi hari itu, persiapan ala rutinitas mamak rumahan. Jadinya saya kembali lagi ke area ruang makan dan dapur daripada sama sekali tak bisa konsentrasi dengan percakapan yang berlangsung antara Edwin (presenter Kompas TV Makassar) dan Bunga.



Namun saya sudah menangkap beberapa hal, yaitu bahwa akan diselenggarakan kegiatan Upgrading Komunitas untuk SDGs (Sustainable Development Goals) pada tanggal 19 – 20 Januari ini.  Dengan demikian, komunitas-komunitas yang ikut turut berkomitmen bersama-sama mencapai SDGs. Melalui kegiatan ini pula komunitas bisa memetakan visi komunitasnya pada point-point SDGs dan menentukan langkah-langkahnya ke depannya.

Mengapa SDGs Penting


Kalau ada yang masih bingung tentang SDGs, saya coba jelaskan lagi, ya. Begini, negara-negara di dunia ini berkomitmen untuk hal-hal tertentu, di antaranya adalah dalam pembangunan negara masing-masing. Mereka punya tujuan pembangunan bersama (TPB) yang ingin diwujudkan. Nah, sejak tahun 2015, SDGs ini menggantikan MDGs (Millenium Development Goals).



Pembangunan berkelanjutan mencakup 3 pilar penting 
yaitu ekonomi, sosial, dan lingkungan. 
SDGs merupakan rencana aksi transformatif 
yang didukung oleh 193 negara anggota PBB. 
SDGs terdiri atas 17 tujuan dan 169 target SDGs
Agenda ini bak peta jalan penduduk dunia untuk 
kemajuan sosial, ekonomi, dan lingkungan 
yang berkelanjutan di seluruh dunia.

Mengapa SDGs Penting Didukung oleh Komunitas


Mengapa SDGs penting hingga komunitas pun penting untuk mendukungnya? Karena memang cakupannya sangat luas. Berbeda dengan MDGs yang berfokus pada negara-negara berkembang dan miskin, SDGs ini berlaku untuk seluruh negara. Cakupan SDGs sangat luas karena diharapkan mampu menanggapi elemen-elemen yang saling terkait dalam pembangunan berkelanjutan: pertumbuhan ekonomi, inklusi sosial, dan perlindungan terhadap lingkungan.

Pada tahu dong kalau sekarang isu limbah plastik menjadi trend yang dibicarakan. Makin banyak orang yang sadar dengan mengurangi pemakaian plastik, sampai menggunakan sedotan berbahan stainless. Banyak ikan yang mati karena di dalam perutnya ada sampah plastik juga sudah banyak yang tahu. Belum lagi isu pemanasan global. Kedua hal ini hanya sebagian kecil dari isu lingkungan yang perlu perhatian semua pihak.

Belum lagi soal inklusi sosial, dengan masih adanya diskriminasi dalam berbagai bidang. Isu pendidikan inklusif hanya sebagian kecil yang berpengaruh terhadap isu ini agar anak-anak berkebutuhan khusus misalnya mendapat tempat yang baik untuk bersekolah. Lalu juga pertumbuhan ekonomi, ekonomi inklusif menjadi salah satu isunya, di mana semua kalangan termasuk yang unbankable dapat mengakses fasilitas perbankan dari daerah mereka.



Makanya butuh partisipasi semua elemen masyarakat, seperti komunitas, juga perusahaan dan pemerintah daerah. Perlu diketahui, SDGs ini merupakan hasil proses negosiasi yang melibatkan 193 negara anggota PBB (Persatuan Bangsa-bangsa) dan juga partisipasi dari masyarakat sipil dan pemangku kepentingan lainnya yang tidak pernah terjadi sebelumnya. Proses tersebut menghasilkan representasi dari sejumlah besar kepentingan dan perspektif. Berbeda dengan MDGs yang dihasilkan oleh sekelompok ahli dari balik pintu tertutup.

