Membangun Eksistensi Bisnis di Ranah Online

Tulisan ini merupakan kelanjutan dari 2 tulisan sebelumnya yang dibuat setelah saya mengikuti event Ayo Berwirausaha yang diselenggarakan oleh ADEI pada tanggal 4 Maret lalu.

SESI RYAN GONDOKUSUMO

Sumber: https://id.techinasia.com/


Ryan Gondokusumo, CEO sribu.com tampil khusus di sesi berikutnya. Lelaki ini memiliki pengalaman 7 tahun di bidang UI dan UX design. Dengan back ground Teknik Elektro (sama kayak saya J) dia membangun eksistensi bisnisnya di ranah online. Yang ini beda dengan saya yang jauh dari dunia teknik haha. Tapi saya tak menyesal walau dulu hampir nyemplung ke dunia IT juga tapi tidak jadi. Sekarang takdir membawa saya ke hadapan para pembaca, dengan menjadi orang yang menuliskan event ini dan saya merasa bahagia dengan menjadi blogger. Ealah kenapa jadi curhat.

Oke, back to Ryan, founder Sribu.com. Dia mantap memilih menjadi online entrepreneur dengan total pengalaman selama 7 tahun.

Dunia Berubah

Facebook yang berdiri 2004 adalah perusahaan media terbesar di dunia tanpa harus membuat konten sendiri. Uber yang berdiri tahun 2009 adalah perusahaan taksi terbesar di dunia tanpa memiliki mobil. Gojek pun merupakan perusahaan yang bergerak dalam jasa transportasi (taksi, ojek, dan jasa angkut barang) tetapi tidak memiliki motor. Transasksi melalui internet di Indonesia tercatat bertumbuh 37% dari tahun ke tahun. Semua kini menuju ke arah online. Termasuk bisnis offline juga menuju online.

Online vs offline

Bisnis offline mempunyai keunggulan tersendiri.
  • Personal greeting
  • Sellu mengingatkan
  • Memberikan servis terbaik (karena pelayannya melihat kita, contohnya saat di restoran, pelayan menawarkan jenis-jenis makanan/minuman yang mungkin kita sukai)

Bagaimana dengan bisnis online?
  • Di mana klien anda? Hanya bisa lihat di Google Analytics.
  • Tricky karena klien hilang dalam data.
  • Ini bisa jadi masalah besar karena kalau kita tidak tahu orangnya siapa, kita tidak tahu bagaimana memberikan rekomendasi yang tepat. Kalau salah, ujung-ujungnya pelanggan tidak akan kembali ke bisnis kita lagi. Kalau marketing tidak jalan, klien jadi bosan maka perusahaan tidak berkembang

Sribu

Medannya beda dengan offline. Bagaimana solusinya?
  • Karena kita cuma punya data mau tak mau kita telepon klien yang sudah pernah pakai produk kita. Fokus pada masalahnya, jangan tawarkan produk dagangan kita dulu. Cari tahu dulu misalnya, apakah ada yang salah dengan ayam goreng kita? Bagaimana harganya? Nah lakukan ini berulang kali
  • Setelah itu, tingkatkan website dari feed back.
  • Perbaiki lay out dan design
  • Di bisnis online, kurangi tampilan data (di website) supaya pelanggan tidak jadi bingung.
  • Perbaiki speed website kita. Website dengan pendapatan 1 miliar rupiah per hari jika mengalami delay 1 detik saja maka akan kehilangan 25 miliar per tahun.
  • 4 dari 10 klien sangat kecewa apabila produk anda tidak ada. Jangan sampai produk yang tersedia tidak lengkap seperti yang dijanjikan.

Sribu.com mempertemukan designer freelance dengan perusahaan yang membutuhkan desain logo perusahaan. Sedangkan Sribulancer.com adalah jasa pembuatan website, aplikasi mobile, desain penulisan artikel, sosial media marketing, dan penerjemah yang mempertemukan klien dengan freelance yang memiliki kemampuan tertentu.

