3 Alasan Mamak Zaman Milenial Membayar dengan QR Code

3 Alasan Mamak Zaman Milenial Membayar dengan QR Code – Sekira 5 tahun yang lalu pada sebuah acara yang membahas ekonomi digital ada salah seorang pembicara yang mengatakan bahwa mungkin saja nanti orang membayar memakai HP. Di situ saya bengong. Macam mana itu, ya?

Dan ternyata sekarang, hal itu sudah biasa dilakukan. Bahkan saya sendiri pun melakukan dan menikmatinya. Datang ke sebuah gerai, menyodorkan HP yang sebuah aplikasinya telah diaktifkan dan terhubung ke sistem yang dimiliki gerai, lalu input sandi, finished. Transaksi selesai. So simple!


Bagi mamak-mamak yang berasal dari generasi X seperti saya, pasti merasakan perkembangan jaman now ini luar biasa percepatannya. Baru saja saya terbiasa mencoba menggunakan kartu debit (kartu ATM) yang menggeser era cash ke cashless, sudah ada kartu-kartu e-money atau uang elektronik.

Baru saja mau mencoba membiasakan menggunakan kartu uang elektronik, eh sudah ada cara pembayaran baru, menggunakan ponsel dengan cara memindai QR code – dalam hal ini Go-Pay. Baru saja mencoba membiasakan menggunakan Go-Pay, ternyata OVO juga berkembang pesat, disusul LinkAja dan DANA. Amazing!

Alasan Mamak-mamak Ikut Gaya Milenial, Membayar Menggunakan QR Code


Merasa beruntung saya karena menjadi orang pertama di rumah kami yang menggunakan QR code untuk pembayaran. Artinya, saya masih bisa mengikuti perkembangan zaman dan bisa mengedukasi keluarga dalam hal ini. Mau tahu apa alasan saya menggunakan pembayaran dengan QR code?

Apa lagi alasan pertama dan utamanya kalau bukan berburu harga diskon! 😜


Tahulah, mamak-mamak. Kami ini dituntut keadaan untuk pandai melihat peluang dalam artian, di mana saja, apa saja yang sedang diskon di situ. Atau untuk mencari produk tertentu, baiknya membeli di mana karena di situ yang paling murah harganya. 😅

Salah satu tempat hang out di Makassar yang pembayaran makanan dan
minumannya harus menggunakan QR code.

Di awal menggunakan Go-Pay saat berbelanja di mini market misalnya. Waktu itu ada iming-iming berbelanja minimal harga tertentu ada diskon sebesar 50% berupa cashback. Wih, mayan banget, kan? Mana pula boleh sekian kali bertransaksi, potongan 50% itu tetap berlaku. Terus pakai akun pak suami, berlaku pula. Jadilah terkumpul belanjaan bulanan hasil diskon menggunakan QR code.

Sudah saya niatkan, besok-besok kalau perlu akun anak saya akan saya pergunakan juga. Jadi, saya bisa menggunakan 3 akun untuk mendapatkan keuntungan semaksimal mungkin. 😁

Alasan kedua: tidak perlu repot dengan uang kembalian.


Suka gemas juga kalau berbelanja di mini market, dikasih uang kembalian pecahan 100 dan 200 rupiah. Mau ditabung dan dibelanjakan tentu sudah tidak bisa. Palingan ditukar kembali ke mini market, sebagai usaha simbiosis mutualisme yang adil. Dia butuh uang kecil, saya tak butuh. Yang saya butuhkan adalah pecahan lima ribuan atau sepuluh ribuan.

Jelilah melihat peluang! 😛

Alasan ketiga: lebih aman dalam perjalanan.


Yes, dalam perjalanan pulang dan pergi berbelanja, lebih aman rasanya karena tak membawa banyak uang cash. Cukup handphone yang dijaga keselamatannya selain diri kita sendiri. HP jaman now itu, biarpun harganya ndak mahal, di dalamnya bisa saja ada saldo dalam jumlah besar.

Eh tapi saldo saya ndak pernah banyak sih, diisinya sedikit-sedikit sesuai kebutuhan belanja. Biasanya langsung kosong lagi sehabis belanja.  🙈


Video pengalaman berbelanja dengan QR code.

