Anak Rumah Tangga

 “Ma, saya juga harus belajar jadi ibu rumah tangga seperti Mama?” tanya Athifah pada suatu hari.
“Iya,” Mama tersenyum, mendapatkan pertanyaan baru dari putrinya.
“Eh, saya harus belajar jadi anak rumah tangga ya, bukan ibu rumah tangga?”

“Hehehe, iya.”
“Kenapa, saya harus belajar seperti Mama?”

anak rumah tangga

“Supaya nanti Athifah bisa mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Tapi bukan hanya Athifah, lho. Kakak Affiq juga harus belajar biarpun dia laki-laki. Kemarin kan Mama ajak Athifah dan Kakak Affiq untuk belajar peras kelapa tapi Athifah sok sibuk, jadinya Kakak Affiq saja yang belajar peras kelapa dengan Mama?”

Perbincangan berlanjut denga pertanyaan-pertanyaan yang terus mengalir dari Athifah ...

“Bagaimana caranya peras kelapa?”
“Apa maksudnya peras kelapa?”
“Kalau Mama tidak ada, siapa yang gantikan?”

***


Oya, tentang pelajaran mengerjakan pekerjaan rumah tangga, bukan hanya anak perempuan yang harus melakukannya, anak laki-laki juga, kan? Kalau kelak hidup mandiri, terpisah dengan orang tuanya mudah-mudahan bisa lebih mudah hidupnya karena bisa mengerjakan hal-hal remeh-temeh (tapi melelahkan) itu. Kalau Kakak Affiq, masih dalam tahap belajar sedikit demi sedikit. Mudah-mudahan ia bisa ...


Share :

15 Komentar di "Anak Rumah Tangga"

  1. haha....ada2 aja ya polag tingkah anak2 itu... dikira selain ibu rumahtangga juga ada anak rumahtangga ya Mbak, hehe...

    ReplyDelete
  2. senangnya punya anak lelaki yg mau diajak belajar mengerjakan pekerjaan rumah.. baarakallaahu fiikum, Mbak..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin .. mudah2an seterusnya dia mau Mbak ...

      Delete
  3. SEtuju, sejak kecil anak-anak tetap harus dikenalkan pekerjaan2 rumah...di rumahku ada pembantu mak tp tetep anak-anak aku ajarkan juga untuk membantu meski hanya merapihkan tempat tidur masing2 :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mak ... ibu saya juga begitu. Dulu kami ada yang bantuin di rumah tapi tetap anak2nya harus bisa mengerjakan pekerjaan rumah. Jd biarpun ada yang cucikan, celana dalam dicuci sendiri ...

      Delete
  4. hihiii iya sama kayak papaku dan suamiku...
    serba bisa juga soal urusan kerja berat dapur, kyak belah ini itu pake parang dan bakar-bakar ikan dan lain sbgainya. karena Nenek dan mertuaku mendidiknya jadi lelaki rumah tangga yg mandiri ... kayak kak mugniar mdidik affiq hehehe..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama, dong Qiah ... bapak dan suami saya juga bapak rumah tangga yang bisa diandalkan :)

      Delete
  5. Hahah anak rumah tangga, Athifah ada-ada ajaaa. Wah mbak tampilan blognya baru yaa, apa aku yang kudet ya baru tahu hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Baruuuu Mbak .. tapi sudah bbrp bulan, sih hehehe

      Delete
  6. Kalau aku malu jika untuk menggantikan kerjaan bapak dirumah. Aku lebih suka disuruh kondangan jika bapak lagi halangan. Kenyang seh.

    ReplyDelete
  7. Suka saya mbak liat anak laki2 ngerjain pekerjaan rumah tangga, tandanya berbakti, anak dambaan para Orangtua dan kelak bakal jadi dambaan para cewek-cewek jg ini mah :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masih dalam tahap belajar dikit2, koq Mbak ... mudah2an saja seterusnya mau diajari :)

      Delete
  8. Asyiik bgttt menyatu kayak gini. Kerjasama dalam rumah tangga saling menguntungkan ya, Mbak. :)

    ReplyDelete

Untuk saat ini kotak komentar saya moderasi karena banyaknya komen spam yang masuk. Silakan tinggalkan komentar ya. Komentar Anda akan sangat berarti bagi saya tapi jangan tinggalkan link hidup. Oya, komentar yang kasar dan spam akan saya hapus ya ^__^