Bergembira di Happy Wonderland dan 5 Bahasa Kasih

Kebahagiaan dan kesehatan itu ada hubungan timbal-baliknya. Talkshow pada press conference #LactogrowHappyWonderland di Boncafe pada tanggal 5 Agustus lalu memaparkan hubungan antara keduanya.



Bahagia Bermain di Happy Wonderland

Usai MC memanggil para nara sumber, Gusti Maulani Kattani, Brand Manager Nestle LACTOGROW menyampaikan bahwa LACTOGROW percaya bahwa sehat itu penting tetapi lebih penting lagi kebahagiaan keluarga karena penting untuk tumbuh kembang anaknya. Oleh karena itu, “Kita (Nestle LACTOGROW – red) menggagaskan konsep: Happy Date, yaitu kegiatan orang tua dan anak, yang telah kita identified bagaimana supaya keluarga lebih bahagia lagi.”

Gusti Maulani Kattani, Brand Manager Nestle Lactogrow
Kalau dulu Nestle LACTOGROW hadir dengan Happy Beach, Happy Winterland, dan Bubble Park maka kali ini, hadir dengan Happy Wonderland. Tema wonderland untuk 11 kota dipilih karena ingin menghasilkan tema-tema berbeda setiap tahunnya.

Happy Wonderland adalah tempat main untuk keluarga yang berkualitas. Di sini keluarga bisa memainkan permainan yang mengenalkan pentingnya saluran cerna yang sehat, yaitu dengan minum susu. Selain itu, fisik pun distimulasi sembari mengajarkan anak mengenai adanya baketri baik dan bakteri buruk (di Happy Tummy Journey). Ada pula permainan Magical Art: mewarnai, hasilnya nanti bisa di-scan dan keluar di layar yang besar. Gambarnya akan responsif, mengeluarkan suara, dan bergerak. Ada photo box di Fantasy Box dengan aneka properti yang bisa dipakai berfoto. Dan tak kalah serunya, ada Carousel Craft di mana anak dan orang tuanya bisa bersenang-senang tanpa distraksi dengan cara mengerjakan carousel dari bahan-bahan yang disedikan yang bisa dibawa pulang.

Happy Wonderland di Mal Panakukang


Komunikasi Antara Otak dan Saluran Cerna

Dokter Saptawati Bardosono, MSc atau yang akrab disapa dengan Dokter Tati tampil sebagai nara sumber kedua, mebawakan presentasi berjudul Nutrisi untuk Kesehatan Pencernaan. Dokter Tati membuka pemaparannya dengan menyampaikan fungsi saluran cerna, sebagai berikut:
  • Penyerapan zat gizi makanan
  • Pergerakan usus untuk membawa makanan dan mengeluarkan sisa makanan
  • Fungsi kekebalan tubuh oleh adanya selaput lendir di sepanjang permukaan saluran cerna. Kekebalan tubuh di saluran cerna mewakili 80% seluruh kekebalan tubuh pada anak.
  • Keseimbangan mikrobiota/bakteri usus (pengetahuan baru).
Saluran cerna dan otak melakukan komunikasi timbal balik. Apa yang dirasakan saluran cerna langsung dikomunikasikan ke otak. Kalau otaknya sedang tidak baik, maka saluran cernanya juga merasa tidak baik. Itu makanya ada orang yang kalau menghadap bos lalu dimarahi, perutnya langsung merasa mulas. Atau ada orang yang saat mau menjalani ujian merasa mulas. Sebaliknya, kalau saluran pencernaan terganggu, kerja otak juga terganggu. Sedemikian “akrabnya” mereka sehingga sering dikatakan “saluran cerna adalah otak kedua”.

Dokter Tati dan psikolog Lizzy
Dalam saluran cerna ada 400-500 spesies mikrobiota. Salah satunya adalah Lactobasilus Reuteri. Bakteri ini ada di ASI dan saluran cerna dan berfungsi menjaga kesehatan saluran cerna. Bakteri ini mencegah anak supaya tidak mengalami kolik. Bagaimana agar bakteri baik ini dapat befungsi baik adalah dengan mengusahakan bakteri baik tetap hidup supaya bisa mencerna terutama kalsium untuk tumbuh kembang anak dan anak mengkonsumsi vitamin seperti B untuk menjaga kecerdasan anak. Cara lain yang bisa dilakukan adalah dengan mengkonsumsi susu. Laktosa dari susu berfungsi sebagai prebiotik sehingga dapat menjaga kesehatan saluran cerna sehingga kemudian menjaga kesehatan anak.

Suasana press conference

Pentingnya Bahasa Kasih

Psikolog Elizabeth Santosa, M.Psi., Psi., ACC (Lizzy) mengatakan bahwa keterlibatan orang tua dalam membentuk kebahagiaan keluarga itu penting. “Anak yang punya kualitas waktu yang baik dengan orang tua akan tumbuh bahagia. Kualitas waktu adalah kebersamaan yang kita berikan kepada orang-orang terdekat tanpa distraksi. Tidak boleh ada gangguan,” tukas Lizzy.