Itulah 3 alasan asyiknya mamak-mamak ini menggunakan QR code dalam berbelanja. Sekarang kalau lihat stiker QR code di tempat belanja, sudah tahu bisa menggunakan aplikasi apa untuk pembayarannya. Stiker QR code kan khas, ya. Lalu, melihat logo di dekat stikernya, atau logo pada alat deteksinya (semacam terminal POS EDC), sudah paham bisa menggunakan aplikasi apa.

Persoalannya adalah, ponsel saya hanya bisa memuat 1 aplikasi pemindai QR code saja. Tidak cukup space memorinya untuk aplikasi lainnya lagi. Padahal kan asyik kalau bisa punya 4 aplikasi. Mana yang sedang diskon gede-gedean, itu yang dipergunakan. Kan beda-beda tuh, untuk produk/gerai yang sama, ada yang diskonnya 50% dan ada yang 30% saja. 🙆

Itu sih masalah yang harus saya atasi sendiri 😩

Jadi begitulah saudara-sadara, runutan peristiwanya sampai saya mencari tahu apakah sesungguhnya QR code itu?

Pindai kode QR-nya.

Apa Itu QR Code


Jadi, saudara-saudara, QR (Quick Response) code itu adalah bentuk evolusi kode batang (bar code) yang satu dimensi menjadi dua dimensi.

Kode matriks ini dikembangkan oleh Denso Wave, sebuah divisi Denso Corporation yang merupakan sebuah perusahaan Jepang dan dipublikasikan pada tahun 1994 (sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Kode_QR).

OVO. Sumber gambar: https://www.ovo.id

Untuk membacanya, harus ada pemindai QR code pula yang nantinya membaca data yang tersusun secara vertikan dan horizontal. Di sinilah keunggulan QR code dibandingkan bar code karena bar code (kode batang) hanya dapat menyimpan data secara horizontal.

Fungsi QR Code


Lalu, apakah fungsi QR code hanya untuk pembayaran saja?

Oh tidak, Marimar! Kode QR berfungsi bagaikan hipertaut (hyperlink) fisik yang dapat menyimpan alamat dan URL, nomor telepon, teks atau SMS yang dapat digunakan pada majalah, surat harian, iklan, pada tanda-tanda bus, kartu nama ataupun media lainnya.

LinkAja. Gambar dari: https://www.linkaja.id/

Jadi nih, kalian bisa membuat QR code sendiri yang kalau orang memindainya akan terhubung langsung ke alamat blog atau nomor WA kalian. Kode ini menghubungkan secara cepat konten online dan konten offline. Ada koq aplikasi membuat QR code yang bisa diakses secara gratis dan gampang.

Nah, kalau kalian pengusaha yang pembayaran produknya bisa menggunakan QR code, kalian bisa membuat kode dan memasangnya. Hanya saja bisa berbeda-beda penerapannya untuk aplikasi yang berbeda-beda.

Menyeragamkan dengan QRIS


Jadi nih kalau ada pembeli yang menggunakan DANA, berbeda kodenya dengan yang menggunakan LinkAja. Akan lebih sederhana halnya kalau bisa satu kode saja, sama untuk semua aplikasi, kan? Karena alasan itulah maka Bank Indonesia meluncurkan QR Code Indonesia Standard pada bulan Agustus lalu.

DANA. Sumber gambar: https://dana.id/

Dalam peluncuran QRIS (Quick Response code Indonesia Standard), Gubernur Bank Indonesia – Perry Warjiyo[1] menyampaikan bahwa QRIS mengusung semangat UNGGUL (UNiversal, GampanG, Untung dan Langsung).

QRIS UNGGUL mengandung makna, yaitu Pertama, UNiversal, penggunaan QRIS bersifat inklusif untuk seluruh lapisan masyarakat dan dapat digunakan untuk transaksi pembayaran di domestik dan luar negeri.

Kedua, GampanG, masyarakat dapat bertransaksi dengan mudah dan aman dalam satu genggaman ponsel. Ketiga, Untung, transaksi dengan QRIS menguntungkan pembeli dan penjual karena transaksi berlangsung efisien melalui satu kode QR.

