Menjadi Nyamuk yang Mengganggu Monster Raksasa

“Ramai-ramai menandatangani petisi atau mengadukan ke KPI (Komisi Penyiaran Indonesia) akan membuat tayangan yang diadukan itu semakin terlihat penting bahkan ratingnya naik,” ada yang mengatakan begitu.

Bisa jadi. Memang sulit untuk mengubah sosok monster raksasa mengerikan menjadi sebaik yang kita inginkan. Tapi bisa dicoba menjadi nyamuk. Monster raksasa pun akan terganggu kalau dikerubuti nyamuk yang berdenging-denging di sekelilingnya meski jumlahnya “hanya” sepuluh. Apalagi bila nyamuk itu berkali-kali mengisap darahnya. Apalagi bila ada  yang membawa bibit penyakit macam DBD atau chikungunya? Raksasa sekali pun bisa sakit bahkan mati, Saudara-Saudara!

Ini ada buktinya bagaimana “nyamuk-nyamuk” yang berdatangan menandatangani petisi di www.change.org berhasil membuat tayangan yang dimaksud berbenah diri. Pada tanggal 3 Januari, KPI mengeluarkan surat teguran untuk YKS (sila simak di http://kpi.go.id/index.php/lihat-sanksi/31808-teguran-untuk-yks-yuk-keep-smile-trans-tv). 

Sumber: http://www.eurovisiontvsummit.com/
Akhir-akhir ini  terlihat usaha perbaikan tayangan YKS dalam bentuk perbaikan tayangan (digantinya joget oplosan dengan bentuk lain yang terkesan lebih mendidik), usaha memperbanyak aksi sosial (menebar hadiah dan aksi sosial ke sekolah-sekolah yang butuh bantuan) dari pihak tim kreatif YKS, disusul dengan infotainmen-infotainmen yang mengabarkan pembenaran tentang berbagai manfaat YKS (kelihatan sekali modusnya).

Well, perbaikan itu baru akhir-akhir ini saja Kawan, setelah tigapuluhan ribu nyamuk berdenging, siap mempredatori sang raksasa.  Bukan dari dulu kan? Berarti nyamuk pun bisa membuat perubahan kan? Yah, walaupun tak dihentikan sama sekali acara ini, setidaknya ada usaha perubahan ke arah yang lebih baik, daripada tidak sama sekali.

Tak mengapa membuat tayangan yang tak kita sukai jadi terlihat seperti bertambah “penting” karena kita bisa menjadi nyamuk-nyamuk  yang membawa perubahan. Kalau tak ada nyamuk-nyamuk yang berdenging-denging itu, tentu menurut produsen acara, semua orang Indonesia menyukai YKS padahal rating tinggi yang diwakili kira-kira hanya 40 juta – 80 juta orang Indonesia. Jumlah itu kan hanya sedikit dari total masyarakat Indonesia yang sudah berjumlah 240 juta?

Walau jadi nyamuk, kita bisa berarti. Menginginkan perubahan tak harus dengan tenaga super. Ada nyamuk-nyamuk lain yang siap membantu, itu sangat membantu. Begitu pun ketika mengadukan tayangan ini ke KPI, saya tak berharap Dahsyat dihentikan walau banyak di dalamnya yang tidak sesuai dengan saya. Tapi segmen acara yang berkesan membully yang pernah tayang di Dahsyat ini saya harap jangan pernah ditampilkan lagi karena bisa merusak moral anak-anak yang menontonnya. Mau ini setting-an atau bukan, tayangan ini tetap layak mengudara.

Alhamdulillah sampai hari ini, sudah lebih dari 900 kali tulisan Mengumbar Rahasia Pribadi Seseorang di Televisi dalam Siaran Langsung Adalah BULLY! ini dibaca dan beberapa nyamuk telah ikut berdenging bersama. Mohon maaf kepada Dahsyat dan Uya-Astrid, langkah ini harus saya ambil karena saya menginginkan kebaikan. Saya yakin kalian pun tentu menginginkan kebaikan dan masih punya hati nurani dan pasti bersedia memperbaiki mutu tayangan entertaining kalian.

Terimakasih para karib dan kerabat yang bersedia berdenging bersama saya. Semoga usaha ini mendatangkan hasil.

