Yervi Hesna: Secuil Kisah Tentang ASI dan Perjuangan Melawan Kanker Payudara

Dua hal yang mengingatkan saya tentang Yervi Hesnablogger Padang yang juga berprofesi sebagai dosen jurusan Teknik Sipil di Universitas Andalas ini adalah: sosoknya sebagai pejuang ASI dan pejuang kanker payudara. Mengapa demikian?



Pejuang ASI


Karena kami pernah berinteraksi perihal tulisan tentang ASI. Mom blogger yang juga menjadi sekretaris di AIMI (Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia) cabang Sumatera Barat ini menghubungi saya dan bertanya tentang tulisan perjuangan memberikan ASI kepada anak-anak yang pernah saya tulis di blog. Waktu itu dirinya sedang berusaha menyusun antologi tentang ASI untuk AIMI Sumatera Barat.

Saya senang dihubungi olehnya. Sebagai sesama ibu yang menyusui putra-putrinya dan berkeyakinan bahwa ASI adalah yang terbaik dari Allah untuk buah hati, kami sama-sama bersemangat menuliskan pengalaman, dengan harapan bisa bermanfaat bagi orang lain. Karena memberi ASI memang butuh perjuangan akibat aneka tantangan dan hambatan di sekitar kita.


Beberapa tulisan Yervi tentang ASI bisa dibaca pada bagian/label ParenThink di blognya, seperti: Booster ASI Itu Suatu Keharusan Atau Cuma Sugesti?, Ibu Indonesia, Please Say No To 'Dot', dan Menyusui Di Depan Umum, Kenapa Tidak?
Sebelum menjawab apakah Booster ASI itu perlu atau tidak, sebaiknya ibu menyusui/ibu hamil harus tahu dulu tentang hormon-hormon yang bekerja yang mempengaruhi mekanisme produksi ASI. Ada dua hormon yang bekerja dalam proses menyusui yakni hormon Prolaktin dan hormon Oksitoksin. Hormon Prolaktin diproduksi di kelenjar Pituitari Depan yang berfungsi untuk merangsang Alveoli di payudara memproduksi ASI. Isapan bayi saat menyusu menyebabkan sinyal dikirim ke Hipotalamus, selanjutnya Pituitari depan akan memproduksi hormone Prolaktin yang kemudian kan beredar di dalam darah. - Booster ASI Itu Suatu Keharusan Atau Cuma Sugesti?

Pejuang kanker payudara


Seingat saya, di tahun 2015 saya pernah membaca tulisan Yervi Hesna ketika divonis terkena kanker payudara. Waktu itu blog yang digunakannya berakhiran “ac dot id”. Setelah itu saya pernah melihatnya share link-link tulisan tentang kanker payudara di media sosial. Beberapa tulisan tentang kanker dibuat secara kolaboratif dengan Indah Nuria – blogger yang juga pejuang kanker payudara. Salah satunya bisa dibaca di tulisan yang ini: #WeTalkAboutCancer : First Time I Found Cancer In My Breast.


Di blog Yervi ada label Aku dan Kanker yang berisi tulisan-tulisan mengenai pengalamannya berjuang melawan kanker payudara. Saya merekomendasikannya buat Anda yang mencari bacaan tentang ujian yang menjadi momok bagi kaum perempuan sedunia itu. Di antaranya: 5 Facts About Breast Cancer You Have To Know, #WeTalkAboutCancer : Haruskah Anak-anak Tahu Tentang Sakit Ibunya?, Ketika Kemoterapi Harus Dihadapi, dan yang terbaru adalah Pasien Kanker, Dilarang Malu!

Oh ya sudah tahu istilah The Golden Hand ya. Jadi karena payudara saya yang di mastektomi adalah payudara kanan, maka tangan kanan saya dianggap sebagai golden hand. Artinya tangan kanan tidak boleh dibebani secara berlebihan dan tidak boleh dipergunakan sebagai jalur transfusi obat-obatan. Jadinya tangan kiri yang selalu diubek-ubek, baik untuk pemeriksaan darah, penggunaan injeksi obat dan sebagainya. Sayangnya tenaga medis di Padang, ketika saya operasi dulu, sama sekali tidak menginformasikan tentang Golden Hand ini. - Ketika Kemoterapi Harus Dihadapi

Sudah lama saya tak menyimak kisah-kisah Yervi dengan perjuangannya. Hingga baru-baru ini, dari tulisan berjudul Pasien Kanker, DIlarang Malu! yang baru tayang tanggal 20 ini, saya merasa senang membaca kalimat
Sebagai [mantan] pasien kanker payudara tentu saja menyarankan supaya teman tersebut segera menemui dokter bedah onkologi”.
Well, ada kata "mantan"ini berarti kabar baik, kan?  


Menyenangkan berkelana di blog Yervi. Banyak hal bermanfaat yang bisa diperoleh. Tak hanya soal perjuangan melawan kanker payudara dan perjuangan memberikan ASI. Ada pula bahasan lain seputar parenting, dunia kampus, pernikahan, review, sosok, plesiran, kehidupan, dan lain-lain. Coba saja, deh betandang ke sana untuk membuktikan perkataan saya.

Makassar, 23 Januari 2018

Keterangan:
Gambar paling atas diambil dari rockingmama.id. Gambar-gambar lainnya berasal dari www.yervihesna.com.

Tulisan ini dibuat untuk Arisan Link Grup 4 Blogger Perempuan



Baca juga:



Share :

9 Komentar di "Yervi Hesna: Secuil Kisah Tentang ASI dan Perjuangan Melawan Kanker Payudara"

  1. Kanker payu dara masih jadi penyakit yang menakutkan ya :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masih, Mbak. Termasuk yang tinggi angkanya di Indonesia, seingat saya.

      Delete
  2. Alhamdullillah sudah bisa sembuh dari kanker, ikut seneng

    ReplyDelete
  3. Sangat inspiratif , sepertinya saya harus lebih rutin mengunjungi blog Mbak Yervi Hesna ini. Saya ada benjolan, kata dokter melalui USg itu bukan kanker tp berisi cairan. Tapi tetap saja kan, harus diperiksakan. TFS ya Bund.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Silakan Mbak Damar. Mbak Yervinya bisa di-japri juga, koq. In syaa Allah beliau membantu. Eh, saya koq kayak humas-nya Mbak Yervi, ya hehehe.

      Delete
  4. Baru sekali ketemu sekilas sajaaa.. Ternyata begini perjuangannya ...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaa, Mut. Coba baca label "Aku dan Kanker", wih ... pejuangannya luar biasa.

      Delete

Untuk saat ini kotak komentar saya moderasi karena banyaknya komen spam yang masuk. Silakan tinggalkan komentar ya. Komentar Anda akan sangat berarti bagi saya. Tapi komentar yang kasar dan spam akan saya hapus ya ^__^