Mengenal Aplikasi Lawan Hoax

Kelanjutan dari Penyamaan Persepsi Materi Edukasi dan Bimtek Fact Checking Mafindo (Masyarakat Anti Fitnah dan Hoax Indonesia) Makassar yang saya hadiri pada tanggal 1 Juni lalu di Kafe Teras Wirano lebih bersifat teknis. Ada juga materi yang sudah saya peroleh pada Half Day Basic Workshop “Hoax Busting and Digital Hygiene” yang berlangsung pada tanggal 20 April di Auditorium KH Muhammad Ramly, Fakultas Teknologi Industri Universitas Muslim Indonesia (FTI UMI). Pengurus inti Mafindo (Masyarakat Anti Fitnah dan Hoax Indonesia) di wilayah Makassar memberikan pengarahan, seperti Ibu Arnidah Kanata, Ibu Chitra Rosalyn, Pak Muanas, Pak Bastian, dan Fajar. (Baca: Mengapa Makassar Harus Serius Berantas Hoax)


Sedikit dari Mafindo Makassar berfoto bersama Daeng Ical (PLT wali kota saat itu).
Foto: dari Ibu Arnidah

Kemudian, Fajar yang banyak membagikan pengetahuan teknis kepada kami mengenai penggunaan aplikasi untuk memberantas hoax. Menurut Fajar, ada 800 ribu situs penyebar hoax. Wow. Agar tetap “waras” (ini istilah saya), kita perlu memverifikasi konten dan akun media sosial. Orang sering kali hanya baca judulnya lalu share. Lalu sebuah berita pun menjadi viral.

Contoh yang diperlihatkan Fajar adalah berita yang viral mengenai muslimah yang meninggal sembari tersenyum padahal sesungguhnya dia adalah biarawati Katolik yang terkena kanker lidah dan meninggal tahun 2016. Pakaiannya saja yang disangka oleh yang nge-share kalau dia muslimah padahal bukan.

Hoax mudah menyebar karena banyak orang sudah memiliki “kebenaran” dalam hatinya. Jika informasi yang datang tidak sesuai dengan apa yang dia yakini atau tidak yakini maka dengan mudah dia terjebak hoax atau tidak percaya dengan informasi yang sebenarnya.

Foto: Ibu Arnidah Kanata
Nah, yang harus kita pastikan adalah:
  • Asal-usul, apakah kontennya asli atau bukan?
  • Sumber. Kalau tidak asli, dari mana sumber aslinya? Siapa saja yang menyebarkannya?
  • Lokasi, di mana kejadiannya?
  • Tanggal, kanan konten itu diambil?
  • Motivasi. Dapatkah Anda menduga kenapa konten itu diambil?

Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan audit sosial. Dengan audit sosial kita bisa mengumpulkan informasi sebanyak-banyak dari akun-akun media sosial seseorang. Bagaimana profilnya? Cermati postingannya. Patutkah kita percaya padanya?

Dalam menelusuri profil sebuah akun, kita bisa melakukan penelusuran terhadap:
  • Nama berikut variasinya.
  • User name berikut variasinya.
  • Lakukan reverse research terhadap profile picture, header image, gambar-gambar utama, dan logo.
  • Pencarian kombinasi, misalnya nama dengan lokasi, sekolah atau kantor.
  • Cek teman, keluarga, koneksi.
  • Harus kreatif dan gigih melakukannya.

Fajar, trainer tersertifikasi dari Google. Foto: dokumentasi pribadi

Bila menelusuri akun Twitter, gunakan tool Twitter Advanced Search. Bisa juga menggunakan Twopchartstool gratis yang intuitif untuk menyelidiki akun Twitter. Untuk menelusuri akun Facebook juga ada tools-nya. Bisa gunakan PeoplefindThor dan Intel Techniques. Peoplefind Thor tidak serumit Intel Techniques tapi cukup baik sebagai alternatif. Contoh hal yang bisa dilakukan misalnya adalah mencari orang (tanpa nama) dengan petunjuk minim.

Untuk verifikasi lokasi, bisa menggunakan peta. Layanan peta Google yang bisa digunakan adalah:
  • Google Map dan Google Street View. Banyak lokasi dilengkapi dengan foto-foto lama, ini amat membantu. Bisa jadi di satu foto tanda tanda yang kita cari terhalang mobil, kita bisa pakai gambar di tahun yang lain.
  • Google Earth. Bisa untuk cek foto ber-geo tag. On-kan fitur geo tag di sebelah kiri. Di beberapa wilayah mungkin tidak ada petunjuk jalan. Tapi mungkin tersedia foto yang dilengkapi geo tag.

