Bissu pun Berkarnaval - Kemeriahan Cap Go Meh (4)

Bissu  dari Bone
Bissu pun memeriahkan karnaval Cap Go Meh tahun ini. Dengan dandanan apik, mereka ikut berjalan kaki seperti peserta karnaval yang lain.

Saya mendapatkan sedikit penjelasan tentang bissu di buku Manusia Bugis[i] sebagai berikut:

Berdasarkan sumber-sumber Portugis yang ditulis pada abad ke-16 dapat diketahui bahwa paling tidak, sejak abad itu, bissu adalah wadam yang biasanya berperilaku homoseksual. Bissu menempati posisi tersendiri di luar sistem kemasyarakatan dengan berperan sebagai pendeta, dukun, serta ahli ‘ritual trance’ (kerasukan olehmakhluk halus) yang dalam bahasa Bugis disebut a’soloreng. 
Menjadi bissu seringkali bukan sebuah pilihan, tetapi  merupakan panggilan makhluk ghaib yang kelak akan menjadi ‘mempelai ghaib’ sang bissu. Bahkan para bissu, meski dalam kehidupan sehari-hari mempunyai pasangan, kelak tetap saja akan memiliki pasangan ghaib. “Panggilan ghaib” untuk menjadi bissu ditandai dengan sebuah gejala psikosomatis seperti tiba-tiba menjadi bisu atau tiba-tiba tak sadarkan diri sehingga memerlukan penyembuhan ritual. Setelah itu diikuti dengan tahap berikutnya, yakni masa pembimbingan oleh seorang bissu pembimbing, dan diakhiri dengan upacara pelantikan. Hingga kini, sebagian besar ritual tersebut masih dijalankan oleh kaum bissu. Upacara adat yang dipimpin bissu antara lain upacara perkawinan dan kelahiran.
Bissu dari Bone
Bissu dari Pangkep
Bissu dari Pangkep
Bissu dari Pangkep


Dalam karnaval kali ini, bissu yang turut dalam karnaval adalah yang berasal dari Pangkep dan Bone. Oya, ada yang unik dalam hal ini, ada atraksi kuda hitam yang ‘menari’ sesuai irigan musik. Kuda hitam ini merupakan bagian dari rombongan bissu.
Atraksi kuda menari
Pawai becak
Barongsai bermobil ... kecapaian :D
Wow Garuda Pancasila dan ABRI ikut karnaval ...
Peserta karnaval yang berasal dari sebuah bank swasta
Tukang kripik ubi (sedang 'halo-halo') yang didanai sebuah bank
berkarnaval  beserta pegawai banknya.

Makassar, 26 Februari 2012

Silakan dibaca juga:



Update 26 Juni 2020



[i] Christian Pelras, “Manusia Bugis”, Nalar – Forum Jakarta – Paris, Jakarta, 2006 


Share :

28 Komentar di "Bissu pun Berkarnaval - Kemeriahan Cap Go Meh (4)"

  1. wah meriah banget perayaannya,
    sayangnya di sini gag ada..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya meriah ... tidak di semua kota ada. Sepertinya ini seperti pertanda bahwa sebenarnya masyarakat Chinese sudah membaur dengan orang2 pribumi sejak dulu :)

      Delete
  2. seru ya mbak...saya belum pernah liat begituan tuh mbak...hehe...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya juga belum pernah liat mbak. Waktu itu sy lagi ada halangan, suami saya yang ke sana. Penasaran dia hehehe

      Delete
  3. wah seru...pngn ngeliat langsung deh :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Di kotanya Tia tidak ada perayaan seperti ini ya?
      :)

      Delete
  4. Meriah ya mbak pawainya, barongsainya naik mobil ya he..he... yg pawai naik becak juga asik tuh :) baru dengar ttg bissu yg wadam di masyarakat Bugis.Info yg menarik mbak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Meriah mbak Nufus. Tentang bissu itu, baru akhir2 ini juga saya tahu. Ternyata sampai sekarang masih ada. Dan di beberapa tempt masih ada ritual2 yang memerlukan mereka sebagai dukunnya.
      Kepercayaan kuno yang masih dipegang segelintir orang. Kalo saya sendiri sih belum pernah bertemu mereka... :)

