7 Alasan Mengapa UMKM Perlu Bekerja Sama dengan Blogger

Pelaku UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) bekerja sama dengan blogger di zaman sekarang sudah sering dilakukan. Melalui bloger, sebagai content creator di media blog (web log) bisa menjadi salah satu jalan untuk mempromosikan usaha atau brand apa saja.

Ketika menjadi fasilitator Womenwill – sebuah program pelatihan digital marketing untuk perempuan pelaku UMKM, blog menjadi salah satu bagian yang dibahas. Meskipun tidak terlalu dalam sebagaimana bahasan pemasaran digital untuk media sosial, dimasukkannya blog berarti diakui punya andil membantu pemasaran brand atau produk UMKM secara daring (dalam jaringan).


Menurut saya yang ngeblog sejak 2006 dan bekerja sama dengan berbagai brand dan produk termasuk UMKM sejak 2011, ada 7 alasan perlunya pelaku UMKM bekerja sama dengan blogger, yaitu sebagai berikut:
  1. Tulisan blog marketing mudah diakses, gratis pula. Mudah membagikan kembali link tulisan yang sudah dihasilkan di media sosial pebisnis UMKM.
  2. Bloger pada umumnya menulis secara soft selling dalam bentuk story telling yang asyik dibaca karena dibuat berdasarkan pengalaman pribadi setelah memakai produk atau jasa yang dihasilkan oleh UMKM bersangkutan.
  3. Banyak blogger memiliki kemampuan copy writing dalam menulis konten pemasaran yang enak dibaca. Tinggal sampaikan apa yang ingin ditonjolkan, biasanya bloger sudah bisa menuliskannya dengan cukup baik.
  4. Banyak blogger memiliki kemampuan dasar SEO (Search Engine Optimization) yang memadai dalam membuat tulisan yang memuat kata kunci terkait brand atau usaha yang dipromosikan. Dengan demikian tulisan yang dibuat dengan mudah ditemukan pencarian Google.
    Tarra Smart, salah satu startup yang pernah
    saya tulis.
  5. Kalaupun tulisan yang dibuat tidak memuat kaidah SEO, tulisan itu tetap terpasang di internet dalam waktu lama, bahkan abadi, selama server-nya masih ada atau selama domain/hosting blog masih ada. Berbeda jika pelaku usaha beriklan di media cetak, televisi atau radio yang hanya terpasang dalam jangka waktu sebentar.
  6. Banyak bloger yang membagikan kembali tulisannya di media sosial (Facebook, Twitter, Instagram, atau LinkedIn) dan di aplikasi chatting lain (semisal Whatsapp) tanpa diminta. Dengan demikian, seperti dapat bonus social media marketing karena usaha atau produk pebisnis UMKM tidak hanya dipromosikan di blog. Potensi penyebarannya jauh lebih besar dibandingkan jika pelaku UMKM sendiri yang mempromosikan usahanya.
  7. Banyak blogger yang memiliki idealisme bersedia bekerja sama dengan UMKM tanpa dibayar alias gratis asalkan ada produk atau jasa yang diberikan sebagai tester.


Wih, jadi sebenarnya jasa bloger itu dibayar?


Iya, dong. Sesungguhnya demikianlah adanya: blog untuk pemasaran itu ada nilainya. Ketahuilah, blog dan akun media sosial yang dimiliki oleh bloger tidak terjadi secara sim salabim. Ada proses dan usaha keras di balik blog yang Anda baca dan media sosial yang Anda lihat.

Mungkin Anda tidak percaya kalau saya bilang, nyaris setiap hari ada usaha pengelolaan atau perawatan blog dan media sosial yang saya lakukan. Saya bukan hanya melatih kemampuan menulis. Bukan itu saja. Saya belajar dan melakukan banyak hal di balik layar untuk mengelola blog ini dan akun-akun media sosial yang saya miliki.

Usaha bertahun-tahun menghasilkan nilai teknis blog dan media sosial yang ada sekarang. Bukan sekadar pada jumlah follower (pengikut) atau total page views (tayangan laman) yang terlihat, lho. Bloger konten saat ini belajar banyak hal selain menulis. Di antaranya adalah SEO, fotografi, membuat video, dan bagaimana meningkatkan engagement di media sosial.