Beberapa tools (aplikasi anti hoaxlain yang bisa digunakan untuk verifikasi, seperti:
  • Facebook Signal
  • FB Livemap
  • Tweetdeck
  • You Tube Data Viewer
  • Watch Frame by Frame
  • You Tube Geo Search
  • Whois
  • Reverse Whois
  • Bing Maps
  • Wikimapia
  • Suncalc
  • Mapillary
  • Jeffrey’s
  • Get-Metadata
  • Rey Eye Reverse Image Search
  • Wayback Machine
  • FirstDraftNewsCheck
  • Session Buddy
  • Google Translate
  • InVid

Buka puasa bersama. Foto: Ibu Arnidah Kanata

Materi yang tak kalah pentingnya adalah mengenai keamanan dan keselamatan digital. Materinya mirip dengan yang saya dapatkan pada Half Day Basic Workshop “Hoax Busting and Digital Hygiene” yang saya ceritakan di paragraf awal – bisa dibaca di tulisan berjudul Tips Melawan Hoax dan Digital Hygiene.

Sebagai catatan tambahan, saya mencatat 3 hal berikut:
  • Memeriksa “ketahanan password” melalui website www.howsecuremypassword.net. Semakin lama password kita kemungkinan bisa diretas, semakin bagus – misalnya 200 juta tahun. Segera ganti password jika misalnya dalam hanya hitungan detik orang kemungkinan bisa meretasnya.
  • Periksa apakah alamat email sudah pernah di-hack atau belum dengan situs www.haveibeenpwned.com
  • Simpan data password aman di Keepass Password Safe.
  • Lakukan autentifikasi 2 langkah di akun Google, Facebook, dan Instagram agar tak mudah di-hack orang.

Well, tetap saja rasanya pengetahuan saya belum memadai. Semoga bisa belajar perlahan-lahan. Dunia digital memang terlalu luas, kan. Tak bisa mempelajari banyak hal dalam dunia ini dalam sekejap. Dan yang paling penting, berbesar hati menerima kebenaran.

Makassar, 24 Juni 2018
Baca juga:

Mafindo 
(Masyarakat Anti Fitnah dan Hoax Indonesia)

https://www.mafindo.or.id/
https://turnbackhoax.id/
Telpon : +62-895-333-930063
Fax : +62-21-5602810
Email : i n f o @ m a f i n d o . or.id
Twitter : MafindoID
Facebook : https://www.facebook.com/MafindoID/ 
Untuk area Makassar, bisa bergabung di grup FB: Makassar Lawan Hoax.
Seluruh Indonesia, bisa bergabung di grup Forum Anti Fitnah, Hasut, dan Hoax.

Catatan:
Ada beberapa informasi yang sudah diklarifikasi oleh tim Mafindo. Bisa dilihat di website
https://turnbackhoax.id/ atau di grup Facebook Forum Anti Fitnah, Hasut, dan Hoax dan grup Makassar Lawan Hoax.k

Share :

10 Komentar di "Mengenal Aplikasi Lawan Hoax"

  1. Wah baruka tau kak kalo ternyata ada kegiatan campaign ainti hoax kayak gini di Makassar. Serunya itu di? Tools nya juga ternyata banyak. Deh, keren memang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ada Yan. Bisa gabung grup Facebooknya: Makassar Lawan Hoax.

      Delete
  2. Weh saya suka dengan kalimat ini: " Hoax mudah menyebar karena banyak orang sudah memiliki “kebenaran” dalam hatinya. Jika informasi yang datang tidak sesuai dengan apa yang dia yakini atau tidak yakini maka dengan mudah dia terjebak hoax atau tidak percaya dengan informasi yang sebenarnya."

    Langsungka coba aplikasinya untuk mengecek apakah emailku sudah pernah dihack. Alhamdulillah amanji.

    ReplyDelete
  3. Sebagai pengguna sosmed, kita emang hatus selektif dalam mempercayai sebuah berita. Jangan juga asal membagikan berita yang kita baca tapi belum tentu kebenarannya

    ReplyDelete
  4. Wah mantap ini aplikasinya. Baru tau kalau ada app bgian 😄. Gerakan anti hoax mmg perlu skali disosialisasikan scra lebih meluas yah kak. Jaman skrg apapun yg dianggap menarik atau dramatis lngsung jd viral, ga peduli itu kenyataan apa hoaks, byk org yg malas meneliti berita 😢

    ReplyDelete
  5. Kerennya tawwa ada Mafindo Makassar
    Dan anggotanya juga sudah tersertifikasi google diii.,
    Btw saya juga suka sebel kalao ada foto2 dan berita viral di share ribuan orang di facebook padahal itu bukan berita sebenarny, ada foto tp penjelasannya HOAX ckckckck mirisnya
    Untungmi ada aplikasinya

    ReplyDelete
  6. Saya paling anti nyebar kembali berita yang di sebar sec massal via grup WA apalagi jika belum tahu kebenarannya. Selain takut kena undang-undang juga takut menjadi jembatan dosa buat orang lain. Intinya mari menghindari hoax

    ReplyDelete

Untuk saat ini kotak komentar saya moderasi karena banyaknya komen spam yang masuk. Silakan tinggalkan komentar ya. Komentar Anda akan sangat berarti bagi saya tapi jangan tinggalkan link hidup. Oya, komentar yang kasar dan spam akan saya hapus ya ^__^