Tertarik ikut menjadi nyamuk? J


Makassar, 11 Januari 2014


Share :

25 Komentar di "Menjadi Nyamuk yang Mengganggu Monster Raksasa"

  1. Nyamuk itu walau kecil, dengungnya sangat mengganggu Niar. Jadi kalau digunakan untuk kebaikan, dengung nyamuk ini pasti akan terdengar. Selamat berjuang menjadi nyamuk. Saya pun ingin jadi nyamuk di blog saya. Dan tentu pokok bahasannnya yang paling saya kuasai, palm sugar, kesehatan dan sebagainya :) Aih prmomosi mode on..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kak Evi .. kalo yang itu bukan berdenging, kak Evi sedang bersenandung indah ^_^

      Hapus
    2. Aku seh pengennya tidak ingin menjadi nyamuk tapi menjadi monster yang bermanfaat. :D

      Hapus
    3. Bagus tuh mas Bumi .... jadilah monster yang keren :)

      Hapus
  2. Dirumahku program2 seperti itu emang dilarang mak, jadi aku sempet bingung juga apa itu YKS. Cesar aja sempet nggak ngeh krn waktu sahur Ramadhan dulu nontonnya Quraish Shihab, termasuk anak2. Trus ngintip sekali, astaghfirullah, perempuan2 berjilbab berjoget seperti orang gila. Naudzubillahi min dzalik. Soal rahasia yg diumbar itu sih gak ambil pusing, yang diumbar pun nggak protes sih, sering muncul di infotainement ngomongin aibnya sendiri juga kan. Selamat berjuang ^.^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mak. Sayang sekali jilbab hanya dianggap sekadar mode oleh banyak orang. Rela2 saja mereka jingkrak2 dalam pakaian itu :(
      Di sini juga anak2 saya batasi kalo nonton tivi. Makin banyak yang aneh2 saja tayangannya

      Hapus
  3. Kadang aku tertawa sendiri melihat acara-acara televisi nasional kita. Entah sinetron, musik, lawak infotaimaent. Sama sekali tidak bermutu dan terasa orakan. Dulu kru malu untuk tampil di layar kaca tapi sekarang acara televisi dipenuhi dengan tokoh-tokoh kru yang lebih dominan. Ibarat kata dia menshot dirinya sendiri. Kru nya pengen masuk tivi..heheheee...
    Sekarang jaman edan, cari makanpun lebih banyak dengan ngedan. Mengumbar aib dan mencoba melawan harus dengan tidak mengakui kehebatan atau keberhasilan orang lain.

    BalasHapus
  4. MUdah-mudahan tulisan ini dibaca banyak pihak.
    Sungguh memprihatinkan tayangan-tayagnan tipi dinegeri ini, hanya untuk kepentingan durasi, rating dan uang mereka menukar dengan perkara-perkara yang banyak mendatangkan kemudhorotan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar sekali Pak. Mudah2an dibaca banyak pihak

      Hapus
  5. Degingan yg bikin perubahan....hehe...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mak ... berdenging2 ternyata bisa bikin perubahan juga

      Hapus
  6. hehe, nyamuk-nyamuknya yng baik... jgn jadi nyamuk yg nakal terhadap raksasa baik ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nyamuknya cuma berdenging kok Mas :)

      Hapus
  7. Memang selalu menyenangkan membaca analogi sederhana namun membangun. Suaranya nyarik bak nyamuk, tapi nyaringnya ke arah yang baik, gak gigit sembarangan hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup gak gigit sembarangan ... hanya monster raksasa yang tidak tahu diri :D

      Hapus
  8. Sekali gigit, mangsa langsung tak berdaya ya Mbak...

    BalasHapus
  9. program ini memang sudah jadi nyamuk beracun...akhirnya membuat saya semakin memprotec anak-anak untuk tidak menonton...supaya tidak digigit....

    Salam kenal mak...mampir donk mak ke blogku..hehehe
    Liswanti627.blogspot.com

    BalasHapus
  10. Ayo nyamuk-nyamuk baik, terus berdengung… si monster pasti kewalahan kalau mau menepok satu-satu. Hihii…

    BalasHapus
  11. Halia Asriyani13 Januari 2014 14.47

    Nyamuk, kecil dan mengganggu… tapi tak apa, kalau yang diganggu itu monster jahat seperti ini.
    Nyamuk yang kurang kerjaan dan ganggu orang sembarangan, mending gabung saja di sini. Hehee…

    BalasHapus
  12. mari kita bikin gerakan matikan tv untuk acara2 yang tidak bermutu :)

    BalasHapus
  13. syukur lah... jika YKS merubah penampilannya..., aku sih jarang nontonnya ..mak..

    BalasHapus

Untuk saat ini kotak komentar saya moderasi karena banyaknya komen spam yang masuk. Silakan tinggalkan komentar ya. Komentar Anda akan sangat berarti bagi saya. Tapi komentar yang kasar dan spam akan saya hapus ya ^__^