Salah satu cara menerapkan waktu kualitas adalah melalui 5 Bahasa Kasih berikut:

1. Afirmasi (menyampaikan kata-kata yang memotivasi atau mendukung).

Misalnya dengan memberikan pujian kepada perilaku baik, usaha, dan kerja keras anak. Dengan pujian, motivasi dan ekspresi, kasih sayang, dopamine meningkat. Bahasa kasih ini penting sekali. Ada banyak cara mengekspresikan cinta. Kadang-kadang kalau berbeda bahasa kasih yang diberikan dengan yang diinginkan anak malah tidak ada manfaatnya. Misalnya kita suka memuji tapi anak tidak suka dipuji. Jadi, kita harus tahu mengidentifikasi bahasa cinta anak.

2. Waktu berkualitas.

Jadilah pendengar yang baik bagi anak, jaga kontak mata. Bukan fokus pada jenis aktivitas namun pada waktu bersama. Lakukan kebersamaan tanpa ada distraksi.


Permainan Bahasa Kasih

3. Sentuhan fisik.

Bahasa kasih yang ini diberikan dengan pelukan, belaian, mengusap pundak, tangan, kepala, atau membiarkan anak bermanja ria.

4. Memberikan apresiasi.

Ekspresi kasih sayang diberikan melalui hadiah/rewards. Hadiah sebagai simbol kasih sayang, bukan dinilai dari harga. Hadiah sederhana dapat dibuat sendiri.

5. Melayani atau membantu.

Maksudnya adalah membantu si kecil dalam melakukan kegiatan. Misalnya menolong saat anak meminta bantuan (PR, membetulkan mainan rusak, dan sebagainya). Anak mencari perhatian dan kasih sayang dengan cara seperti ini.

Menurut Lizzy, tiap orang menyenangi dominan satu atau dua bahasa kasih. Meskipun membutuhkan kelima-limanya, ada yang lebih dominan yang diinginkannya. Dia pun cenderung memberikan bahasa kasih jenis yang sama kepada orang dekatnya.

Lihat, betapa care Fachri Albar pada River 😊
Pasangan suami istri Renata Kusmanto dan Fachri Albar yang datang bersama putra sulung mereka River juga membagikan pengalamannya terkait bahasa kasih ini. Renata yang sekarang fokus jadi ibu rumah tangga mencurahkan waktunya untuk kedua buah hatinya: River dan Clover. “Dengan nyuapin, mandiin, nidurin. Fokus, sesekali ada distraksi tapi tidak bisa ngapa-ngapain karena selalu digangguin anak,” papar Renata tentang kesibukannya. Fachri sendiri masih fokus dengan kerjaan di dunia entertainment tetapi selalu berusaha semaksimal mungkin memberikan waktu berkualitas dengan anak-anaknya.

Misalnya ketika si sulung minta main tetapi dia sibuk di laptop. Ketika menyadarinya, Fachri menutup laptop dan bermain dengan River. “Waktu berkualitas (itu penting), bukan kuantitasnya. Even 10 – 15 menit dari 24 jam asalkan bisa total dan fokus, itulah,” papar Fachri. Usai bermain dengan River, biasanya bocah lucu itu tidak membiarkannya pergi lagi.  Fachri setuju dengan identifiksai 5 Bahasa Kasih. Dia dan Renata sudah mengidentifikasi bahasa kasih yang dinginkan River.

Para blogger perempuannya Makassar yang ikut press conference

Nah, pembaca, setelah sampai di paragraf terakhir ini, sudahkah mencoba mengidentifikasi bahasa kasih yang dibutuhkan anak-anak kita? Nah, bahasa kasihnya pas tuh dipraktikkan di Happy Wonderland.

Makassar, 9 Agustus 2017

Catatan:


Setelah Makassar, Happy Wonderland berikutnya akan diselenggarakan di Surabaya (16 – 17 September) dan Medan (30 September – 1 Oktober). Bersiaplah warga Surabaya dan Medan.


Share :

5 Komentar di "Bergembira di Happy Wonderland dan 5 Bahasa Kasih"

  1. Senang sekali lihat Fachri saat itu. Sangat care terhadap anakx

    BalasHapus
  2. iya aku setuju klo saluran cerna itu otak kedua mba aku jg merasakan klo pas sekolah ga sarapan dulu tuh rasanya ga konsen hahaha..
    sepakat banget klo kualitas bersama anak dan keluarga bahagia akan menumbuhkan bonding sama anak. pengen ih cobain wonderlandnya xixixi

    BalasHapus
  3. Banyak banget ilmu yang didapat setelah ikut di acara press conference kemarin ya kak... 😊

    Btw, kak Niar gak ajak anak2 main di Wonderland?

    BalasHapus
  4. terimakasih atas informasinya.. dan jangan lupa kunjungi link kami
    di http://blackwaletcare.com/

    BalasHapus
  5. Ka Niar mantab banget tulisannya. Lengkap 👍👍👍. Penjelasan tentang Bahasa Kasih, kayaknya berlaku untuk anak semua usia ya. Cuma mungkin kalau sudah besar, anak lebih cepat tanggal dan mengerti aja. Tapi tetap haris di motivasi, di berikan apresiasi dan waktu dst.

    BalasHapus

Untuk saat ini kotak komentar saya moderasi karena banyaknya komen spam yang masuk. Silakan tinggalkan komentar ya. Komentar Anda akan sangat berarti bagi saya. Tapi komentar yang kasar dan spam akan saya hapus ya ^__^