Saat launching QRIS. Sumber foto: https://www.bi.go.id/

Satu kode ini dapat digunakan untuk semua aplikasi pembayaran pada ponsel. Keempat, Langsung, transaksi dengan QRIS langsung terjadi, karena prosesnya cepat dan seketika sehingga mendukung kelancaran sistem pembayaran.

Menurut Gubernur BI[2], standardisasi QR Code ini dibuat untuk mendorong efisiensi transaksi, mempercepat inklusi keuangan, memajukan UMKM, dan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Perry mengatakan bahwa QRIS disusun oleh Bank Indonesia dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) dengan menggunakan standar internasional EMV Co[3]. Dalam uji coba tahap kedua pada semester pertama 2019 ini ada 12 perusahaan yang menerapkan QRIS.

Selanjutnya, pada 1 Januari 2020 mendatang Bank Indonesia (BI) mewajibkan seluruh penyedia layanan pembayaran non tunai menggunakan sistem QRIS ini. Akan lebih memudahkan, ya. Sayangnya belum cukup memudahkan para mamak. Inginnya, semua sistem pembayaran bisa diakses dari mana saja.

Launching QRIS. Sumber foto: https://www.bi.go.id/

Maksudnya walaupun yang diskon Go-Pay misalnya, bisa dibayar pakai OVO yang it means jadi bisa dapat diskon juga. Atau kalau tidak demikian, bagaimana kalau handphone mamak-mamak seindonesia dijamin kesejahteraannya, dengan boleh tambah ruang (di-support BI) supaya dengan selamat sentosa bisa mengunduh semua aplikasi yang menggunakan QR code.

Bagaimana? Hal tersebut kan akan meningkatkan kesejahteraan seluruh rumah tangga di Indonesia yang juga berarti kesejahteraan rakyat secara keseluruhan? Lalu ditimpuk ramai-ramai oleh para penyelenggara dompet digital pakai saldo mereka. 😏

Makassar, 6 November 2019





[1] Sumber: https://www.bi.go.id/id/ruang-media/siaran-pers/Pages/SP_216219.aspx
[2] Sumber: https://tekno.kompas.com/read/2019/08/17/11055727/bi-luncurkan-standar-qr-code-indonesia.
[3] EMV Co. adalah lembaga yang menyusun standar internasional QR Code untuk sistem pembayaran.



Share :

54 Komentar di "3 Alasan Mamak Zaman Milenial Membayar dengan QR Code"

  1. Semua ada di satu QR Code, apa gak makin lancar aja transaksi itu ya kak :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wih bakal makin lancar, praktis, dan simple, Bang Wahyu 😁👍

      Delete
  2. Sepertinya mudah sekali nih, wajib dicoba deh kayaknya hehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cobalah Mbak Nisa dan dirimu akan ketagihan :D

      Delete
  3. Terimakasih banyak sudah berbagi informasi yang sangat bermanfaat ini Mbak hehe.

    ReplyDelete
  4. Mudah dan praktis banget ya Mbak, jadi ingin nyobain nih hehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyak betuuull.
      bikin transaksi jadi makin gampiil dan super menyenangkan

      Delete
  5. Seru banget ya Mbak, wajib nyobain juga nih hehe. terimakasih banyak Mbak.

    ReplyDelete
  6. Zaman sekarang memang semuanya serba mudah ya Mbak, berkat adanya teknologi yang semakin canggih.

    ReplyDelete
  7. Makin asyik, simpel dan ngga pake pusing ya Mak, kalo belanja pakai QR Code Standar
    Aduuuh, emak2 rempong shiaaappp shopping maksimal niih!
    --bukanbocahbiasa(dot)com--

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha bisa shopping maksimal Maak, siapkan saja budget maksimaal :D

      Delete
  8. Aku baru coba pas ke GoFestival di Bandung mba, dasar aku norak awalny sih dipandu eh udah bisa jadi jajan terussss dah saking senangnya pembayaran semudah itu bener juga ga perlu bawa uang banyak asal HP aja

    ReplyDelete
    Replies
    1. HPnya tapi yang kudu dijaga baik-baik ya Mbak

      Delete
  9. Duh kalo banyak diskonnya kumauuu kak.. hehe emak2 jaman now emang banyak kemudahan ya buat belanjain duit hehe

