Karnaval - Kemeriahan Cap Go Meh (1)

Warga berjubel menonton karnaval
Baru kali ini suami saya melihat sendiri dari dekat yang namanya perayaan Cap Go Meh di Makassar. Sayang saya tak bisa menyaksikannya, karena satu dan lain hal.

Perayaan dalam bentuk karnaval ini diikuti berbagai komponen masyarakat, tidak hanya masyarakat Tionghoa. Berangkat dari daerah pecinan di jalan Sulawesi, para peserta karnaval menyusuri jalan Irian menuju jalan Ahmad Yani, dan berakhir di jalan Sulawesi.

Berikut cuplikan dari sebuah artikel mengenai apa itu Cap Go Meh dan bagaimana kemeriahannya:


Peserta Karnaval Cap Go Meh
Hari raya Cap Go Meh atau Yuan Xiaojie dalam bahasa Tionghoa yang jatuh pada tanggal 15 bulan pertama tahun Imlek adalah salah satu hari raya tradisional Tiongkok. Menurut tradisi rakyat Tiongkok, sehabis Cap Go Meh, maka berakhirlah seluruh perayaan Tahun Baru Imlek.
Hari raya Cap Go Meh juga disebut Yuanxi, Yuanye atau Shang Yuanjie dalam bahasa Tionghoa. Malam Cap Go Meh adalah malam pertama bulan purnama setiap tahun baru. Pada malam itu, rakyat Tiongkok mempunyai kebiasaan memasang lampion berwarna-warni, maka festival ini juga disebut sebagai “hari raya lampion”.
Menyaksikan lampion dan makan onde-onde adalah dua bagian penting pada hari raya Cap Go Meh. Dan dari mana asal usul tradisi pemasangan lampion pada Festival Cap Go Meh? Konon pada tahun 180 Sebelum Masehi, Kaisar Hanwudi yang berkuasa pada masa Dinasti Han Barat naik takhta pada tanggal 15 bulan pertama Imlek. Untuk merayakan penobatannya, Kaisar Han Wudi mengambil keputusan untuk menjadikan tanggal 15 bulan pertama sebagai hari raya lampion. Pada malam tanggal 15 bulan pertama setiap tahun, ia berkebiasaan bertamasya ke luar istana dan merayakan festival itu bersama rakyat. Pada tahun 104 Sebelum Masehi, Festival Cap Go Meh secara resmi dicantumkan sebagai hari raya nasional. Berkat keputusan itu, skala Festival Cap Go Meh meningkat lebih lanjut.
Menurut peraturan, setiap tempat publik dan setiap keluarga diharuskan memasang lampion berwarna-warni, khususnya di jalan utama dan pusat kebudayaan akan diadakan pameran lampion besar-besaran yang meriah. Rakyat, baik yang berusia tua maupun yang berusia muda, pria maupun wanita semuanya akan berdatangan ke pekan lampion untuk menyaksikan lampion dan tari lampion naga, di samping menebak teka-teki.
Lampion berwarna yang dipasang pada Festival Cap Go Meh kebanyakan dibuat dari kertas berwarna terang. Lampion bernama “zoumadeng” atau lampion kuda berlari adalah salah satu macam lampion yan paling menarik. Konon lampion itu sudah bersejarah seribu tahun lamanya.
Makan onde-onde pada hari raya Cap Go Meh juga merupakan salah satu kebiasaan lama. Kebiasaan makan onde-onde dimulai dari masa Dinasti Song (tahun 960-tahun 1279 Masehi). Onde-onde dibuat dengan tepung beras ketan dan selai buah. Setelah dimasak, rasanya lezat sekali. Pada kemudian hari, rakyat di bagian utara menyebut makanan itu sebagai “yuanxiao” dan rakyat di selatan menyebutnya sebagai “tangyuan”, dan pembuatannya pun berlainan dari utara ke selatan. Kini onde-onde bermacam-macam, dan lain tempat lain cara pembuatan dan rasanya.
Pada Festival Cap Go Meh, rakyat selain menikmati lampion dan makan onde-onde, juga mengadakan kegiatan hiburan lainnya, seperti jangkungan, tari yangge (semacam tari khas di bagian utara Tiongkok) dan pertunjukan tari singa.

Sebagian peserta karnaval
Dan mengenai tradisi Cap Go Meh di Makassar, berikut cuplikannya  (dari wikipedia):

Perarakan Cap Go Meh diawali dengan rombongan Bhineka Tunggal Ika yang antara lain terdiri atas berbagai tokoh agama dan masyarakat serta juga diikuti oleh para Dara dan Daeng Makassar, lalu Kelenteng Kwang Kong, masyarakat Kajang dari Bulukumba, Vihara Dharma Loka, kelompok adat Aluk Tudolo dari Tana Toraja, Kelenteng Xian Ma, kelompok adat Kabupaten Bone, Kelenteng Pan Ku Ong dari Galesong Kabupaten Takalar, Vihara Dharma Agung, Komunitas Bissu dari Segeri, Kabupaten Pangkep, Mapanbumi, Kelompok Adat Mappasili Pallawa serta Vihara Girinaga.

Aneka atraksi pada karnaval Cap Go Meh tahun ini:

Alat musiknya unik loh, coba perhatikan!
Barongsai
Masih barongsai
Marching band
Atraksi naga
Barongsai kelelahan
Semangat mengayun naga
Atraksi naga
Atraksi lain

Makassar, 24 Februari 2012

Silakan dibaca juga yang lainnya ya ...




Share :

10 Komentar di "Karnaval - Kemeriahan Cap Go Meh (1)"

  1. saya tidak pernah menyaksikan perayaan cap go meh tapi saya dan suami sering saling mledek owh kayak cap gomek (bukan go meh) xixixiii

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cap Gomek itu opo to mbakyu?
      #Gak mudheng :D#

      Delete
  2. Hujan gak mbak pas cap go meh? Biasanya ujan kan ya :-s

    ReplyDelete
  3. wow .. fotonya cantik cantik
    rame sekali ya , seru kayaknya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Seru mbak ...suami saya ngambil foto banyak sekali, sampai harus dipilah-pilah. Masih ada lagi lanjutan Cap Go Meh ini dalam 2 tulisan lain :)

      Delete
  4. Wuaaa sangat meriah kelihatannya ya mbak...
    Saya tertarik dengan kebhinekaannya yang manunggal di sini....
    TQ

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya pak .. meriah sekali. Jarang2 ada yg seperti ini ya, di mana banyak elemen masyarakat berkumpul dan berbaur... ^__^

      Delete
  5. hooooo seru sekali kelihatannya umi :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya seru, Kaito Kidd. Sy pikir saya akan bikin 3 tulisan, ternyata semuanya ada 4 tulisan :D

      Delete

Untuk saat ini kotak komentar saya moderasi karena banyaknya komen spam yang masuk. Silakan tinggalkan komentar ya. Komentar Anda akan sangat berarti bagi saya tapi jangan tinggalkan link hidup. Oya, komentar yang kasar dan spam akan saya hapus ya ^__^