Blog Ini Dijual??? – Kurang dari 2 bulan terakhir, sudah 2 penawaran untuk membeli blog mugniar.com ini. Lha suatu kebetulan, rumah orang tua yang kami tempati pun dua kali ditanya orang, apakah hendak dijual. Tahukah rasanya mendapat penawaran dan pertanyaan tentang blog dan rumah dijual itu? TIDAK NYAMAN!!! 😓😐
Coba
bayangkan, bagaimana rasanya jika sedang nyaman-nyamannya tinggal di suatu
tempat lalu ujung-ujug ada yang datang dan nanya: “Katanya rumah ini mau
dijual?” setelah itu, jika jawabannya iya, tentunya yang bertanya akan
menanyakan berapa harga jualnya.
Mendapat
pertanyaan “blog ini dijual?” dan “rumah ini dijual?” itu rasanya sama bagi
saya. Sama-sama tidak nyaman. Mengapa?
Sebab rumah yang saya maknai sebagai HOME itu terhubung dengan perasaan
penghuninya, selain kenangan dan banyak hal lain.
Saya
terdiam dulu, mencerna – mengapa orang itu bertanya demikian sementara sama sekali
tak ada plang atau tanda-tanda yang menuliskan atau menunjukkan bahwa “RUMAH/BLOG
INI DIJUAL” . Secara bersamaan ngedumel dalam hati karena merasa
mendapatkan pertanyaan yang seenaknya.😐
Ya,
seenaknya menurutku. Kalau memang melihat pengumuman rumah atau blog dijual ya wajar
menanyakannya tetapi kalau tidak … bagi penghuni atau blogger macam
saya, pertanyaan itu dilontarkan oleh penanya dengan seenaknya saja.
Bukan
hanya saya, teman-teman blogger yang menjalani proses yang serupa dengan
saya walau tertatih-tatih membenahi blognya, bakal merasa separuh nyawanya
hilang jika dijual. Orang seperti kami akan memasang pengumuman jika memang
hendak menjual blog, jadi tidak usah ditanya secara pribadi karena menimbulkan
rasa tak nyaman. Atau kalau mau bertanya, gunakan diksi yang lebih halus - sekadar saran ya buat yang peduli. 😊
Memangnya
kenapa sih bloger hendak menjual blognya? Apa alasan blog dijual?
Alasan Blog Dijual
Cara
membuat blog yang menghasilkan uang untuk pemula selalu menjadi tantangan
besar. Pun bagaimana blogger yang sudah pro ingin menjalani opsi “ternak
blog”, juga menjadi sebuah tantangan. Bagi blogger professional yang
memang konsisten monetize blog, lebih mudah langkah membeli blog yang “sudah
jadi” ketimbang memulainya dari awal. Bloger seperti ini pasti tahu bagaimana
cara membuat blog itu semakin kebanjiran traffic.
Orang
yang hendak membeli blog, sebaiknya “bertemu” dengan orang yang memang hendak
menjual blog. Ada saja alasan menjual blog, di antaranya:
1. Blog sudah mencapai nilai jual yang tinggi (exit strategy).
Alasan
inilah yang paling " beraroma bisnis" tetapi. Misalnya seseorang
membangun blog selama 5 tahun dengan lalu-lintas 300.000 visitor/bulan.
Dia punya pendapatan adsense mencapai 20 juta rupiah per bulan. Daripada
terus mengelola, dia menjualnya seharga misalnya Rp700 juta. Bagi orang-orang
tertentu, uang tunai lebih menarik daripada pendapatan bulanan. Ini sama
seperti orang bisnis property yang membangun rumah lalu menjualnya.
2. Sudah bosan mengelola.
Blog
itu seperti tanaman, harus ditelatenin. Harus: update artikel, optimasi
SEO, cek core update, memperbaiki broken link, mengurus hosting,
menghadapi spam. Wajar jika ada blogger yang akhirnya merasa
lelah. Daripada blognya terbengkalai, maka jual blog merupakan opsi terbaik.
3. Google Update membuat trafik blog turun.
Hal
ini mungkin terjadi dewasa ini. Misalnya pada tahun 2023, sebuah blog memiliki traffic
sebesar 500.000/bulan. Setelah Google Core Update tahun 2024, traffic-nya
turun hingga tinggal 80.000per bulan. Oleh karena itu pendapatan ikut turun. Sebagian
orang memilih menjual blog sebelum nilainya semakin turun.
4. Pindah ke bisnis lain
Ada blogger yang mengelola blog untuk berbisnis. Dia menelola blog semata-mata untuk mendapatkan uang. Kemudian banyak hal terjadi lalu dia beralih ke bisnis lain dalam dunia digital seperti menjadi agensi SEO, YouTuber, konsultan AI, atau digital product creator. Karena fokusnya sudah berubah, maka blog dijual.
5. Butuh modal.
Bisa
jadi bloger ingin membuka usaha. Daripada
meminjam uang, dia menjal blognya yang sudah punya nilai tinggi.
6. Tidak lagi sesuai passion.
Bisa
saja dahulu seseorang menjalani aktivitas menulis sembari traveling.
Seiring perkembangan zaman, dia sekarang tertarik pada bidang artificial
Intelligence. Daripada mempertahankan blognya yang ber-niche travel,
dia lebih memilih menjual blog travel lalu membangun blog baru.
7. Memang dibuat untuk dijual.
Nah
ini menarik. Ada orang yang pekerjaannya memang seputar: cari keyword –
bangun blog – naikkan trafik – naikkan revenue – jual. Istilahnya
seperti “house flipping”, tetapi versi website/blog.
Sayangnya,
ke-7 hal di atas tidak atau mungkin belum menjadi alasan bagi saya untuk
menjual blog, begitu pun teman-teman blogger yang yang gaya
ngeblognya serupa saya. Bagi saya, emosi sering kali dipengaruhi oleh makna
yang dilekatkan pada sesuatu. Dan dalam hal ini, blog mugniar.com jelas
memiliki makna yang besar.😔
Blog yang Bermakna Rumah (Home)
Blog
ini juga bermakna RUMAH bagi saya. Kehilangan blog akan bermakna kehilangan
ruang yang selama bertahun-tahun menjadi saksi perjalanan kehidupan saya. Saya
menyimpan kenangan puluhan tahun di sini, juga dokumentasi proses pembelajaran
saya.
Kalau
seseorang benar-benar ingin membeli sebuah blog, ada cara yang jauh lebih halus
untuk membuka percakapan. Misalnya:
"Saya suka dengan mugniar.com. Kalau suatu saat Kakak punya rencana melepas blog ini, saya boleh diberi tahu ya."
Kalimat
itu berbeda nuansanya dengan:
"Blognya dijual?"
Kalimat
pertama mengakui bahwa blog itu masih milik dan masih dikelola pemiliknya. Yang
kedua bisa terdengar seperti mengasumsikan blog tersebut memang sedang siap
dilepas. Mungkin
terdengar sepele, tetapi pilihan kata memang bisa mengubah rasa yang diterima
lawan bicara. Mohon jadi masukan bagi yang peduli. Terima
kasih 🙏🙏.
Makassar, 3 Agustus 2026
Share :


0 Response to "Blog Ini Dijual???"
Post a Comment
Untuk saat ini kotak komentar saya moderasi karena banyaknya komen spam yang masuk. Silakan tinggalkan komentar ya. Komentar Anda akan sangat berarti bagi saya tapi jangan tinggalkan link hidup. Oya, komentar yang kasar dan spam akan saya hapus ya ^__^