Anak SMP: Kisah 5 Dara

Kisah 5 Dara - Di time line media sosial saya berseliweran foto profil yang menampilkan pemilik profil berdampingan dengan logo 60 tahun SMPN 6 Makassar. Saya jadi ikut tergoda juga memajang foto saya bersama keempat sahabat sejak masa SMP: Ifayanti, Yulia Ekawaty, Ira Miranti, dan Rini Indrayanti.

Di antara keempat perempuan hebat ini, satu orang sudah menyelesaikan studi S3 sementara 3 orang lainnya sudah menyelesaikan studi S2 mereka. Masya Allah, keren ya sahabat-sahabat saya ini? 😍
Foto yang saya pajang hanya di time line, tak saya jadikan foto profil. Yang membuatnya pun bukan saya.

Foto itu “hasil” dari perbincangan di grup kelas kami. Adi Jo membuatkan untuk saya dan Uli, lalu Uli membuatkan foto kami berlima. Ah, jadi pengen cerita mengenai kisah persahabatan kami di SMP dulu.


Nama gank kami adalah 5 DARA. 😆

Tiga orang dari kami: saya, Ifa, dan Rini sekelas di sekolah dasar tapi masuk SMP-nya ndak janjian. Sedangkan Uli dan Ira, berasal dari sekolah berbeda. Kami masuk sekolah ini setelah melalui penyaringan yang cukup ketat.

Waktu itu ujian akhir semasa sekolah dasar bernama EBTANAS (Evaluasi Belajar Tahap Akhir Nasional), mengujikan 5 bidang studi. Hasilnya disebut NEM (Nilai Ebtanas Murni). Waktu itu yang bisa masuk SMPN 6 yang NEM-nya di atas 38 atau rata-rata di atas 7,5.

5 Dara, 1986 – 1989.

Nama itu kami pilih karena ... hm ... karena apa ya haha, lupa. Yang jelas, istilah itu simple untuk mewakili kami berlima. Para siswi kelas B SMPN 6 dalam rentang waktu 1986 - 1989 yang sok-sok nge-gank.

Pulang sekolah atau kalau guru tak masuk, biasanya nongki di rumah Ifa atau rumah neneknya Rini. Sesekali ke rumah Ira. Beda dengan anak jaman now yang seringnya nongkrong di kafe.

Terakhir kumpul lengkap tahun 2014.

Dulu, kami biasanya jalan kaki saja dari sekolah ke rumah Ifa atau naik pete-pete (angkot). Yang jelas ke mana-mana itu naik pete-pete, disambung jalan kaki atau naik becak. Anak sekarang simple, ada ojek online.

Kami punya pengalaman saat hujan deras, jalan kaki sembari berpayung. Ketika angin kencang datang, si payung hitam besar sontak jadi semacam antena parabola. Si payung menghadap ke atas dan menampung curahan hujan. 😂

Kami pernah bikin photo shoot di Fort Rotterdam dengan aneka kostum yang berasal dari lemari Ifa pakai roll film yang dibeli secara patungan terus pergi cuci foto. Menunggui hasilnya atau pergi lagi, nanti baru diambil.

Beberapa kali kami makan mie pangsit gratis di warung mbahnya Rini, pernah ke Malino bareng keluarganya Ifa. Sepanjang perjalanan diiringi lagu-lagu dari kaset Hary Moekti yang diputar berlang kali sampai-sampai saya hafal lagu Laron-laron Desa. Terus ..... apa lagi, ya. 🤔

SMPN 6 tampak depan sekarang.
Sumber: http://smp6makassar.blogspot.com

Ah iya, setiap PORSENI (Pekan Olahraga dan Seni), kami berlima masuk tim vocal group. Saya percaya diri saja bersama mereka padahal kualitas suara saya sebenarnya mengecewakan hahaha. Koreografernya Ifa – cewek aktif nan kreatif dan berjiwa pemimpin itu.

Ifalah yang suka mengatur apa-apa, termasuk kalau giliran kelas B bikin mading (majalah dinding). Dia yang merencanakan dan lebih banyak mengambil keputusan. Entah kenapa kami nurut saja sama dia. Tapi anaknya memang kharismatik, sih. 😁 Suatu kali kami pakai tikar bambu yang dipiloks sebagai wadah mading itu ... lupa ide siapa itu, sepertinya sih ide si Ifa.

Sekarang, apakah masih ada sekolah yang aktif majalah dindingnya dan diselenggarakan oleh tiap kelas? Dulu di SMP, tiap kelas dari kelas 1 hingga kelas 3 harus membuat majalah dinding. Tiap kelas mading-nya dipajang selama sebulan.

