Rezeki Level 9: Rumusan Kaya Itu Tauhid!

Sebelum membaca tulisan ini, baca dulu tulisan sebelumnya yang berjudul Tentang Rezeki Level 9, ya. Ketiga level rezeki ini tidak ada kaitannya dengan kenal Allah atau tidak. Ada sumbangsih ikhtiar di dalamnya. Perbedaannya, ada berkahnya atau tidak. Contohnya adalah makan dua piring tanpa baca bismillah bisa kenyang, makan dengan membaca bismillah sebanyak dua piring ya kenyang juga. Nah, pertanyaannya adalah: mana yang berkah? Kita mencari yang mana? Yang berkah atau tidak? Berikut kelanjutan tulisan yang merupakan ulasan pengajian ust. Andre Raditya - sekaligus penulis buku REZEKI LEVEL 9.


Sekarang berpindah ke rezeki level berikutnya, ya. Secara umum, rezeki level ke-4, 5, dan 6 menghasilkan percepatan. Jika ingin percepatan rezeki, gunakan rezeki level ke-4, 5, dan 6. Kombinasikan. Beberapa kisah nyata yang ajaib dikisahkan pak ustadz kepada kami yang bisa meneguhkan keyakinan. Tapi saya tidak akan menceritakannya di sini. Silakan beli bukunya kalau ingin tahu lebih dalam, ok?

Rezeki level 4

Pada level ini, rezeki adalah rezeki yang diminta, diminta pakai do’a maksudnya. Kadang-kadang do’a dipakai sebagai jalan keluar ketika lagi punya masalah padahal seharusnya “senjata” itu dipakai menjadi pegangan utama.

Do’a bukan “sekadar minta”, melainkan untuk menciptakan titik-titik rezeki. Dalilnya adalah: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan.” [al-Qur’an surah Ghafir: 60].

Kalau kita berdoa, Allah mengabulkannya seketika namun terjadinya berproses. Contohnya, Allah menghendaki seseorang punya anak. Paling cepat berprosesnya dalam 9 bulan dan membutuhkan  wasilah. “Salahnya kita, kita butuhnya hari ini, doanya baru tadi malam,” ucapan ustadz Andre membuat hadirin tertawa getir.

Biasakan berdoa, ketika mendengar adzan, ketika mendengar tilawah, dan sebagainya. Jadikan kebiasaan agar bisa menanam titik-titik rezeki di mana-mana karena kita tidak pernah tahu di mana titik rezeki terdekat kita. Maka berdoalah sesering mungkin. Mumpung gratis, mintalah sebanyak-banyaknya dan sesering-seringnya. “Kalau Allah senang kepada seorang hamba, dibuat orang itu sering-sering berdoa makanya dikirimi masalah,” tutur pak ustadz.

Sumber: ummi-online.com

“Berdoalah saat susah dan senang, dalam keadaan apapun, di mana pun. Doa itu semacam syarat. Kalau Anda masih ingin dianggap hamba oleh Allah, harus minta. Hamba itu tak punya kemampuan dan kekuatan apapun. Hanya bisa minta kepada Tuhannya. Kalau berhenti berdoa berarti bukan hamba lagi. Kalau tidak meminta, ya tidak diurusin sama Allah,” imbuhnya lagi.

Rezeki level 5

Rezeki level ini adalah rezeki dengan cara bertransaksi (ber-tawasul) dengan amal saleh. Contohnya adalah kisah tiga pemuda yang terjebak dalam goa tak bisa keluar. Mereka ber-tawasul dengan amal saleh sebelum akhirnya Allah membukakan jalan keluar. Lelaki pertama bertawasul dengan baktinya kepada ibundanya, lelaki kedua dengan penolakannya terhadap ajakan berzina, dan yang ketiga dengan amal saleh masih menyimpan amanah gaji karyawannya. Amal saleh bisa menjadi kemudahan di dunia dan bisa ditukarkan.

