TEDx – Ide Tak Lumrah yang Menyebar

Sebelumnya, ada dua tulisan yang sudah saya publish mengenai TEDx yaitu Yang Tersisih, Yang Mengharumkan Nama Bangsa dan TEDx – Menyebarkan Ide Untuk Kebaikan. Tulisan ini merupakan kelanjutannya.

***

Setelah pemutaran film pendek mengenai apa itu TEDx, kami disuguhkan dua tayangan film pendek lagi. Kedua film ini menunjukkan betapa sebuah ide bisa menjadi “milik” orang banyak, hingga mengglobal. Kedua film itu adalah:

Film tentang Presentasi Candy Chang dengan Idenya: “Sebelum Saya meninggal, Saya ingin ...,”

Candy Chang
Sumber: http://blog.ted.com
Candy membuat sebuah sisi dari sebuah rumah menjadi semacam papan tulis raksasa, tempat ia menampung aspirasi tetangga dan orang-orang yang lalu lalang di sekitarnya. Ia menulis sesuatu yang membuat orang lain tergerak menuliskan aspirasinya tersebut. Tulisan itu berbunyi: Before I die I want ...

Melalui kapur yang disediakan di situ, siapa pun yang melintas dan membacanya bisa menuliskan harapan mereka.

Tak diduga, berdatanganlah keinginan dari berbagai penjuru dunia untuk berbuat serupa yang dilakukan Candy. Maka Candy dan teman-temannya membuat kit untuk membuat dinding seperti itu. Daerah-daerah yang sudah “menerapkan” ide Candy ini misalnya Kazakhstan, Afrika Selatan, dan Argentina.


Berpikir tentang kematian menjernihkan hidup kita,” demikian ungkap Candy.

Yah, berpikir tentang kematian memang bisa membuat orang berusaha menjalani hidup dengan lebih berkualitas.

Video presentasi Candy Chang
Sumber: http://youtube.com
Papan raksasa Candy Chang
Sumber: http://woostercollective.com
Mereka sedang menuliskan harapan mereka sebelum meninggal
Sumber: http://blog.ted.com
Pengakuan dalam kit "Before I Die"
Sumber: http://itsnicethat.com
Varian dari kreativitas Candy Chang:
Carreer Path di University of Turku, Finlandia. Mereka menuliskan
sesuatu mengenai:
When I was little I wanted to be ____. Today I want to be ____,

Sumber: http://blog.ted.com


Film tentang Presentasi Charlie Mengenai Sebuah Gerakan Bernama “Improv Everywhere”

Gerakan ini menyebarkan ide “pengalaman kekonyolan bersama”. Maksudnya, menciptakan sebuah hal konyol dengan sengaja, membawanya ke ranah publik. Lalu membuat orang lain merasakannya menjadi pengalam positif bagi dirinya.

Salah satu pengalaman kekonyolan bersama adalah “gerakan naik kereta tanpa memakai celana panjang”. Mulanya ada seorang laki-laki naik kereta api di musim dingin dengan hanya menggunakan celana pendek. Celana pendek yang digunakannya pun merupakan celana yang dipakai sehari-hari di rumah, seperti celana boxing, bukan celana pendek yang pantas dipakai bepergian.

Naik kereta tanpa celana panjang
Sumber: http://wiki.brown.edu
Improv Everywhere dalam seragam: baju biru, celana drill
Sumber: http://tvtropes.org

Seorang perempuan yang sedang membaca buku berjudul Rape (sepertinya berisi tentang perkosaan) memperhatikan hal ini karena laki-laki itu berdiri di depannya.

Tak berapa lama di stasiun berikutnya naik seorang laki-laki lain yang juga tidak mengenakan celana panjang. Kemudian berturut-turut di lima stasiun berikutnya lima laki-laki yang berpakaian serupa. Ketujuh laki-laki itu bersikap seolah-olah tidak saling mengenal satu sama lain. Terlihat perempuan itu agak panik. Ia segera menutup buku yang dibacanya dan bersikap waspada.

Setelah itu naik seorang laki-laki lain yang membawa barang dagangan berupa celana panjang. Ketujuh orang tersebut membeli celana panjang yang dijual hanya seharga $ 1. Kemudian mereka semua turun di stasiun berikutnya dan berjalan kaki ke arah yang terpencar-pencar.

