Sedekah Gerakan Jari

Tidak disangka, pertemanan dengan banyak orang di FB mendatangkan kemungkinan untuk bersedekah lebih banyak. Teman-teman banyak yang ikut lomba menulis di mana penilaiannya dipengaruhi oleh jumlah pemberi like dan komentar. Bagi saya itu peluang sedekah.

Memang sih tak banyak orang yang nyaman dengan hal ini. Tetapi bagi saya, asalkan secara ruang fisik saya tidak harus nge-like kertas-kertas tulisan mereka. Tak apalah kalau hanya sekadar ‘menempelkan’ jempol atau istilah lainnya: setor jempol. Paling hanya makan waktu sekitar satu – tiga menit. Apa susahnya?



Kira-kira bagaimana perasaan orang yang tulisannya di-like? Tentu senang kan? Apakah ia butuh? Jelas ia butuh, kalau tidak butuh, ia tentu tak akan meminta tulisannya di-like. Dan kalau kita memberikan apa yang dibutuhkan, itu sudah termasuk sedekah bukan? Sedekah kan tidak hanya uang. Perkataan yang baik dan senyuman pun sedekah. ‘Setor jempol’ pun sedekah, itu kan sebuah perlakuan yang menyenangkan orang. Kalau senyum saja merupakan sedekah, gerakan jari pun bisa menjadi sedekah, bukan?

Bukan hanya urusan me-like tulisan. Teman-teman yang punya halaman online shop dan komunitas pun banyak yang menyarankan saya mengunjungi halamannya. Atau sekadar menge-tag untuk promosi bisnisnya. Biasanya saya mengunjungi halaman mereka dan nge-like atau sekilas melihat foto-foto dari produk/keterangan bisnisnya. Ini sedekah ringan, tak butuh uang kawan. Tak perlu pelit kan? Untuk sedekah uang saja Islam sangat menganjurkan kita melakukannya. Apalagi jika sedekah itu hanya berupa gerakan jari?

Psst, ini hanya pendapat saya. Kalau tak setuju, tak apa. Ini hanya sebentuk pemikiran dari saya bahwa bersedekah pun bisa melalui gerakan jari saja. Saya anjurkan untuk tak menggerutu atau mengomel, apalagi sampai menulis status di FB atau berkicau di twitter. Diam sajalah kalau tak suka, abaikan permintaan teman-teman Anda. Itu membuat Anda kelihatan elegan. Lagipula diam adalah emas. Iya kan?

“Maka berlomba-lombalah kamu (dalam berbuat) kebaikan.” (Q. S. Al-Baqarah: 148, Al-Maidah: 51) 
Dari Abu Hurairah ra., ia berkata: Ada seseorang yang datang kepada Nabi SAW dan bertanya: “Wahai Rasulullah, sedekah apakah yang paling besar pahalanya?” Beliau menjawab: “Bersedekahlah sedang Kamu masih sehat, suka harta, takut miskin, dan berkeinginan kaya. Dan janganlah Kamu menunda-nunda, sehingga apabila nyawa sudah sampai di tenggorokan, maka Kamu baru berkata: Untuk Fulan sekian dan untuk Fulan sekian, padahal harta itu sudah menjadi hak si Fulan (ahli warisnya).” (HR. Bukhari dan Muslim) 
Dalam sebuah hadits, diceritakan tentang kedermawanan Rasulullah SAW sampai-sampai ia tak pernah menolak permintaan:Dari Sahl bin Sa’d ra., ia berkata: “Ada seorang perempuan datang kepada Nabi SAW dan memberikan selimut tenunan seraya berkata: ‘Kain ini Saya tenun sendiri dengan harapan Engkau senang memakainya.’ Maka Nabi SAW menerima dan memakainya sebab beliau membutuhkannya. Kemudian beliau keluar dan memakai selimut itu sebagai sarung. Tiba-tiba Fulan berkata: ‘Alangkah bagusnya selimut ini, Saya ingin memakainya.’ Beliau bersabda: ‘Baiklah.’ Setelah Nabi SAW duduk di tempatnya, beliau pulang dan melipatnya, kemudian dikirimkan kepada orang yang menginginkannya. Orang-orang berkata kepada orang itu: ‘Tidak baik bagimu, sebab kain itu sangat dibutuhkan Nabi SAW, kemudian Kamu minta. Sebenarnya Kamu juga tahu, beliau tidak perbah menolak orang yang meminta.’ Orang itu menjawab: ‘Demi Allah, Saya memintanya bukan untuk saya pakai, tetapi untuk Saya jadikan sebagai kain kafan.’ Sahl berkata: ‘Selimut itu memang benar menjadi kain kafannya.’” (HR. Bukhari)