Pak ustadz membicarakan mengenai keajaiban terkait tawasul yang dijadikan metode dan beberapa cerita – termasuk kisah nyata yang dialaminya terkait rezeki level 5 ini.

Rezeki level 6       

Pada level 6, rezeki diperoleh dengan cara melakukan apapun yang Allah perintahkan. Ust. Andre menyebutnya “rezeki yang dijanjikan”. Contoh: amalan-amalan sunnah. Allah memberikan janji rezeki pada amalan-amalab sunnah yang dilakukan. Misalnya, “Barang siapa yang shalat dhuha 4 raka’at maka Allah akan penuhi kebutuhannya di hari itu.”

“Kalau Anda cermati, hampir semua pahala amalan sunnah pahalanya jauh lebih dahsyat daripada amalan wajib,” ucap ustadz Andre. Kunci dari rezeki level ini adalah memperbanyak amalan sunnah.



“Kita sering salah. Merasa kalau sudah shalat 5 waktu sudah menjadi orang saleh. Padahal shalat 5 waktu adalah kewajiban. Kewajiban itu nggak berhak dapat bonus,” imbuh ustadz Andre.

Analoginya, karyawan yang masuk kantor jam 8.00 – 16.00, selalu seperti itu, tepat waktu. Tidak berhak minta bonus karena memang melakukan kewajibannya. Berbeda halnya jika lembur atau mengambil pekerjaan tambahan.

Sampai di sini, pak ustadz mengatakan,Rumusan kaya itu tauhid.” Ya, kebergantungan manusia kepada Sang Khalik benar-benar diuji ketika kita merasa tak memiliki apapun. Kalau benar-benar yakin, kisah ajaib terkait rezeki yang sudah dialami orang-orang yang menjalankan tahapan sampai ke tahap ini, bisa juga menjadi kisah kita.

Ada kata-kata Pak Andre Raditya yang sekali lagi menohok di sini. Saya kutipkan, ya:
“Kan kita begitu, kalau lagi nggak punya duit, bergantungnya hanya pada Allah. Kalau punya duit, bergantungnya masih di saldo. Bener. Coba misalnya Anda gak punya duit terus hand phone Anda hilang. Anda bisa bilang begini: ‘Ya Allah, kenapa hand phone saya hilang.’ (dengan suara merengek, menghiba-hiba). Tapi kalau kita punya duit kita bisa bilang: ‘Ya udah nanti beli lagi.’ Gak ingat Allah, iya gak? Kadang belinya nggak pake bismillah!”

Makassar, 8 November 2018

Bersambung ke tulisan berikutnya


Silakan baca tulisan sebelumnya: Tentang Rezeki Level 9


Catatan:
  • Yang saya tuliskan di tulisan ini dan di tulisan sebelumnya hanyalah ringkasan. Tidak sedalam yang diberikan ust. Andre Raditya ketika pengajian, apalagi sedalam kupasan bukunya. Menjadi catatan sejarah buat saya dan anak-cucu saya kelak. Semoga bermanfaat bagi orang lain yang membacanya.
  • Pengajian berlangsung di kantor RENNER (PT. Rener Inti Internasional) pada tanggal 22 Oktober lalu.


Share :

1 Komentar di "Rezeki Level 9: Rumusan Kaya Itu Tauhid!"

  1. Sangat menarik sekali ulasannya. Soal itu sholat dhuha, ada hal menarik. dilevel enam ya? Seharusnya para santri lebih kaya, karena santri lebih rajin sholat dhuha.
    Yang jelas, kalau bicara soal rezeki, semua orang terbiuskan. Karena selalu menarik ,dan sepertinya selalu laku.

    ReplyDelete

Untuk saat ini kotak komentar saya moderasi karena banyaknya komen spam yang masuk. Silakan tinggalkan komentar ya. Komentar Anda akan sangat berarti bagi saya. Tapi komentar yang kasar dan spam akan saya hapus ya ^__^