Bisa dibayangkan kan kekonyolan yang terjadi? J

Hingga saat ini setelah berlangsung selama beberapa tahun. Gerakan aneh bin konyol ini sudah dilakukan oleh 3.500 orang di seluruh kota New York, bahkan sudah diduplikasi di 50 negara! (heran ya kalau masih ada juga orang yang tertipu di New York sana)

Improv Everywhere episode High Five di Taipei
Sumber: http://youtube.com

Beberapa pengalaman kekonyolan bersama dilakukan oleh Improv Everywhere, di antaranya:
  • Memakai pakaian pembasmi hantu ala Ghost Busters lalu memasuki sebuah tempat ramai yang katanya berhantu.
  • Sekelompok orang memegang karton berisi petunjuk yang mengarah kepada seorang laki-laki yang mengacungkan telapak tangannya untuk sebah "high five" dengan orang-orang di sebuah eskalator. Ia berhasil mendapatkan 2.000 “salam tempel” di situ.
  • Mengumpulkan banyak orang berbaju biru dan mengenakan celana dril yang masuk ke tempat-tempat umum. Orang-orang berseragam ini tak melakukan apa-apa di sana, hanya berdiri mematung atau berjalan-jalan saja selama bermenit-menit. Seorang manajer sebuah toko sampai panik dan menelepon 911. Akhirnya polisi pulang dengan tanpa tangan hampa karena mendapatkan fakta di lapangan bahwa berseragam seperti itu (baju biru dan celana dril) tidak melanggar undang-undang apapun.

 Presentasi Charlie Todd pada konferensi TED
Sumber: http://youtube.com


Melakukan sesuatu tidak perlu ada maksudnya. Yang penting kita bisa membagi kesenangan dan orang lain pun merasa senang,” ujar Charlie.

Well, idenya memang aneh bagi sebagian orang. Tetapi apa yang mereka lakukan  mampu membuat orang lain tergelitik dan sejenak melupakan beban hidup mereka. Setidaknya kita bisa meniru niat tulus mereka untuk menyenangkan orang lain. J        

---- bersambung ----
                                                                                               
Makassar, 20 Desember 2012

Catatan:

TED di social media : twitter.com/TEDTalks dan facebook.com/TED
TEDx Makassar di social media: twitter.com/TEDxMakassar dan facebook.com/TEDxMakassar

Silakan juga disimak tulisan-tulisan lain yaa:



Share :

46 Komentar di "TEDx – Ide Tak Lumrah yang Menyebar"

  1. menjadi hal yang sangat luar biasa, ketika kita memiliki ide 'unik' dan mempengaruhi orang lain untuk melakukan beramai-ramai. Dalam skala umum, kalo di negara kita yang sering kita dengar adalah penggunaan kata-kata yang menjadi perbendaharaan baru dalam keseharian, seperti waow, cetar, gi loh, bahasa alay dan seterusnya. Cuman ide sebagai pengingat hidup seperti yang dilakukan Mbak Chang yang belum saya dengar

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mirip sama di sini, Pak. Selalu saja ada ungkapan yang menyebar dan hidup selama beberapa tahun, habis itu tak dipakai lagi :)
      Iya, ide Candy Chang yang belum ada di Indonesia ya ..

      Delete
    2. Ah, baru ingat ada koq pak ... BLood for Life, saya pernah ulas itu di http://mugniarm.blogspot.com/2012/11/meriah-kopdar-blogger-nusantara-2012.html cuma mungkin belum semeluas ide Candy. Tapi mungkin suatu saat bisa ... bapak komen di tulisan itu.

      Delete
  2. wah, banyak sekali ide kreatif yang bermunculan di muka bumi ini ya Niar... inspiratif... tinggal kitanya saja, memilah dan mengambil yang baik serta memanfaatkannya dengan baik. Atau tersenyum dan mengagumi, karena walau bagaimana pun, setiap ide itu, pasti akan ada manfaatnya, ide yang lucu, tersenyumlah, ide yang baik, gunakanlah, ide buruk, jd pelajaran untuk tidka dicontoh.. begitu kali yaaa? hehe...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar sekali kak. Dan terhadap ide yang menyebar, konyol sekali pun seperti ini jangan dicemooh karena mereka memiliki kelebihan: sudah berhasil menyenangkan banyak orang. Kita mungkin belum bisa seperti mereka ^__^

      Delete
  3. menarik :) terus tujuan aksinya itu apa yah? encourage yah

    ReplyDelete
  4. untuk di indonesia membuat yang model seperti itu kayaknya susah ya..?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mungkin dalam bentuk lain, tidak seperti ide di atas :)

      Delete
  5. justru terkadang pada zaman yang serba digital ini, ide sederhana dapat mempengaruhi atau dapat menjadi sumber inspirasi siapapun. Before I die I want to...bukankah itu sesuatu yang biasa saja, tapi kalau dipikir-pikir menjadi luar biasa yah? lalu apa ide ku yah?salam:)

