Mama Jangan Pergi

Kalau Anda adalah ibu yang dinantikan anak-anak ke mana pun Anda pergi, berbahagialah. Sebagai seorang ibu, kebahagiaan kita memang sederhana. Karena anak-anak senantiasa mengajarkan kita bersyukur dengan apa yang ada. Mereka menguatkan istilah “bahagia itu sederhana” pada kita.

Satu reaksi yang ditunggu-tunggu Mama adalah ketika pulang ke rumah dan anak-anak terlihat sedang menantinya. Atau ketika hendak pergi terlihat anak-anak tak hendak mamaknya ini berlama-lama di luar rumah.


Rasanya bahagia sekali saat terjadi percakapan ini dengan nona mungilnya (11 tahun) yang sedang berada di sekolah pada sebuah istirahat pagi:

👧“Mama di mana?”
👩“Rumah. Kenapa?”
👧“Ohh. Tidak ji. Saya kira Mama pergi.”
👩“Baiklah. Kalau begitu, Mama pergi.” 😉
👧 😭😭😭😭😭😭😭
👧 "Jangan, main-main ji."

Kalau kalian mamak seperti saya, pasti kalian bahagia. Bukan karena anak kalian menangis pada akhirnya. Weh, mamak bahagia karena anak menangis itu kan kedjam. Bukan karena itu, dong ya. Ini bahagianya karena anak ndak rela mamaknya pergi. Anak maunya mamaknya ada terus di rumah supaya kalau dia pulang, mamaknya ada di rumah. Mama is the home. Mama means home!

Saya dan Anda yang seperti saya patut berbahagia karena ada mamak-mamak di luar sana yang tak diinginkan oleh buah hatinya. Anaknya lebih suka kalau mamaknya tidak berada di rumah atau tidak usah pulang sekalian. Kasihan, ya mamak yang tak diinginkan seperti ini. Kalau ibunya sadar ya bagus tapi banyak juga yang tak sadar kalau anaknya tak pernah menginginkannya pulang.

Saat tinggal berdekatan saja seperti itu, apalagi kalau tinggal berjauhan. Ketika tinggal berjauhan, jangan harap ada rasa rindu si anak buat ibunya. Kalau hal ini sudah terjadi, jangan menuntut agar anak merindukan kita. Jangan mengklaim anak durhaka. Sebab kesalahan ada pada ibunya. Karena tak mengusahakan bonding yang kuat dengan buah hatinya. Tak ada ikatan batin antara ibu dan anak. Tak ada jalinan perasaan. Maka jangan heran kalau kisah Malin Kundang terulang kembali.

Makassar, 12 September 2018
Baca juga:
Adakah Rindu Buat Ibu?

Share :

18 Komentar di "Mama Jangan Pergi"

  1. Nah ini banyak yang tidak sadari oleh orang tua. Terasa terganggu jika diikuti anaknya. Sebenarnya itu adalah suatu kebahagian tersendiri. Jika nanti orant tua semakin tua, akan menyesal. Karena merasa kurang punya waktu bermain dengan anaknya. Apalagi menggendong. Eh tau-tahu anak sudah besar.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yes, sering ada yang tidak menyadari ya. Tapi buat saya kalau sesekali seorang mau me time tanpa anak ya tidak apa-apa. Asalkan suami mendukung, mau menemani anaknya dulu. Kan anak bersama, masak ndak boleh ibunya pergi dan ayahnya jaga anak.

      Delete
  2. huhu so sweet nya athifah ya hehehe
    biar bagaimana di kak yang namanya anak pasti mamanya ji na cari, kayak si abang , bayi sama neneknya tp besar minta sama saya terus hahahahaha kasian neneknya merasatersaingin tp maklum ji huihiehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, beruntunglah Qiah. Abang masih mencari Qiah. Memang sebaiknya seperti itu. Nenek yang harusnya mengerti, dan alhamdulillah bisa mengerti yaa.

      Delete
  3. Sebentar banget ya mba saat saat mereka nemplok sama kita, besok besok udah gak mau lagi dah jalan dan saat itulah kita akan merasakan kehilangan mereka hiks. Jadi mumpung masih kecil kita menikmati kebersamaan mereka

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak. Saya juga terus mengingatkan diri ini. Kelak, akan ada masanya yang kita merindu tapi sulit bertemu mereka :'(

      Delete
  4. Dulu anakku juga cerewet banget setiap yang dilihat pasti ditanyain, apalagi pas dia baru bisa bicara. Kita nya sebagai orangtua gak boleh bosan menjawab.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yes, mamak ndak bosan menjawab. Kalo bosan, harus berusaha supaya bisa menjawab ya Mbak

      Delete
  5. Ahahaha, so sweet, anak akan mencari ketika ibunya tak didekatnya yaa. Karena anak bagian dari ibu

    ReplyDelete
  6. Aku sampe sekarang kalo jauh dari ibu aku galau haha. Kalo kata temenku malah aku cengeng, padahal kan bukan begitu huhuhu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ikatan batinnya kuat banget itu Mbak. Mantap. :)

      Delete
  7. Makanya aku sebisa mungkin pulang lebih cepat saat keluar rumah. Memang seneng banget anak-anak saat aku buka pintu dan membawa tentengan buat dia.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yes, apalagi saat membawa tentengan yaa.
      Saya pun, sampai sekarang kalau ibu saya pergi, senang banget kalo pulang bawa kue hihi

      Delete
  8. klo pulang kerja aku lgsg cuss plg ga pengen hahahihi dulu krn apa krn anak2 pd nungguin hehehe sedih saat anak minta bunda jgn kerja aku mau disini sama bunda huhu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya ya pasti kangen kalo masih ke mana-mana sepulang kerja. In syaa Allah nanti dia mengerti, koq :)

      Delete
  9. wah ini anaknya usia berapa mba? Pasti bahagia banget bisa punya anak seperti ini.

    ReplyDelete

Untuk saat ini kotak komentar saya moderasi karena banyaknya komen spam yang masuk. Silakan tinggalkan komentar ya. Komentar Anda akan sangat berarti bagi saya. Tapi komentar yang kasar dan spam akan saya hapus ya ^__^