Nah, saya mendapatkan informasi dari Bunga (selaku fasilitator Upgrading Komunitas untuk SDGs di Makassar) tujuan penyelenggaraan kegiatan ini adalah:
  • Menjadi wadah peningkatan pengetahuan perwakilan komunitas pemuda dan pemangku kepentingan terkait SDGs.
  • Menjadi forum untu saling berbagi kontribusi masing-masing komunitas terhadap SDGs. Biasanya banyak yang tak menyadari, kerja mereka ada yang sudah berkontribusi dengan SDGs.
  • Menjadi media komunikasi untuk menyusun SDGs Action / KolaborAksi untuk SDGs. Saya excited sendiri membayangkan kalau semua komunitas terhubung dan saling berkolaborasi sehingga menghasilkan aksi nyata yang dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat kita.



Upgrading Komunitas untuk SDGs berlangsung selama 2 hari, pada tanggal 19 – 20 Januari di Wisata Kebun, Kabupaten Gowa. Tiga puluh tiga komunitas di Sulawesi Selatan yang bergerak dalam bidang sosial, ekonomi, dan lingkungan menjadi pesertanya. Selamat ber-upgrading saudara-saudara. Semoga kegiatannya lancar dan kelak sukses berkontribusi lebih berkualitas lagi bagi Sulawesi Selatan tercinta.

Makassar, 19 Januari 2019

Keterangan:

  • Referensi tambahan: buku Berbagi dan Berkolaborasi untuk SDGs: Panduan Praktis Implementasi SDGs Sektor Filantropi.
  • Flyer-flyer berasal dari status Facebok Bunga.

Baca juga tulisan-tulisan sebelumnya tentang SDGs sektor filantropi:





Share :

25 Komentar di "Dukungan Komunitas untuk SDGs di Sulawesi Selatan"

  1. Bagus yah SDGS ini.Mewadahi komunitas untuk hal-hal yang positif dan turut andil dalam kemajuan peradaban manusia. Mudah-mudahan ada aksi nyata yang dapat dilihat dari eksistensi SDGS ini..Go Ahead SDGS..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Komunitas yang mencoba bekerja mengikuti SDGs, Daeng. SDGs itu tujuan pembangunan yang diakomodasi Indonesia dari tujuan pembangunan negara-negara yang tergabung dalam PBB. Dengan menyatukan visi dalam SDGs, semua pihak bisa bekerja sama dan berkoaborasi mewujudkan tujuan negara, sekaligus tujuan dunia dalam bidang sosial, ekonomi, dan lingkungan.

      Delete
  2. Alhamdulillah... dpt penceraham disino ttg SDGs. Kemarin2 penasaran tp skg sdh terjawab setelah baca tulisan ini. Semoga teman2 yg terlibat dlm penyusunan program SDGs tetap sehat dan tetap semangat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga, mereka begadang tadi malam. Semoga semuanya tetap sehat sampai selesai acaranya.

      Delete
  3. Semakin salut sama teman-teman komunitas di Makassar. Apapun yang dikerjakan bareng-bareng, Insya Allah, akan membawa perubahan ke arah yang lebih baik.

    ReplyDelete
  4. selalu suka sama tulisan kak niar, MasyaAllah semoga selalu memberi inspirasi ke generasi muda tentang semua kegiatan positif yang kt kerjakan, program ini memang sangat penting untuk kemajuan bangsa dan negara karena menyangkut banyak poin yang bisa membawa bangsa kita semakin makmur dan berkemajuan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin, doakan ka' bu dokter semoga sehat selalu dan bisa menuliskan hal-hal baik yang tertangkap radarku dan bisa saya tuliskan :)
      Terima kasih yaa.

      Delete
  5. Saya baru tau detailnya ini SDGs, semua pihak memang harus terlibat di kak karena termasuk transformasi aksi skala besar.


    ReplyDelete
    Replies
    1. Yes, kalau komunitas yang punya visi dalam bidang-bidang sosial, ekonomi, dan lingkungan bisa menjalankannya. Akan ada transformasi bersama-sama sehingga yang skala besar lebih mudah tercapai dan bisa lebih cepat.