Pengalaman kerjanya sebagai karyawan yang membuat Ryan mendirikan Sribu. Latar belakang munculnya ide itu adalah sewaktu masih bekerja di perusahaan travel dulu, bosnya sangat perfeksionis, menginginkan desain logo yang bagus. Setelah ditawarkan ke Kaskus dan menerima banyak desain, baru ada yang disetujui olehnya. Asumsi pembentukan Sribu adalah klien baru adalah pengusaha baru atau pengusaha lama tapi melek internet. Salah satu pengalaman menariknya adalah pernah mendesain logo perusahaan coklat Jusuf Kalla. Ryan memberikan rating kepada freelancer. Hingga saat ini telah bergabung 100 ribuan freelancer. Dan job yang diperoleh ada 20 ribuan.

Sribulancer

Ryan membagikan beberapa tips-nya untuk peserta yang hadir di event Ayo Berwirausaha, sebagai berikut:
  • Tanya 100 orang klien/kenalan yang sesuai dengan target market hingga mencapai produk market fit mengenai bagamana layanan perusahaan kita.
  • Buat strategi pemasaran. Di-cross selling satu sama lain sehingga eksistensi kita di bisnis orang ingat.
  • Strategi dapat klien baru: dengan Google Adwords.
  • Strategi retain klien dan eksistensi: gunakan blog dan kirim e-mail ke (calon) pelanggan. Ingat: jangan gempur klien dengan promo. Untuk blog, tiap minggu buat artikel baru. Tulis hal yang bisa di-share, misalnya tentang online marketing. Berikan tips kepada pembaca. Lebih bagus lagi jika bisa membuat pembaca ingat perusaaan kita begitu menemukan kata-kata “online marketing“.
  • Media Coverage. Lakukan media strategy tiap bulan. Meski bisnis kita di online, eksistensi tentang brand awareness sangatlah penting. Gunakan media mainstream juga. Karena media bantu supaya gaungnya kedengaran terus. Kalau brand tidak kedengaran, jual produk akan sangat susah.
  • Disiplin dalam melakukan email blast untuk media coverage, juga dalam update blog. Sampai hari ini, Ryan masih jalankan koneksi dengan media. “Bisnis adalah tentang persistensi. Harus step by step,” pungkas Ryan. Pada awalnya, bisnis Ryan hanya mampu menggaet 100 klien. Pada tahun kedua dia bisa mendapatkan 400 klien. Tahun keempat bisa memperoleh 7.500 klien.
  • Targetkan hal-hal berikut: 1) Brand kuat dan terdengar. 2) Positioning jelas. 3) Klien baru membeli produk kita. 4) Klien lama melakukan word of mouth mengenai produk kita ke koneksinya. 5) Ayomi klien lama.
  • Pastikan produk kita solid, kuat, dan bagus. Pastikan customer sevice kita melayani klien dengan cepat.

SESI FRANS BUDI PRANATA


Frans Budi Pranata yang dijuluki The Billionaire Maker menjadi presenter berikutnya. Frans memaparkan presentasi mengenai “bagaimana membangun bisnis miliaran dollar”. Lelaki yang tahun lalu berbicara 130 kali di berbagai event perusahaan dan kampus ini memiliki 3 komunitas. Dua di antaranya adalah Billionaire Mindset dan ADEI.

Pada bulan Juli 2015 dia terpilih sebagai sebagai The Best CFO melalui ajang “The Best CFO Award 2015” dari sebuah majalah bisnis di Indonesia berkat kepiawaiannya membawa Zalora hingga bertumbuh hingga 400% selama empat tahun kehadirannya di Indonesia.

Frans menjelaskan tentang bagaimana startup digital “mengganggu” transportasi, banking, dan retail yang mempermudah dalam banyak hal, termasuk mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat. Potensi besar di Ina adalah digital native.