    ReplyDelete
  10. Pembayaran pakai QR Code emang nyaman banget sih sekarang. Kalau misalnya ada merchant yang menerima pembayaran QR Code, bakal milih itu dibanding cash..apalagi banyak diskonnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Beuh, diskon itu pemikat yang paling kuat :D

      Delete
  11. Hahahaaa... mau lah ikut nimpuk Mb Niar, biar ntar diganjar saldo dari berbagai pemilik dompet online :))

    Asalkan ada saldo, memang lebih enak bayar pake pindai QR Code gini mba. Ga pakai drama kembalian uang seratus ataupun permen :)) *kuno banget kembalian pake permen yak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Beu gak boleh dong Mbak Uniek, kecuali kalo Mbak Uniek punya saldo dompet elektronik ... nah nimpuknya boleh deh pakai saldonya :D

      Delete
  12. ooh gituuuu ya Marimar, QR code ini bisa untuk data kita pribadi?
    Aku sih suka karena ga harus bawa bawa duit juga, kadang pusing suka ilang atau jatuh. Pernah ngejatuhin uang 100 ribu, agak nyesek hahahah kalo jatuhnya ke kotak amal kan bagus ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wiih kalo sampe 100 ribu jatuh/hilang ... bukan agak nyesek lagi, melainkan nyesek banget, Mbaak :D

      Delete
  13. Aku juga dimudahkan dengan QR Code, Mbak Niar. Cepat dan praktis. Sering dapat potongan lagi hehe. Era sekarang cari yang gampang gampang aja ya kan, kayak QRIS gini--ga takut kehilangan diskon atau cashback. Moga tambah bagus inovasi BI ini!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yes, kita makin semangat belanjanya malah ya :D

      Delete
  14. Setuju sih enaknya pake qr tuh promonya menarik trus ga repot sama uang receh.

    Enaknya kalo semua jenis pembayaran jadi satu, jd ga ribet top up sana sini. Tapi kalo ditimpuk saldo sih mau. Huahahahah

    ReplyDelete
  15. sekaarng semua harsu lebih praktis ya , akan lebih banyak yg pakai

    ReplyDelete
  16. aduh aduh aduh aku baru merasakan manfaatnya bayar cashless wkwkwk
    ternyata enak ya krna bisa dapet cashback. berharap bisa ngumpulin banyak poin dan cashback buat belanja lagi :D

    ReplyDelete
  17. Pembayaran dengan memakai QR Code memang jauh lebih praktis ya, nggak usah pusing dengan uang kembalian dan yang paling bikin happy, biasanya banyak promo/diskon, lumayan banget belanja bisa lebih hemat.

    ReplyDelete
  18. yang kalau orang memindainya akan terhubung langsung ke alamat blog atau nomor WA kalian. Kode ini menghubungkan secara cepat konten online dan konten offline. Ada koq aplikasi membuat QR code yang bisa diakses secara gratis dan gampang.

    wah..baru tau lho mbak bisa gini..hihihi gaptek bgt yaa..

    tapi skrg mungkin blm sampai level butuh QR buat diri sendiri. levelnya baru scan QR pihak lain buat bayar2 atau baca hahaja

    ReplyDelete
  19. Dengan promosi yang sangat gencar berupa promo potongan harga besar-besaran menjadi berkah tersendiri untuk mendapatkan harga yang jauh lebih murah.

    Sangat sepakat dengan QR code, proses transaksi terasa sangat gampang.

    ReplyDelete
  20. Kalau tergoda banget sama diskon memang rasanya pengen install semua. Tapi, saya pun paling hanya 1 aja yang diinsta;; :D

    ReplyDelete
  21. Dan karena ketiga alasan itulah aq betah melakukan transaksi pake QR Code kak, apalag mudah dan praktis di bawa ke mana mana gak rempong lg di dompet hehehe

    ReplyDelete
  22. Jadinya lebih simpel ya, kita gak perlu bawa uang cash banyak-banyak. Cukup modal hape aja, semua transaksi bisa dilakukan dengan mudah.