Selain itu, blogger biasanya menyiapkan dan menyajikan karyanya setara dengan pengalaman yang telah dia habiskan dalam mengelola blog dan media sosialnya. Banyak bloger yang saya kenal akan berusaha maksimal dalam mengerjakan project-nya terkait UMKM, sama maksimalnya ketika dia mengerjakan project untuk perusahaan besar.

Oleh karenanya ada nilai-nilai teknis blog dan media sosial seperti domain authority, page authority, spam score, dan engagement yang jika dianalisa oleh mereka yang sangat paham akan dunia internet marketing khususnya di blog dan media sosial, mereka akan tahu ada HARGA yang pantas diajukan oleh bloger yang bersangkutan.

Bloger jaman now sudah terbiasa bekerja sama dengan perusahaan besar untuk membantu memasarkan produknya. Perusahaan-perusahaan besar sekarang banyak yang memiliki divisi digital marketing yang sesekali mengajukan kerja sama kepada bloger.

Sarabba' Cika, salah satu produk UMKM lolal yang pernah saya tuliskan.

Ada juga yang bekerja sama dengan perusahaan melalui perantaraan agensi atau perorangan yang paham menganalisa kebutuhan digital marketing perusahaan terkait. Sebagian bloger sudah punya media kit yang dibuat secara profesional. Di dalam media kit-nya ada rate card atau tarif untuk jasa yang dia berikan. Harganya berada pada kisaran ratusan ribu hingga jutaan rupiah.

Tapi jangan khawatir karena banyak bloger yang memiliki idealisme ingin membantu mengembangkan UMKM lokal dengan kemampuan yang mereka miliki. Banyak bloger yang mencintai produk lokal dan jasa yang dihasilkan oleh orang Indonesia yang belum memiliki kemampuan lebih untuk memiliki divisi digital marketing.

Para blogger seperti inilah yang bisa diajak kerja sama oleh pebisnis UMKM yang tak mengecilkan jasa mereka. Sama-sama saling menghargai saja yang perlu dilakukan sebagai dasar kerja sama yang berarti.


Uang memang bisa membeli banyak hal tetapi uang tidak selalu menjadi yang utama dan tak membeli segalanya. Pertambahan jaringan pertemanan (networking) sering kali lebih berharga ketimbang pembayaran atas jasa yang dilakukan.

Networking tak bisa dibeli dengan uang karena membutuhkan ketulusan. Salah satu cara mewujudkannya di antaranya adalah dengan kerja sama antara pelaku UMKM dan bloger.

Makassar, 2 Januari 2020

Baca juga:




Share :

48 Komentar di "7 Alasan Mengapa UMKM Perlu Bekerja Sama dengan Blogger"

  1. Uang memang bisa membeli banyak hal tetapi uang tidak selalu menjadi yang utama dan tak membeli segalanya. Pertambahan jaringan pertemanan (networking) sering kali lebih berharga ketimbang pembayaran atas jasa yang dilakukan.

    Aku sepakat banget dgn kalimat ini Mba
    Rezeki tidak melulu berupa uang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yes, pertambahan teman yang tulus juga rezeki ya, Mak.

      Delete
  2. Salut banget sama idealisme begini, kak Niar.
    Aku baru aja kemarin baca stories salah satu blogger keren yang membuka peluang untuk siapa saja (UMKM) yang berniat memasarkan produknya, gak akan diminta bayaran alias gratis.

    Keren banget yaa...
    Aku kagum banget. Padahal bikin foto dan caption kan membutuhkan effort yang lumayan.

    **masalahnya kalau aku yang nawarin, belum ada yang mau, hehhee....karena followernya masih beibi banget.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya pun menawarkan secara terbuka dan ndak ada yang mau wkwkwk. Tapi jujur, kadang saya takut menawarkan secara terbuka karena tak mau dianggap mengemis gratisan.

      Delete
  3. Bismillah ya mba. DEngan semangat berbagi dan menyebarkan rejeki bagi yang lain, ide ini harus kita dukung ya :)

    ReplyDelete
  4. Setuju Niar.
    Blogger itu punya hati yang baik, salah satunya pemilik blog ini hehehe...
    Saya juga ding, mau saja menuliskan sekaligus membagikan informasi tentang UMKM asal termasuk bloggerji driku, hahaha...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya masih hati-hati, Kak. Jadi takut menawarkan karena pernah ditanggapi tidak enak. Nanti dikira berharap gratisan.