      Delete
  6. keren banget Mbak. Nampang di TV duh jadi pengen

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yuk bikin upgrading komunitas untuk SDGs juga biar bisa nampang di TV hehe

      Delete
  7. Sekarang temannya nanti Mbak yang ada di TV. Menularkan kehebatan hihi

    ReplyDelete
  8. Saya juga baru mengetahui akan SDGs ini. Kiranya organisasi-organisasi termasuk komunitas bisa menerapkan akan hal ini tentunya kegiatan yang ada dalam sebuah kota lebih variatif dan produktif. Tidak monoton pada kegiatan yang berulang dengan tema yang yang beda diksi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Andai ada yang bisa dikolaborasikan juga mungkin bisa lebih variatif dan kreatif ya. Toh ada beberapa yang misalnya sama-sama bergerak sebagai relawan anak, ada yang sama-sama pemerhati lingkungan. Mungkin saja banyak hal yang bisa dikerjakan bersama.

      Delete
  9. Menarik sekali kegiatannya.
    Harusnya ke depan ini bisa dikolaborasikan dengan kegiatan dari MCCN. Jadi komunitas kreatif di Makassar bisa sama-sama bergerak untuk mencapai tujuan yang dimaui SDGs.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mungkin saja sudah, ya Daeng sudah ada komunikasi dengan MCCN.
      Saya pikir-pikir AM pun sebenarnya bisa karena kegiatan AM juga mencakup bidang sosial - salah satu pilar SDGs.

      Delete
  10. Kak, maaf.. Saya galfok di kalimat ini "ibu saya membaca keras-keras running text yang muncul di sisi bawah layar sekaligus mengomentarinya dengan penuh perasaan" apakah tulisannya dan kenapa sampai ibu ta baca keras-keras? Hahaha...

    ReplyDelete
  11. Barusanku tau tentang SDG ini. Sekarang memang jamannya untuk slaing berkolaborasi bukan lagi memandang satu dengan yang lain adalah saingan.

    ReplyDelete
  12. Saya jadi ingat Mei 2016 lalu dapat kerjaan dokumentasi kegiatan UNCT Retreat. Jadi semacam pertemuan tahunannya agensi-agensi PBB di Indonesia. Kegiatannya berlangsung selama 3 hari. Tugas saya dengan teman saya waktu itu yang memotret kegiatan mereka, bukan meliput sebagai blogger lho ya.

    Nah karena memang kami selalu full berada di ruangan meeting, jadi sedikit banyak yaa ngikutin pembahasan mereka juga. Sedikit sedikit sih..full bahasa Inggris soalnya. Pembahasannya tidak lain ya tentang SDGs ini.

    Dulu sempat mikir SDGs ini apa sih. Kok poin-poinnya banyak bener. Saya kemudian jadi tahu setelah ikut bermain di proyek game yang dibuat oleh Pulse Lab Jakarta (salah satu agensi PBB juga). Mereka membuat game yang tujuannya sebagai kamus SDGs, dimana di dalamnya memuat bahasa Indonesia, Inggris dan Bahasa Daerah. Nama gamenya Translator Gator.

    ReplyDelete
  13. Ini terbuka untuk semua komunitas kan kak? Asal sejalan dengan SDGs, nanti saya rekomendasikan sama komunitasku kalau bisa

    ReplyDelete
  14. Memang sekarang pergerakan sosial atau semacamnya dan atau bentuk seperti SDGs harusnya merangkul komunitas, agar masyarakat paling tidak bisa bergerak juga.

    Kesuksesan sebuah program bagi saya adalah terlibatnya masyarakat dalam kegiatan itu, bukan sekadar penerima manfaar

    ReplyDelete
  15. Terima kasih informasinya, sangat membantu :)

    ReplyDelete
  16. Alhamdulillah, kemarin bisa ikut kegiatan ini kak niar. Dan secara pribadi, saya bisa bilang bahwa kegiatan ini cukup memberikan pencerahan tentang SDGs yang merupakan tujuan yang ingin dicapai oleh beberapa negara di dunia. 😊

    ReplyDelete

Untuk saat ini kotak komentar saya moderasi karena banyaknya komen spam yang masuk. Silakan tinggalkan komentar ya. Komentar Anda akan sangat berarti bagi saya. Tapi komentar yang kasar dan spam akan saya hapus ya ^__^