    ReplyDelete
  6. wah wah ane nyimak sampe selesai dulu deh gan..:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sip, masih ada tulisan berikutnya. Tp belum dibuat :)

      Delete
  7. waktu SMA saya dn teman2 sering bgt bikin kekonyolan bareng. kaya maen hujan2 selepas pel olahraga atau bawa sarung dr rumah terus main ninja2an di kelas.hal-hal sepele ketika dilakukan bersama-sma memang terkadang jadi luarr biasa.
    tapi sbg muslim kita juga hrus tahu batasan juga ya, mba. jgn ikut2 ide yg melenceng dr ajaran kita, koyo laki2 pake celana pendek itu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah konyol juga kalian waktu SMA ya hehehe. Iya sih tetap tahu batasan kita, apalagi buat muslimah :)

      Delete
  8. Wow. Tulisan mba niar kali ini benar-benar beda. Menampilkan ide kreatif yang dilakukan seorang perempuan (terus terang, aku baru tau tentang Candy Chang setelah membaca postingan mb Niar yang ini) dan ide konyol di atas.

    Aku bookmark dulu nih, suatu saat aku ingin menunjukkan kreatifitas Candy Chang ke siswa-siswaku.

    Thanks a lot ya mbak. Aku jadi banyak tau tentang mereka yang mbak tulis di psotingan ini :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waaah kalo sudah disampaikan kepada siswa2 mbak Ecky, posting di blog mbak Ecky yah :) Makasih juga mbak sudah mampir :)

      Delete
  9. ide, itu memang mahal ya, apalagi bisa di aplikasikan, hmmm ... tapi ... kebanyakan ide juga bisa bikin stress ... "saat ini sedang terjadi sama saya seh" wew :((

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waah mudah2an stresnya cepat hilang ya mas Stumon ...

      Delete
  10. keren amat jeng salam kenal yahhh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siapa? Saya?
      *Plak*
      TEDx tentunya ya? Iya memang keren :D

      Delete
  11. informasi yang sangat menarik dan mengagumkan semoga anda menang dalam kontes ini dan jangan lupa kunjungan baliknya gan
    salam blogger jogja

    ReplyDelete
    Replies
    1. INI BUKAN KONTEEEEEEEESSSSSSSSSSS :(
      Btw, terimakasih deh sudah mampir dan meninggalkan komen meski gak nyambung :D

      Salam blogger yaa

      Delete
  12. Unik sangat ide membuat papan tulis di samping rumah itu Biar...

    ReplyDelete
  13. kebanyak mengaku sebelum mati mau "mengejar" dunia yah ;)

    ReplyDelete
  14. Review nya keren. Saya malah mo ngajak tuk sama2 bergerak melakukan hal yg sama di Makassar. Tapi bukan nulis "sebelum saya meninggal, saya ingin....", melainkan mau menebar "tuk anak2 Indonesia, saya ingin.....". Hayo...siapa mau gabung melakukan ide gila ini?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hmmm ide bagus ... saya memberi dukungan moril ya Bu? Moga dapat banyak ide baru dari ide ta' :)

      Delete
  15. Kalau di Indonesia apa yaaa? :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ada ... tapi belum mendunia kayaknya... contohnya 8 komunitas yang ikut di ajang ini sebagai speaker :)

      Delete
  16. "Berfikir tentang kematian menjernihkan hidup kita" --> dzikrul maut :D

    ReplyDelete
  17. Selalu ternganga dengan ide-ide yang ditampilkan di Tedx, Mbak. setahunan yang lalu saya sempat jadi voluntir di tedx jakarta. Di Makassar rutin diadakan juga ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini tahun ketiga mbak Is. Di Jakarta, bagaimana ide acaranya ya?

      Delete
  18. wah ini jadi kayak realisasi facebook ya, kak ... nulis2 di dinding hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha iya juga ya .... kreatif benar Candy Chang ini ya

      Delete
  19. :D ada2 aja tp mungkin sesekali perlu ya berbuat konyol, lepas dari rutinitas pikiran dan pekerjaan, ibarat komputer, ide2 itu seperti F5, refresh

    ReplyDelete
  20. idenya simpel namun gak pernah terpikirkan tapi membantu banyak orang :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yup. Pertanyaannya kemudian, "Koq bisa ya kepikiran ide itu?"

      Delete
  21. hum unik kak...ketawa saya baca laki2 yang bercelana pendek itu

    ReplyDelete

Untuk saat ini kotak komentar saya moderasi karena banyaknya komen spam yang masuk. Silakan tinggalkan komentar ya. Komentar Anda akan sangat berarti bagi saya tapi jangan tinggalkan link hidup. Oya, komentar yang kasar dan spam akan saya hapus ya ^__^