      Kalo Kak Dawiah, ndak ada mi yang menyangkal bahwa Kak Dawiah seorang blogger hehe.

      Delete
  5. Yang jelas, saya sangat mendukung penuh..

    ReplyDelete
  6. Sepakat, uang memang bisa membeli banyak hal, namun tak semua hal bisa dibeli dengan uang.

    Sekarang juga mulai banyak pelaku UKM yang menggandeng blogger untuk mereview produknya. Ada yang dengan bayaran, ada juga yang cuma ngasih gratis produk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yes, yang mana pun cara yang dipilih, yang penting sama-sama senang dan saling menghargai ya Mbak

      Delete
  7. Kalau untuk bantu UMKM biasanya teman-teman bloger akan suka rela ya mba menuliskan reviewnya. Benar sekali jika dibilang usaha untuk maintain blog itu tidak hanya pada membuat konten saja, menampilkannya di media sosial dan bikin video juga termasuk effort tambahan yang kian hari kian dibutuhkan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyes, sesungguhnya kan kita melakukan banyak hal di belakang layar ya, Mbak Uniek dan itu tak main-main effort-nya. Berlangsung bertahun-tahun sejak aktif ngeblog. Jadi kita harapnya saling menghargai, tidak dipandang sebelah mata.

      Delete
  8. Setuju sekali dengan pemaparan di atas, Mbak. Blog dan media sosial memang perlu perjuangan dalam membangunnya hingga punya nilai tertentu. Tapi memang saya sendiri juga kadang oke-oke saja mereview produk UMKM dengan barter produk saja.
    Iya, prinsipnya sama-sama menghargai, lah 😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. Berarti Mbak Diah termasuk yang punya idealisme membantu UMKM lokal kita :)

      Delete
  9. Betul! Setuju sekali sama ulasannya Mbak Mugniar. Aku jadi teringat jaman tahun kapan itu, para blogger mengajukan diri untuk memasarkan produk UMKM secara gratis, asal ada tester agar blogger bisa bercerita dengan story telling.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, tester sebagai tanda bahwa masing-masing saling menghargai. Di pihak UMKM, tanda bahwa UMKM menghargai usahanya dengan memberikan tester terbaik untuk di-review.

      Delete
  10. Benar, Mbak. Sekarang pelaku UMKM bisa banget lho bersinergi dg blogger untuk memasarkan produknya. Dan kalau produk UMKM seringnya juga kita enggak terlalu mematok harga. Dikasih produknya aja untuk dicicipi/direview udah bahagia. Itung-itung membantu mereka yang perlu pangsa pasar.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah benar kan apa yang saya paparkan di atas :)
      Iya, benar itu apa yang Mbak Eri bilang. :)

      Delete
  11. Ah setuju Mbaaaak. Dibalik blog yang moncer ada perjuangan bloggernya untuk merawat. AKu sendiri seneng banget kalau udah dihubungi beberapa kali klien untuk kerjaan dengan rate sahabat, karena ga selalu kerjasama yang dijalin harus dinilai dengan uang. Feedback yang aku dapatkan pun udah setimpal

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yaaa, dengan berbagi pun kita bahagia ya Mak Efi.

      Delete
  12. Benar banget mba, para blogger pun senang banget mereview produk walaupun tanpa dikasih uang lebih.😁

    ReplyDelete
  13. Setuju jika UMKM perlu bekerja sama dengan blogger karena alasan yang disebutkan.
    Dan saya termasuk yang sering membeli produk teman sendiri dan mengulas serta membantu promosi di blog for free. Tidak hanya produk tapi juga buku juga jasa. Jika mereka mengirim barangnya pun tak harus ada biaya. Melihat UMKM yang dirintis perempuan lain tumbuh dan berkembang dan silaturahmi yang terjalin sudah merupakan kepuasan yang tak terkira.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Keren. Masya Allah. Mbak Dian ini termasuk yang punya idealisme mantap.
      Iya benar, beberapa teman bahkan membeli sendiri dan menuliskannya atau mempromosikannya di media sosial tanpa meminta imbalan padahal sebenarnya mereka punya harga atas jasa yang diberikan.

