“Hukum Saja!”

Jatah main komputer Athifah bisa dipotong atau bahkan hilang kalau ia tidak shalat atau tidak merapikan mainannya. Pernah ia tidak boleh main komputer selama 4 hari berturut-turut karena membiarkan mainannya berantakan di ruang keluarga di malam hari. “Masih mau main lagi,” alasan yang diberikan nona mungil ini. “Tidak bisa begitu dong. Harus dirapikan dulu, besok baru ambil lagi!” Mama bertitah.

Malam itu ada sedikit mainan Athifah yang “terhambur”. Maka Mama berkata kepada Athifah, “Mama potong jatahnya main komputer besok.”
Dihukum saja Ma, tidak usah main besok,” jawab Athifah.
Hah? Dihukum? Benar?” tanya Mama. Heran, anak ini malah minta dihukum.
Athifah mengangguk super mantap.
“Kenapa minta dihukum?”
“Saya sudah bosan main komputer!”

Ha ha baguslah kalau begitu, saingan Mama dalam pemakaian laptop berkurang satu. Tinggal Affiq dan Afyad. Mungkin karena tak ada game dan film baru, Athifah menjadi bosan.

Keesokan harinya, entah sadar atau tidak nona mungil ini mengambil alih mouse saat Afyad tengah memegangnya. Matanya tertuju ke layar laptop.

Eits, katanya minta dihukum?” Mama mengingatkan.
Athifah tersenyum malu dan melepaskan tangannya dari mouse.

Makassar, 16 April 2013

Memang godaan laptop teramat besar ...


Share :

4 Komentar di "“Hukum Saja!” "

  1. Hihihi.. Ayo Athifah main monopoli aja sama tante Dhe jangan main laptop atau bagaimana kalau qt main conklak??

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bagus tuh, Athifah belum pernah melihat congklak :D

      Hapus
  2. Pendidikan anak dari dini memang penting banget ya

    BalasHapus
  3. Mba, hati-hati tuh. Dari gelagatnya seperti mau memberontak ananknya. Atau hanya firasat saya ya?

    BalasHapus

Untuk saat ini kotak komentar saya moderasi karena banyaknya komen spam yang masuk. Silakan tinggalkan komentar ya. Komentar Anda akan sangat berarti bagi saya. Tapi komentar yang kasar dan spam akan saya hapus ya ^__^