ICN Creators Gathering Roadshow: 8 Karakter Agar Influencer Mendapatkan Repeat Order

IDN Creative Network (ICN), influencer marketing agency dari Jakarta mengadakan Creators Gathering Roadshow ke beberapa kota di Indonesia. Ini kali kedua saya menghadiri gathering yang berlangsung pada tanggal 21 September lalu di Horison.

Rona Permatasari – Creator Development Manager – IDN Creator Network memaparkan bahwa brand membutuhkan influencer yang skalanya besar dan kecil. Peluang untuk yang berada di luar Jakarta terbuka lebar.

Mengapa brand sekarang memilih menggunakan influencer? Karena orang-orang lebih percaya review-nya influencer ketimbang iklan TV dan billboard. Alasan lainnya adalah melalui influencer orang bisa bertanya sehubungan dengan produk/brand terkait di kolom komentar akun media sosialnya.

Selain Rona, ada dua influencer yang kerap bekerja sama (alias mendapatkan repeat order) dengan ICN berbagi pengalaman dengan para content creator di Makassar. Mereka adalah Antik Arifani – hijab fashion and beauty creator dan Faiz Sadad – content creator.

Beruntung sekali bisa mengikuti acara ini karena influencer marketing agency ini tidak mengundang banyak orang. Sebagai “jembatan” antara influencer dan brand, ICN ingin memperluas network dengan para influencer yang berada di daerah.

Rona Permatasari.

Menariknya, gathering yang diselenggarakan bukan hanya menyuguhkan jamuan berupa makanan kepada para peserta. Kami juga mendengarkan sharing pengalaman dari dua influencer ibukota yang sering bekerja sama dengan ICN. Nah, apa yang kami dapatkan saat itu, saya rangkum di dalam tulisan ini ya, Teman.

8 Karakter yang Harus Dimiliki Influencer Agar Memperoleh Repeat Order


1. Fokus pada niche.


“Harus tahu bakatnya di mana,” kata Antik. Fokus pada satu niche saja apakah itu fashion, beauty, lifestyle, dan sebagainya yang sesuai dengan diri kita. Jangan ikut-ikutan orang lain.

2. Kreatif.


“Harus kreatif supaya banyak yang mau like. Kalau begitu-begitu terus, orang bosan,” demikian disampaikan oleh Antik.



3. Berusaha meningkatkan engagement.


Yang dilihat brand dalam memilih influencer ada 3, yaitu kategori (niche), kreativitas, engagement. “Perlu diketahui, memberikan rate card sekian kepada klien, akan ada engagement sekian yang bisa kita berikan sebagai influencer,” ucap Rona.

“Coba kulik apa yang membuat orang-orang tertarik dengan kehidupan kita, jangan hanya posting brand. Akan berpengaruh ke engagement. Selingi dengan kehidupan sehari-hari,” ungkap Antik. Antik menceritakan bahwa follower-nya sedang tertarik dengan postingan tentang kedua anak dan keluarga kecilnya sehingga sesekali dia posting tentang mereka. Tujuannya adalah untuk menaikkan engagement.

“Ketahuilah follower maunya kalian nge-post tentang apa dan bagaimana. Balaslah story dan komentar agar engagement bisa naik. Jangan kebanyakan sponsor post. Jangan ambil paid promote. Brand malas melihat poster. Sesekali tidak apa jika ingin posting tentang event tertentu,” Rona mengamini ungkapan Antik.

Bicarakan baik-baik kalau tak bisa melakukan sepenuhnya yang diminta oleh brand karena kita bisa di-DM (direct message), dikomentari, atau di-unlike. Dan itu akan berpengaruh kepada engagement.

Rona, Antik, Faiz, MC.

4. Berdedikasi tinggi.


“Harus posting tiap hari. Jadi influencer tidak mudah, harus memiliki dedikasi yang tinggi dan tanggung jawab terhadap konten,” ucap Antik.

“Jangan cepat merasa puas. Misalnya merasa cukup dengan mengenakan model outfit yang sama terus ketika orang menyukai baju atau hijab yang dikenakan. Di saat bekerja, jadikan semuanya serius dan nikmati. Jadikan usaha kita sebanding dengan bayaran yang diberikan oleh brand,” imbuh perempuan yang aktif berbisnis sejak 2016 dan aktif sebagai influencer sejak 2017 ini.

5. Unik.


Jadilah diri sendiri. Jangan ikut-ikutan orang lain. Salah satu cara yang dilakukan Antik adalah dengan men-direct follower. Dia mengusahakan agar follower melihat endorse job bukan sebagai endorsment melainkan sebagai bagian dari dirinya. Antik melakukan proses bridging terlebih dulu.

Faiz juga menyampaikan pentingnya uniqueness. Agar supaya influencer mudah diingat, entah itu oleh brand, agensi, ataupun oleh follower.



6. Soft selling.


Antik menyarankan untuk tidak langsung ujug-ujug posting tentang brand. Dia lebih tertarik melakukan soft selling dengan cara membuka informasi sedikit demi sedikit, semacam memberikan  teaser secara halus.

7. Profesional


Bersikaplah profesional. Siapa yang dealing duluan, itu yang diambil. Jangan lantaran ditawarkan harga yang lebih tinggi lantas berpindah ke lain agensi.

Kalau takut tak terpegang semua hak pribadi dan pekerjaan, jangan ragu membayar orang bekerja untuk kita. Contohnya Antik yang menjadikan influencer sebagai profesi utamanya. Dia menggaji beberapa orang untuk membantu kelancaran pekerjaannya.