Frans Budi Pranata di atas panggung

CFO PT. KinerjaPay Indonesia ini menceritakan mengenai KinerjaPay, dompet digital yang didirikan Februari 2015. Pada bulan Januari 2016, KinerjaPay listed di Amerika kemudian dalam 3 bulan mendapatkan pendanaan sejumlah belasan juta dollar Amerika Serikat. Harga sahamnya meningkat, dari 50 sen menjadi 75 sen. Selain itu ada KinerjaMall yang melaluinya ada 140 ribu barang yang bisa dibeli.

Penetrasi internet Indonesia saat ini adalah 132 juta, 53% laki-laki, sementara 47,5% perempuan. Sebanyak 29,2% berusia 35 – 44 tahun, 18%-nya usia 45 – 54 tahun. Frans banyak menyebutkan angka dan data, sayangnya saya tak bisa menuliskan semuanya. Termasuk pada bagian ini. Tapi terlihat di sini bahwa pengguna internet kebanyakan orang muda. Alasannya: 25,3% untuk update informasi, 7,4% mengakses media sosial. Konten komersial yang sering dikunjungi sebanyak 62% adalah online shop (terbesar). Menggunakan perangkat browsing 89.9 juta atau 67,8% berupa smartphone. Orang sekarang lebih suka mengakses internet secara mobile.

Frans membagikan kiat mengenai 7 sifat entrepreneur sukses, sebagai berikut:
  1. Rasa ingin tahu sangat besar.
  2. Kreatif.
  3. Jelas visinya apa.
  4. Kepemimpinannya baik.
  5. Suka risiko dan take action.
  6. Gigih luar biasa.
  7. Kemampuan berkomunikasinya baik.

“Dari 20 startup, 1 berhasil,” ujar Frans. Bagaimana supaya berhasil? Lakukan persyaratan berikut:
  • Hidup di masa depan.
  • Ciptakan apa yang belum ada di dunia ini.
  • Tuliskan dan tanyakan ke orang, “Saya punya ide ini, kira-kira idenya bagus tidak?”
  • Bikin prototipe bisa website untuk produk atau jasa. Lalu dalam bentuk aplikasi atau website, tunjukkan kepada 100 orang. Tanyakan, suka atau tidak. Apakah sulit atau mudah mengaksesnya. Ulangi sampai berhasil.
  • Cari partner, minimal 4. Cari yang bisa saling melengkapi. Kalau Anda jago IT, cari yang jago keuangan dan jago desain misalnya.
  • Buat perusahaan, CV atau PT.
  • Mencari pendanaan agar ide bisa dijalankan.
  • Launching, undang media, cari tempat yang pas.
  • Beri tahu semua orang.
  • Bisa kembangkan hingga jadi 100 user lalu 1000 user. Lihat apakah user kembali atau tidak. Banyak startup yang setelah dipakai, user-nya kesulitan pembelian, dan lain-lain. Uber berani mengambil langkah awal dengan meng-hire driver profesional supaya orang yang pertama kali naik uber merasa nyaman.
  • Kalau user tak kembali, perbaiki dulu. Setelah itu launching lagi.
  • Punya capital sources (permodalan), yaitu: 1) Boost traping (dari tabungan sendiri). 2) 3 F: friend, familiy, dan fools. 3) Inkubator/akselerator. 4) Angels, orang yang rela uangnya hilang karena startup hanya kemungkinan 5% berhasil. 5) Venture capital, yang memberikan modal (seperti bank dan KinerjaPay lakukan).

Mengapa perlu menggunakan digital marketing? Alasannya, karena hal-hal berikut:
  • Targeted, terukur
  • Real time. Anytime, anywhere.
  • Engagement, bisa berinteraksi.
  • Viral, bisa tersebar.

KinerjaPay

Digital revolution awalnya hanya info pada tahun 1998. Pada rentang 1998 - 2003 ada perdagangan seperti model Amazon dan Ebay. Tahun 2003 – 2006 marak medsos. Telepon perlu waktu 75 tahun utk capai 175 juta. GoJek sangat tinggi, melebihi tinggi value maskapai Garuda.