Maka bersedekahlah melalui gerakan jari di saat pulsa masih ada.

Makassar, 20 Januari 2012

Dibaca juga yang berikut yah:




Share :

14 Komentar di "Sedekah Gerakan Jari"

  1. terbukti sedekah jempol mba dihargai Allah dengan yang lebih baik, kmrn menang lomba ya? hehe :D

    slamat mba ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Allah memang Maha Baik. Rahmat-Nya lah yang membuat saya sesekali bisa menang lomba, bukan karena apa yg saya lakukan. Terimakasih Ila ^__^

      Delete
  2. saya setuju Bunda.. tak ada salahnya kita bantu nge-like, selama content yg diposting bagus dan mengandung manfaat dan bukan mudharat..., atau minimal tidak merugikan orang lain...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Rupanya kita sependapat ya Insan. Alhamdulillah saya punya banyak teman yang baik2, jadi mereka kalau nge-tag saya, isinya baik2 pula.
      ^__^

      Delete
  3. iya yah betul itu mbak... hehehe saya juga senang kalo di like..padahal cuma status yg dilike..hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya ya Hima. Koq kalau status kita di-like teman, ada rasa senang gitu walaupun sedikit. Ini bukti bahwa manusia memang makhluk sosial ya .. ^__^

      Delete
  4. Bantu me-like, saya jarang sekali, nggak kalo itu bukan sodara saya, seperti sodara sepupu. Bukan karena saya pelit ngasih like, tapi saya lihat2 dulu apa yang akan saya like.

    Terus, soal tag gambar, saya gak suka juga. Menuh-menuhin album foto. Kalo saya di-tag gambar2 iklan, habis saya lihat dan baca, ya saya untag. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lebih baik begitu Sop, setelah lihat dan baca terus untag. Daripada ngomel2, malah menuh2in 'album dosa' :D.
      Eh, kawan2 saya kalo masuk album foto saya bingung krn isinya bukan foto2 pribadi saya melainkan tag dari teman2.
      ^__^

      Delete
  5. yang penting ngasih jempolnya juga tepat sasaran, jangan asal like..lagi berduka di like juga kan bisa bahaya :D




    hiakuherry

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, kalau berita duka orang lebih sensitif. Padahal maksud yang nge-like bukan turut senang atas meninggalnya seseorang, hanya tanda simpati, turut berduka tapi mungkin lagi speechless atau lagi sibuk, jadi cuma setor jempol saja.

      Kalau berita duka, memang sebaiknya kita hati2. Mungkin usahakan sebisa mungkin menuliskan 'Turut berduka' saja. Kalau tak bisa, mungkin jangan nge-like dulu ya ...

      Delete
  6. hehe.. bisa aja nih.
    virtual shodaqoh.. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. He he he ... kenapa tidak?
      Sedekah sama yang butuh pastinya bermanfaat kan
      ^__^

      Delete
  7. Replies
    1. Terimakasih mbak Fardelyn. Saya sudah follow juga blog nya yah ^__^

      Delete

Untuk saat ini kotak komentar saya moderasi karena banyaknya komen spam yang masuk. Silakan tinggalkan komentar ya. Komentar Anda akan sangat berarti bagi saya. Tapi komentar yang kasar dan spam akan saya hapus ya ^__^