      Delete
  5. wah rame juga yak. . . .prok prok prok. . . . (tepuk tangan)

    ReplyDelete
  6. hihi tiung-tiung prok...prok..
    rame uy,
    cap go meh apa yah bunda?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe iya .. rame ...
      Cap Go Meh itu ada di tulisan yang: http://mugniarm.blogspot.com/2012/02/karnaval-aneka-komponen-masyarakat.html

      Antara lain disebutkan:
      Malam Cap Go Meh adalah malam pertama bulan purnama setiap tahun baru. Pada malam itu, rakyat Tiongkok mempunyai kebiasaan memasang lampion berwarna-warni, maka festival ini juga disebut sebagai “hari raya lampion”.

      Begitu Annur .. ^__^

      Delete
  7. Bissu itu homoseksual? Jadi pasangannya juga sesama laki2? Nah, pasangannya di alam gaib juga sesama laki2?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gak tau juga yah .. sepertinya ada juga yang berkluarga, normal. Cuma setahu saya biasanya kaum bissu ini wadam ... ^__^

      Delete
  8. wah, baru tau nih ada bissu.pengetahuan baru.makasih mbak niar, udah mau berbagi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama mbak, pengetahuan ini pun baru bagi saya. Meski ayah saya orang Bugis, saya tidak pernah mendengarnya saat masih kecil. Saya tahunya justru dari acara2 TV.. :)

      Terimakasih mama Ola sudah mampir :)

      Delete
  9. Tulisannya kaya pengetahuan... informatif

    terima kasih sudah berkunjung ke blog saya
    jangan lupa juga ikuti event Pasang Peta Berhadiahnya ya

    salam bahagia

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih kunjugannya mas. Nanti sy berkunjung balik ya:)

      Delete
  10. kiraian biksu.. ternyata bisu beda lagi yah .. hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sepertinya asal katanya dari 'biksu' juga. Ada kata2 dalam bahasa Bugis yg diserap dari bahasa Sanskerta. Eh, 'biksu' berasal dari bahasa Sanskerta bukan ya?
      #eh, malah balik nanya :D#
      Btw, makasih kunjungannya :)

      Delete
  11. nece info dan saya salut,salam kenal ya xD

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal juga Alice. Terimakasih kunjungannya :)

      Delete
  12. numpang singgah ya,,,

    Hmmm,,, homosexsual? mereka ber agama apa sih klo boleh tau

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu yang tidak saya ketahui. Informasi yang di atas pun saya dapat dari buku. Saya tak pernah mendengar ttg bissu hingga beberapa tahun terakhir. Meski ayah saya orang Bugis, saya tak pernah bertemu dengan bissu. Jumlah bissu pun sekarang sangat sedikit dan yang meminta mereka untuk ritual2 saya kira tinggal sedikit.

      Terimakasih ya sudah membaca ^__^

      Delete
  13. rame juga perayaannya ya.. sy blm pernah liat langsung perayaan cap go meh ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak ... saya pun hanya lewat foto :)
      Suami sy yang menyaksikannya ...

      Delete
  14. tentang bissu ini baru tau lebih jelasnya setelah aku baca La Galigo,
    mereka itu pemuka agama tradisional ya, di banyak tulisan sekarang ada sebutan untuk golongan ini yaitu non gender

    ReplyDelete
  15. thx infonya admin..saya jadi tahu tentang bissu..
    vivici.net

    ReplyDelete

Untuk saat ini kotak komentar saya moderasi karena banyaknya komen spam yang masuk. Silakan tinggalkan komentar ya. Komentar Anda akan sangat berarti bagi saya tapi jangan tinggalkan link hidup. Oya, komentar yang kasar dan spam akan saya hapus ya ^__^