      Delete
  14. blogger ini bisa dibilang termasuk media promosi yang strategis, seperti yang mbak tulis, kekuatannya ada di story telling yang memberikan kesan kuat kepada pembaca, maka cocok jika UMKM menggandeng para blogger ini, kalau soal rate card tentu hal yg maklum yang bisa dinegokan, karena blogger juga mengeluarkan biaya serta usaha untuk membangun brand atas blog miliknya sendiri

    ReplyDelete
  15. Nah betul sekali ini, UMKM bisa bekerjasama dengan bloger utamanya bloger lokal. di Makassar, bloger2nya baik-baik semua. mau ji dimintai tolong bikin review dan tulis di blog tanpa bayaran hihihi.

    hitung2 nambah teman toh? siapa tahu rezeki setelah itu justru makin banyak untuk keduanya. bloger maupun UMKM

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, cocok mi toh yang saya tuliskan di atas, Daeng? :)

      Delete
  16. Networking penting saat ini didunia marketing,menjalin kerjasama dengan pelaku UMKM salah satu contohnya. Selama ini blm pernah menjalin kerjasama dengan mereka nih, semoga kedepannya ada tawaran kerjasama spt ini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dalam kehidupan secara luas, pada dasarnya kita butuh networking :)

      Delete
  17. banyak ayng bisa dilakukan blogger untuk mereka ya

    ReplyDelete
  18. Karena menurut saya kalau mereka beriklan ke media besar pasti biaya sangat mahal, plus belum tentu juga semua mau mengerti kalau mereka ini masih UMKM. Asyiknya kalau sama blogger (apalagi kalau teman), masih lebih mengerti dan fleksibel. Kalau komunikasinya baik, saling memperlakukan dengan baik, saya yakin bakal terjalin kerja sama yang baik pula.

    ReplyDelete
  19. Mba Mugniar jadi fasil Womenwill ya? Kota Makassar? Soalnya di Jakarta belum pernah ketemu kayanya deh.

    Setuju deh kalau blogger itu memang berperan banget untuk marketing suatu brand, meski ratecardnya tinggi tetap ada saja blogger yang mau membantu para UMKM untuk memasarkan produk (free of charge)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak. Saya salah satu facilitator untuk Makassar.

      Nah iya, kita bisa bantu UMKM namun harap pahami 7 hal ini :)

      Delete
  20. Ternyata Mbak Niar sudah lama jadi bloger, dari 2006. jam terbangnya sangat tinggi. Dan memang, Mbak. terkadang kita juga mau membantu UMKM, ya. Walau hanya sekedar diberi tester. Karena Insya Allah, akan ada rezeki lainnya juga.

    Jadi jangan ragu bekerja sama dengan bloger hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya ngeblog 2006-2009 lalu vakum, aktif lagi 2011, Mas :)

      Iya,kita bisa bantu dengan tulus yang penting jasa kita dihargai, ya.

      Delete
  21. Kalau untuk UMKM, saya mau mereview meskipun cuma dikasih produknya hehe... Beberapa kali kerjasama dengan UMKM juga gak dibayar, asal ngasih produknya ya gak ngirit banget.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah. Jangan perhitungan banget ya, Mbak. Sebab menuliskannya pun bingung kan kalo ngasih tester-nya dikit.

      Delete
  22. Tulisann yang informatif nih kak, kali aja banyak UMKM lokal yang baca postingan ini dan langsung tertarik bekerjasama dengan blogger. Apalagi banyak keuntungan juga yang didapatkan UMKM ya bila ingin bekerja sama dengan blogger terutama dalam hal memasarkan produknya. Saya pribadi mau ji juga mereview produk UMKM secara free, hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulilah, Siska salah satu bloger yang punya idealisme :)

      Delete
  23. Uang memang nukan hal yang penting ya kak, tapi UMKM juga harus punya pengertian jika mau memberikan kompensasi buat blogger :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe.
      Tester ataupun kompensasi, ya, Mam. Perlu dipahami kalau kita kesulitan menulis juga kalo tidak ada pengertian itu.

      Delete

Untuk saat ini kotak komentar saya moderasi karena banyaknya komen spam yang masuk. Silakan tinggalkan komentar ya. Komentar Anda akan sangat berarti bagi saya tapi jangan tinggalkan link hidup. Oya, komentar yang kasar dan spam akan saya hapus ya ^__^