Berbahagia dengan Cara Berbeda Bersama Legendaddy di Winter Land

Buat anak-anak saya, menghabiskan waktu bersama ayahnya adalah bergembira dengan cara berbeda. Sejak sangat kecil, si sulung dan si tengah punya momen kebersamaan dengan papanya, di antaranya saat saya mengandung adik mereka. Ketika rasa manja muncul dan saya sedang tak sanggup meladeni, si Papa selalu ada untuk mereka.

Bu Lani, dr. Ahmad, bu Rini, Oka Antara, MC
Bepergian bersama si Papa saja, tanpa saya juga merupakan momen yang sangat berarti bagi mereka. Papa bisa membawa mereka ke tempat-yang tak bisa saya bawa. Dan Papa lebih kuat menemani mereka menjelajahi dunia luar ketimbang saya yang nafas dan tenaganya lebih pendek.

Pada talkshow Kebahagiaan Keluarga, Penentu Karakter dan Tumbuh Kembang Anak, di restoran XO Suki, Trans Studio Mall yang berlangsung tanggal 17 April lalu,  psikolog Rini Hildayani mengatakan, "Kebahagiaan mempengaruhi karakter anak. Hubungan antarindividu yang harmonis dalam keluarga dan hubungan yang menyenangkan, menyebabkan karakter anak tumbuh positif."

Walau mengupayakan agar anak-anak bisa bahagia, saya tidak bisa memastikan sepenuhnya apakah anak-anak merasa demikian karena mereka punya tututan ego tersendiri yang membuat mereka merasa bahagia. Bahagia versi kami bisa berbeda, kan? Adalah tugas saya memberi batasan yang jelas antara hak dan kewajiban. Jika selamanya menuntut hak, siapa pun tidak pernah akan cukup bahagia. Saya termasuk ibu yang cukup strict untuk hal ini dan membiasakan anak mengenal batasan-batasan itu sejak dini.

Keseruan di Winter Land, di sekitar studio mini Photobooth
Jadi kalau ditanyakan kepada saya apakah anak-anak saya merasa bahagia, saya mungkin bukan menjadi bagian dari 53% responden yang merasa anaknya bahagia akan hubungannya dengan orang tua seperti yang dipaparkan oleh Gusti Kattani Maulani, Brand Manager Lactogrow.

Karena saya pikir, mungkin 47% orang tua yang tidak mantap menjawabnya ada yang punya alasan sama dengan saya. Bahwa ada keterbatasan tertentu yang menyebabkan saya harus mulai mendidik anak-anak saya dengan garis batas yang jelas sehingga bahagia versi saya dan mereka mungkin berbeda. Misalnya, anak-anak inginnya jajan banyak sementara saya membatasi satu anak hanya boleh mendapatkan 2 item jajanan. Namun itu kan tidak berarti saya tidak mengusahakan kebahagiaan bagi anak-anak saya, toh? Well, setiap keluarga punya cara dan pandangan yang unik, kan?

Oka Antara, aktor terkenal yang super sibuk memaparkan bagaimana usahanya menghabiskan waktunya yang tak banyak secara berkualitas dengan anak-anaknya. Oka menerapkan metode co parenting dengan istrinya dalam pengasuhan ketiga buah hatinya. Permainan puzzle adalah salah satu pilihannya untuk menghabiskan waktu bersama anak.

Baby Jo dengan Bunda & Ayah. Foto: Lactogrow
Selain psikolog, Brand Manager Lactogrow, dan aktor, talkshow yang diselenggarakan oleh Lactogrow ini juga mendatangkan Dr. dr. Ahmad Suryawan (spesialis tumbuh kembang anak) sebagai nara sumbernya.

Dokter Ahmad memaparkan bahwa sirkuit otak anak terbentuk pesat, sebanyak 80% dalam dua tahun pertama kehidupannya. Pembentukan sirkuit ini sangat ditentukan oleh kondisi (kesehatan) saluran cernanya.

Mengapa? Kesehatan cerna yang kacau akan mempengaruhi pikiran. Kalau lapar, kita tidak bisa berpikir dengan baik. Iya, kan? Sebaliknya, kalau pikiran terganggu hingga stres, perut bisa mulas!

Afyad & Athifah main, Papa (ransel hitam)
ngantri dulu
Kata pak dokter lagi, "Jangan terlalu neko-neko." Pak dokter kemudian menjelaskan mengenai dua langkah, yaitu back to nature (dengan memberikan ASI pada 2 tahun pertama anak) dan dengan memberikan nutrisi dan kebahagiaan dari luar.

Yang berasal dari luar, tentunya melalui sesuatu yang diproses dengan baik, dari bahan alami yang dapat menghidupkan saluran cerna, seperti probiotik (mikro organisme yang bermanfaat bagi tubuh). Contoh lainnya adalah melalui Lactogrow, susu pertumbuhan yang mengandung Asam Linoleat, Asam Alfa Linoleat, minyak ikan, 11 vitamin, dan 7 mineral yang diformulasikan khusus oleh para ahli di Nestle Research Centre untuk membantu tumbuh-kembang anak yang aktif dan ceria.

Talkshow berlangsung semarak. Para nara sumber mendapatkan banyak pertanyaan dari hadirin. Bisa disimpulkan,  para nara sumber menekankan pentingnya KEBAHAGIAAN bagi setiap anggota keluarga, utamanya anak. Peran ayah penting sebagai figur pelindung dan pembentuk rasa percaya diri anak. Ibu harus sehat dan bebas dari stres sejak hamil dan anak bisa bergembira dengan ayahnya.