Jangan mau ambil semua payment tapi hasil tak profesional, bisa-bisa malah tidak terpegang semuanya. Jadinya setengah-setengah. Dengan fee yang brand janjikan, kita sebaiknya memberikan lebih.

Mengenai rate card, Antik menyarankan untuk tidak kerendahan ataupun ketinggian dalam mematok harga jasa. Sediakanlah space untuk ditawar. Kalau brand suka, bisa repeat order asalkan kontennya jangan asal-asalan.

“Jangan promosikan benda/jasa yang tidak dipakai” menurut saya adalah salah satu poin mengenai profesionalisme yang disampaikan oleh Rona. “Promosikan yang memang sudah dipakai, terpercaya. Pikirkan audiens kalian safe atau suka dengan produk itu,” imbuh Rona.

Workshop membuat terarium di akhir acara.

8. Menjaga idealisme.


Menjadi influencer bukan berarti tunduk kepada semua kemauan klien. Ada kalanya perlu bernegosiasi mengenai brief yang bertabrakan dengan idealisme. Faiz punya cara tersendiri bagaimana bisa mengambil pekerjaan tanpa meruntuhkan idealismenya.

Faiz mencari cara untuk mengemas karya dengan cara unik, yang tak ada influencer yang pernah melakukannya sebelumnya. Dia bernegosiasi dan membuat story board untuk diperlihatkan pada klien. Antik juga menggunakan kreativitasnya untuk mengakal-akali kompromi antara brief dan idealisme.


Duka yang Dirasakan Influencer


Hobi yang dibayar adalah pekerjaan yang paling asyik. Memang menyenangkan tetapi bukan berarti tanpa duka alias risiko. Dukanya apa? “Permintaan revisi dari klien,” ucap Faiz mantap.

Pengarahan workshop membuat terarium dari Kaktus Makassar
(sebuah komunitas).

Yang paling tidak enak adalah ketika sudah mengeluarkan biaya sewa tempat, harus mengulangi lagi take gambar. Jadi, harus kembali lagi ke lokasi, shot lagi, bayar lagi ongkos sewanya.

“Makanya harus buat story board/script sejelas mungkin supaya sebisa mungkin ada revisi hanya perlu edit saja bukan shot lagi,” saran Faiz.

Peran ICN


Sebagai agensi yang menjembatani dan memediasi influencer dengan brand, ICN mengusahakan agar brand dan influencer sama-sama enak kerjanya. ICN berusaha mengatasi potensi konflik yang bisa timbul antara influencer dengan brand. Sebisa mungkin dua-duanya senang.

Terarium saya.

Dari brand harus ada do dan don’ts. Sementara dari influencer harus gamblang memberi gambaran mengenai kesanggupannya. Termasuk jika ada rencana bepergian ke luar kota/negeri ketika sudah terikat kontrak dengan sebuah brand.

Kalau sudah ada kontrak dengan sebuah brand dan belum ada tanda-tanda kapan harus upload tetapi akan pergi beberapa lama, profesionallah dengan menghubungi duluan, mengabari rencana keberangkatan dan bertanya apakah kira-kira ada konten yang harus naik selama bepergian.

Sudah banyak menangani brand dan influencer dan juga rajin melakukan roadshow ke beberapa kota besar, ICN merupakan agensi yang bisa dipercaya. Antik dan Faiz sudah punya pengalaman baik dengan ICN dan berbagi cerita mengenai profesionalisme ICN.

Handling over pekerjaan jelas sehingga influencer tidak bingung jika tiba-tiba staf yang menghubunginya berhalangan. Dalam payment pun, menurut keduanya, IDN Creative Network selalu lancar menunaikannya.



Sungguh, road show ini merupakan wujud upaya branding dan bentuk hubungan kerja yang manis. Beruntung bisa menjadi bagian dari Creators Gathering Roadshow 2019 di Makassar.

Makassar, 30 September 2019

 Baca juga:




Share :

9 Komentar di "ICN Creators Gathering Roadshow: 8 Karakter Agar Influencer Mendapatkan Repeat Order"

  1. Huaaa...bagusnya acaranya, sayang di hanya sedikit yang dipanggil padahal bagus sekali ini diketahui banyak orang, terutama yang mengaku atau yang mau menjadi influencer. Untungnya Niar tulis, jadi bisalah diambil infonya dan sekaligus diterapkan.

    ReplyDelete
  2. Bagus banget acaranya IDN ini. Sayangnya saya gak berkesempatan hadir.
    Makasih udah sharing ilmunya di blog, kak Niar.
    Akhirnya saya jadi lebih tau tips2 untuk jadi influencer.

    ReplyDelete
  3. Wah bagus banget tips2 yang dibagikan di acara IDN ini. Setuju banget bahwa branding diri itu penting banget tapi ya tetap harus real dan jujur, plus postingan beneran mayoritas tetep harus postingan tentang kita bukan sponsored post semua yaa. Tipsnya bermanfaat banget, bahkan buat aku yang bisa hadir tetep bisa dapat ilmunya

    ReplyDelete
  4. Waahh... keren acaranya. Walaupun tidak hadir, sy bersyukur bisa nimbah banyak ilmu melalui tulisan ini. Ini penting banget untuk kita ketahui sebagai influencer.

    Makasih say sdh berbagi

    ReplyDelete
  5. Yang susah posting setiap hari ya mbak hehe

    ReplyDelete

Untuk saat ini kotak komentar saya moderasi karena banyaknya komen spam yang masuk. Silakan tinggalkan komentar ya. Komentar Anda akan sangat berarti bagi saya. Tapi komentar yang kasar dan spam akan saya hapus ya ^__^