    ReplyDelete
  23. saya suka soalnya ada cashback jadi lebih hemat kan walau beli makan di luar. hihi samaaaa...saya pun orang pertama yg coba di lingkungan rumah

    ReplyDelete
  24. Aku sepertinya sudah jarang banget deh transaksi tunai atau menggunakan debit. Karena sebagai anak cashless yang selalu mengandalkan aplikasi yang aku punya. Apalagi kalau sedang ada cashback, senangnyaaaaaa

    ReplyDelete
  25. Lengkap amat kak, calon juara nih tulisannya..duh ngiri pengen bisa nulis sedetil ini..

    ReplyDelete
  26. Serba gampang yah, ga usah repot2 lagi tinggal klik aja selesai deh, senangya.

    ReplyDelete
  27. Akupun srkang kemanapun klo kulineran dah biasa lebih prepare pakai QR Qode lbih praktis cepet dn banyak promo sih intinya☺️

    ReplyDelete
  28. Saya juga lebih seringnya pakai uang elektronik mbak, tinggal scan2 gitu. Wah ada ya penyamaan kode QR? Baguslah itu. Soalnya kalau gak slah untuk produk pun dr BPOM udah mulai "galakin" ganti kode ke kode QR, kyknya standarnya sama, tapi yg ini khusus buat pembayaran. Enaknya kita lbh hemat uang ya, apalagi pas bayarnya gak rugi kalau kembalian gak ada haha

    ReplyDelete
  29. lebih kepraktisan sih sebenarnya ya, hanya karena add QR Code ini jadi makin cashless, uang di dompet bisa diitung ada berapa hehehhe

    ReplyDelete
  30. Cashback itu memang menggoda ya mbak.
    di handphone saya sudah ada gopay, ovo dan juga LinkAja, tinggal Dana yang belum hehehe...

    ReplyDelete
  31. saya juga kak termasuk dalam golongan cashless people yang kemana2 malas bawa uang tunai. dulu mengandalkan debit atm buat biaya pengeluaran, skrg lebih fokus ke QRcode karena banyak promo cashback

    ReplyDelete
  32. Tidak usah tercengang mak, habis ini bisa mayar cuman pake kedipan mata.

    ReplyDelete
  33. Toss! Sesama pemburu diskon. Pake QR code itu biasa kalo pas ada diskon. Asyik juga karena gak bingung dengan uang kembaliannya.

    ReplyDelete
  34. praktisss, gausah bawa cash banyak2..

    ReplyDelete
  35. Sekarang jadi andalan suami kalau bayar segala macam pas pembayaran, selain praktis bener tuh dapat diskon dan cashback

    ReplyDelete
  36. Sy baru tau kepanjangan qr berkat membaca artikel ini hahaa, padahal sering pakai. Makasih kk mugniaar...

    ReplyDelete
  37. Saya saja belum pernah bayar pake QR ini. Gak punya Gopay, OVO dan sejenisnya sih. Duh, masih ketinggalan banget. Itu pun baru tahu pembayaran digital ini setelah baca blogspot yang pada bahas tentang QR. Ya bukan tidak mungkin ke depannya, pembayaran udah gak pake uang tunai lagi ya Kak. Apalagi kalau QRIS udah mulai diberlakukan. Tentunya pembayaran debgan QR juga lebih praktis cuma saya masih aja belum cobain, hehe

    ReplyDelete
  38. Bagus nih memudahkan urusan apalagi mamak2 rempong.praktis gampang bawanya gk pake ribet.

    ReplyDelete
  39. Iya mbak, aku juga baru baru ini mulai mencoba belanja pakai QR code mbak, aduh, beneran asyik banget ya, mpe ketagihan haha abis banyak diskon dan cashbacknya ya hihi alhamdulillah

    ReplyDelete
  40. Wah menarik sekali ya. Kodenya di seragamkan. Jadi mudah. Kalo di tempat saya cuma Go Pay doang yang bisa dipakai

    ReplyDelete
  41. Udah jamannya ya.. gak perlu bawa dompet..dengan segepok uamg cash.. yg penting HP selalu on dan saldo di berbagai aplikasi pembayaran gendut hehe

    ReplyDelete

Untuk saat ini kotak komentar saya moderasi karena banyaknya komen spam yang masuk. Silakan tinggalkan komentar ya. Komentar Anda akan sangat berarti bagi saya. Tapi komentar yang kasar dan spam akan saya hapus ya ^__^