Alhamdulillah, tidak berkonflik semasa sekolah. Keseharian kami riang-riang saja meskipun menghadapi guru galak. Sekelas kami pernah dihukum guru Geografi karena diuduh menertawakan dirinya.

Padahal kejadiannya, sebelum beliau masuk kelas ada teman yang kentut dan seisi kelas terbahak-bahak. Pas lagi ramainya kami tertawa, ibu guru Geografi masuk kelas dan beliau pun baper karena mengira kami menertawakannya.

Setelah mendewasa dan menua sesekali 5 DARA eh 5 MAMAK ini masih ngumpul tapi jaraaang sekali lengkap berlima. Paling sering bertiga atau berempat. Kalau bertemu, kelima mamak bermata plus ini membincangkan masa lalu dan masa sekarang, sesekali masa depan. Saling menguatkan jika ada yang perlu dikuatkan atau dihibur.

Ah, semoga kita semua selalu baik-baik saja, ya sahabat.💚💚💚💚💚

Makassar, 16 Maret 2020

Baca juga:




Share :

14 Komentar di "Anak SMP: Kisah 5 Dara"

  1. wih jadi throw back sepertinya mba hehe.

    ReplyDelete
  2. Kak Niar hebat bangeettt, bisa ingat detail cerita masa muda dulu :)
    Aku dulu juga punya sahabat, semacam geng syariah gitu *halaaahhh
    Tapi aku lupaaa detail perjalanan kami kayak gimana :)

    ReplyDelete
  3. Aihh seru ya sahabatan dari masih muda, aku sahabatan SMA masih suka kumpul juga sometimes. Pokoknya punya sahabat asyik ya bikin hidup jadi seru 😀

    ReplyDelete
  4. Emang anak SMP sukanya ngegank ya? Jadi inget masa SMP juga punya temen gank. Isinya cuma ketawa ketiwi, sesekali jalan ke mal kalau hari Minggu. Sayangnya tidak berlanjut sampai sekarang. Justru yang akrab banget sama teman2 SMU. Sampai sekaramg masih saling kontak dan sesekali meetup. Ah jadi kangen sama mereka 🖤

    ReplyDelete
  5. Duh senang sekali ya punya kenangan dengan teman sekelas jaman dulu. Tahun Kakak SMP, saya baru masuk SD tuh Kak. Hehehe...

    ReplyDelete
  6. saya jaman sekolah jg nongkrongnya di rumah teman. ke cafe mah kalu ada yg bayarin, wkwkw. eh tali persahabatannya kuat yaaa... hebat deh silaturahmi tetap terjaga

    ReplyDelete
  7. Hihihi jadi pingin ikutan nulis, di SMP dulu saya juga punya sobat, kami selalu ber4 😀😀😀

    ReplyDelete
  8. Seru banget ya kalau punya teman dekat, aku sih punya juga sahabat sekolah, sudah pada merantau, kalau kangen sering WA aja.

    ReplyDelete
  9. Aih jd ingat zaman masa2 SMP punya grup PAGODA tp.sampai saat ini ga pernah terhubung lagi nih..

    ReplyDelete
  10. MasyaAllah asyiknya ya mbak masih bisa ngumpul dengan teman-teman SMP. Saya gak bisa lagi karena jauhan tempat tinggalnya dengan teman-teman. PAs mudik udah gak sempat lagi mikirin itu, fokus ke keluarga besar dulu.

    ReplyDelete
  11. Senangnya punya sahabatan awet hingga sekarang. Aku asli ga ada lagi
    Sahabat datang dan pergi

    ReplyDelete
  12. Bacanya aku kaya ada disana.. detail sekali kaya baca novel hehe... semoga semua sehat selalu yaa kak

    ReplyDelete
  13. Padahal kejadiannya, sebelum beliau masuk kelas ada teman yang kentut dan seisi kelas terbahak-bahak. Pas lagi ramainya kami tertawa, ibu guru Geografi masuk kelas dan beliau pun baper karena mengira kami menertawakannya. < -- Hahaha, langsung ngakak nih. Kelas kami pernah juga mengalami hal seperti ini, dan gurunya bapak-bapak yang langsung baper. Kami pun dihukum, langsung ujian di saat itu juga. Hahaaha.

    ReplyDelete
  14. Hihi, aku lgsg ngakak baca kejadian si guru bapernya, Niar. Permnah ngalami hal seperti ini juga waktu di SMA tapinya.

    Bapak guru kami baper berat dan kami langsung dihukum. Hukuman yang ga tanggung-tanggung, UJIAN saat itu juga. Haha.

    ReplyDelete

Untuk saat ini kotak komentar saya moderasi karena banyaknya komen spam yang masuk. Silakan tinggalkan komentar ya. Komentar Anda akan sangat berarti bagi saya. Tapi komentar yang kasar dan spam akan saya hapus ya ^__^