Bagaimana tidak, distribusi pesan di ranah online sangat cepat. Redmi Note di Lazada terjual sebanyak 10.000 unit dalam 40 detik. Dengan demikian mata rantai distribusi bisa dipotong. Alibaba, progress-nya sangat besar. Dalam 1 hari Alibaba mampu menjual 14,3 miliar USD (193 triliun) dalam 24 jam. Lima perusahaan terbesar di dunia ini meraih keuntungan yang lebih besar lagi: Apple, Google, Microsoft, Amazon, dan Facebook.

Penjelasan Frans berpindah kepada bentuk dunia digital baru yang kini beragam:
  • Financial technology (FinTech), proses pembayaran, transfer, jual beli saham, proses peminjaman uang secara peer to peer dan lain-lain. Contohnya: Paypal.
  • Sharing economy (GoJek, Uber, Grab).
  • virtual reality (Pokemon Go).
Orang-orang terkaya di dunia masa kini adalah yang menggeluti bidang teknologi:
  • Steve Job (Apple).
  • Mark Zuckenberg (Facebook).
  • Jack Ma (Alibaba).
  • Oliver Samwer (Rocket Internet).
  • Nadiem Makarim (GoJek).
  • Ahmad Zaky (Bukalapak).

Masa kini adalah eranya kolaborasi. Ada pergeseran: dari yang memiliki menjadi sharing. Data technology andalannya. Kelebihannya: cost lebih murah. Sehingga orang beralih ke aplikasi. Menemukannya bisa lebih cepat. Uber misalnya, dalam hitungan 1 menit menjangkau pelanggan. Bandingkan dengan Blue Bird yang butuh waktu lebih dari 10 menit mencari customer.

Sosok yang berada di balik kesuksesan Zalora ini lalu menceritakan bahwa Zalora membuat e-commerce, bukan hanya website. Tetapi bagaimana costumer bisa dipuaskan? Salah satu caranya adalah CEO Zalora tampil berbicara di kampus-kampus. Zalora bertumbuh bak “kecepatan cahaya”, sebesar 300 – 400%. Zalora ada di 100 negara, dengan lebih dari 800 brands.

Hak-hal yang diperhatikannya dalam membesarkan Zalora adalah:
  1. Kepuasan pelanggan.
  2. Produk.
  3. Customer Service.
  4. Website.
  5. Logistik, exspress delivery.
  6. Payment: COD, transfer.

Frans membagikan kiat-kiatnya lagi, dengan mengatakan, “Startup jangan hanya cari uang tapi penting punya dream; passion; values, meaning; hibur costumer; dan excellent produk.

Selain itu, masih ada kiat lain yang dibagkannya, “Kosongkan gelas Anda. Mimpi yang besar. Lakukan yang Anda cintai melebihi harapan. Berdiri untuk sesuatu yang penting. Dan ciptakan produk yang orang impi-impikan!”

Makassar, 20 Maret 2017

Bersambung

Catatan:

Reportase ini tidak berisi seluruh pemaparan Frans dan Ryan. Banyak sekali hal yang mereka sampaikan, saya hanya bisa mencatat sebagiannya saja.

Baca juga tulisan-tulisan sebelumnya:
  1. Dunia Digital: Tantangan Bagi UKM Indonesia
  2. Tantangan dan Peluang Menjalankan Bisnis Secara Online

Juga tulisan-tulisan lain tentang UMKM dan startup:




Share :

2 Komentar di "Membangun Eksistensi Bisnis di Ranah Online"

  1. Keren banget mbak, beruntung sekali bisa ikut acara semacam ini. Btw mbak, Frans Budi Pranata itu keren banget orangnya, cerdas. Semoga saya bisa ketemu juga...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wih, luar biasa cerdas. Beliau ingat detail angka2 dari data yang disebutkan. Luar biasa ....

      Hapus

Untuk saat ini kotak komentar saya moderasi karena banyaknya komen spam yang masuk. Silakan tinggalkan komentar ya. Komentar Anda akan sangat berarti bagi saya. Tapi komentar yang kasar dan spam akan saya hapus ya ^__^