Mewarnai di Winer Land
Hari ini saya gembira karena bisa mengikuti secara lengkap semua penyampaian para nara sumber di talkshow ini. Kedua anak saya yang terkecil - Athifah dan Afyad pun bergembira bersama papa mereka di area Winter Land diatrium Trans Studio Mall sementara saya sibuk dengan aktivitas saya. Saya beruntung, suami rela mengasuh kedua anak kami yang lincah ini saat saya menghadiri sebuah acara.

Athifah kembali memenuhi hasrat berkompetisinya di ajang ini. Sekira 20 menit lamanya dia mengejar para host kuis kecil dia area "bersalju" di sekitar panggung utama. Saat itu suami saya mengaku kewalahan mengawasi kedua anak kami karena si bungsu Afyad sibuk sendiri dan Athifah menghilang. Untungnya Athifah kemudian bisa diawasinya melalui "tayangan live" pada layar besar di panggung utama. Papa menyaksikan kegigihan putri mungil kami mengejar satu kemenangan di kuis kecil iu. Akhirnya, setelah berputar-putar mencari perhatian para host, Athifah berhasil menarik perhatian salah seorang host. Host itu memberinya pertanyaan yang dengan mudah berhasil dijawabnya.

Usai talkshow dan menunaikan shalat zuhur saya masuk ke area bermain. Saat itu anak-anak sudah cukup lama bermain. Winter land di hari terakhir ini ramai sekali. Pengunjung harus rela antri lama demi memasuki satu area. Ada 7 area di Winter Land ini: Snow Playground, Selling & Redemption, Point Rewards Booth, Snowman Makeover, Photobooth, Playground, dan Fishing Area. Winter Land ala Lactogrow ini mendapatkan rekor MURI sebagai area permainan salju dalam mal terbesar, lho.

Oka Antara di Mini Zoo, Winter Land
Foto: Lactogrow
Kedua anak kami hari ini benar-benar bergembira dengan cara yang berbeda dengan papa mereka di Winter Land. Papa juga sudah menyuapi mereka dengan makanan yang sudah saya siapkan dari rumah, pun sudah mengajak mereka shalat zuhur sebelumnya.

Di Winter Land, selain bermain es, pengunjung bisa memainkan permainan lainnya seperti ayunan, bermain balok, mewarnai, membuat boneka salju dan menghiasinya, bermain dengan binatang, dan berfoto.

Berfoto di sini tak mudah. Antriannya panjang. Maka saya menemani anak-anak mewarnai sementara si Papa ngantri. Sekira 30 menit lamanya, tibalah giliran kami. Kami mengenakan aksesoris ala penduduk daerah bersalju. Karena kami punya 2 passport, petugas bertanya bagaimana formasi 2 sesi pemotretan yang kami inginkan, Papa mengusulkan 1 sesi untuk Athifah dan Afyad, sesi lainnya untuk kami berdua saja. Iya, ya, kapan lagi foto berdua dengan setting unik begini.

Cie cie ... pengantin baru (bawah)
Athifah dan Afyad masuk ke dalam studio foto mini berbentuk setengah bola. Mereka memasang pose nan gaya. Setelah itu giliran kami yang masuk ke studio mini unik itu. Kami mempraktikkan pose yang disarankan pengarah gaya, yaitu duduk saling memunggungi sambil memasang ekspresi cerah ceria.

Tiba-tiba riuh terdengar suara para pengantri Photobooth. Mereka menyoraki kami! Jelas terdengar ada yang mengatakan, "Cie cie .... pengantin baru ... cie cie ..."

Lunch box yang berhasil diperoleh Athifah
pada kuis di play ground
Saya baru menyadari kalau saat itu hampir semua yang antri untuk berfoto bisa menyaksikan apa yang terjadi di Photobooth dan kami satu-satunya pasangan suami-istri yang berfoto. Mereka yang gilirannya sebelum kami berfotonya dengan anak-anak. Hanya kami yang tidak.

Cie .... cie ...

Tidak mengapa, toh? Kan kami, pengantin yang baru nikah 17 tahun ini sedang bergembira dengan cara berbeda? ♡♡♡ :)

Makassar, 28 April 2016

Baca juga tulisan lainnya:




Share :

14 Komentar di "Berbahagia dengan Cara Berbeda Bersama Legendaddy di Winter Land"

  1. so sweet mbak keluarga bahagia. beruntung punya suami yang pandai membahagiakan keluarga :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin ... mudah2an sama2 punya kesadaran begitu, Mbak. Di antara kekurangan masing2, ada kelehihan yang bisa selalu dikenang

      Delete
  2. cieee foto berdua...saya juga foto berdua di booth winterland tapi sama radit hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aiih kami dong, foto berdua, berasa pengantin baru wkwkwk.

      Delete
  3. asyik ya mbak acaranya...kapan ada di semarang ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mudah2an nanti bisa diselenggarakan juga di Semarang ya Mbak Ningrum

      Delete
  4. wah asik ya main salju sambilmain bersama ayah

    ReplyDelete
  5. 17 tahun menikah? So sweet deh..kayak seventeen ya Mba..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sweet seventeen, beneran Mbak Rita hehehe

      Delete
  6. hihi, pengantin baru yang udah lama ya mba :D

    ReplyDelete
  7. cie...cieeee....... bikin iri wae.... :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wkwkwk, foto berdua dengan pasangannya juga, dong Mas Marno

      Delete

Untuk saat ini kotak komentar saya moderasi karena banyaknya komen spam yang masuk. Silakan tinggalkan komentar ya. Komentar Anda akan sangat berarti bagi saya. Tapi komentar yang kasar dan spam akan saya hapus ya ^__^