Mengatasi Alergi dengan Terapi Bicom Bioresonance

Pernah menderita alergi?
Kebanyakan yang kena alergi sepertinya anak-anak. Tapi ada juga orang dewasa yang tiba-tiba saja kena alergi. Seperti seorang ibu – sebut saja namanya Ning, misalnya.

Usia Ning sudah mendekati 40 tahun. Tiba-tiba saja sekujur tubuhnya timbul bentol-bentol dengan ukuran bervariasi yang terasa gatal – reaksi alergi setelah menyantap atau meminum yang manis-manis, beberapa jenis ikan dan makanan yang mengandung minyak goreng (makanan yang digoreng dan sambal yang diberi minyak goreng). Padahal sebelumnya ia tak pernah alergi makanan apapun kecuali udara dingin.

Konon, reaksi alergi itu serupa air di dalam gelas. Selama gelas itu berisi sedikit air, alergen tidak berpengaruh. Tetapi ketika gelas itu penuh, terjadilah reaksi alergi.

Ada praktik dokter berkelompok 

Setelah tes alergi di Natural Esthetic Clinic yang terletak di jalan Andalas, rupanya ia menderita banyak alergi terhadap hampir semua gula: gula pasir, fruktosa (gula dari buah-buahan), dan gula merah. Juga terhadap banyak jenis ikan, terutama ikan laut, semua merek minyak goreng, dan beberapa bahan lain termasuk bawang putih, susu sapi, dan kacang kedelai.

Berdasarkan pengalaman keponakan-keponakannya yang sukses menjalani terapi Bio Resonance, Ning mengikuti terapi ini setelah terlebih dahulu menjalani proses deteksi alergi. Bicom Bioresonance digunakan untuk mengatasi berbagai gangguan kesehatan, misalnya manifestasi alergi seperti eksim, batuk pilek berkepanjangan, gangguan pencernaan, dan asma.

Proses deteksi alergi, dokter (kiri) memegang sampel
berisi alergen di tangan kiri dan detektor di tangan kanan
Selain itu, pendekatan ini juga berguna untuk mengatasi rasa nyeri, penyakit auto-immune, serta menangani gangguan pada anak-anak berkebutuhan khusus. Secara umum ada 400 indikasi yang dapat ditangani oleh terapi Bicom Bioresonance.

Bicom Bioresonance merupakan salah satu pendekatan terapi biofisika. Dalam ilmu biofisika, setiap substansi terdiri dari energi dan memancarkan energi, termasuk juga tubuh manusia. Energi yang dipancarkan ini berbentuk gelombang dan mempunyai panjang gelombang yang berbeda serta spesifik.

Tubuh manusia mempunyai satu spektrum gelombang individual yang normal serta dapat dideteksi. Adanya informasi gelombang lain, misalnya benda asing, gelombang elektromagnetik/geopati, logam/kimia, bekas luka/trauma, atau bahkan makanan yang sehari-hari kita konsumsi, dapat mengganggu pola normal tubuh, sehingga menimbulkan gangguan pada komunikasi antar sel tubuh. Gangguan ini seringkali dapat menimbulkan gejala klinis seperti alergi, migraine, nyeri pada tubuh, kelelahan yang berkepanjangan, gangguan pola tidur, bahkan hiperaktifitas pada anak-anak.

Macam-macam alergen dasar
Sesi terapi berbeda-beda setiap individu, tergantung dari keluhan dan hasil identifikasinya. Prinsip dari terapi ini adalah memperbaiki komunikasi antar sel, supaya tubuh dapat menyembuhkan dirinya sendiri. Hal ini dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti:
  • Mengembalikan frekwensi komunikasi antar sel yang sudah tidak sinkron menjadi sinkron kembali.
  • Eliminasi gelombang-gelombang elektromagnetik/geopati yang dapat menganggu komunikasi antar sel.
  • Menghilangkan hambatan energi yang terjadi akibat bekas luka/trauma, infeksi kronis, gangguan metabolisme, dan berbagai macam kondisi tidak normal (patologis) dalam tubuh.
  • Inversi gelombang yang disebabkan oleh benda-benda asing yang mengacaukan komunikasi antar sel.

Alat terapi
Sesi terapi
Saat ini, deteksi alergi dan sekali terapi membutuhkan biaya sebesar Rp. 200.000 (tahun lalu masih Rp. 150.000). Lama terapi tergantung dari tingkat keparahan alergi, bisa saja membutuhkan 5,atau beberapa kali terapi (bisa dikonsultasikan dengan dokter di klinik itu).

Menariknya, saat terapi jika anak dari pasien yang bersangkutan memiliki tipe alergi yang sama, sang anak bisa ikut diterapi dengan cara memegang sebuah alat dan berdiri pada jarak radius 2 meter dari orangtuanya.

Tertarik? Silakan browsing di www.bio-e.net. Di web tersebut ada alamat-alamat klinik serupa ini di berbagai kota di Indonesia.

Makassar, 16 September 2012

Catatan:

Sumber mengenai terapi berasal dari www.bio-e.net.
Alamat lengkap Natural Esthetic Clinic di Makassar: Jl. Andalas No. 182. Telepon: 0411-3616116.

Silakan juga dibaca:



Share :

30 Komentar di "Mengatasi Alergi dengan Terapi Bicom Bioresonance"

  1. Saya dulu kecil alergi dingin mbak. Kalo pas alergi kulit bentol2 dan gatal. Kalau bhs jawanya biduren.

    Tetapi sekarang gak pernah kambuh lagi. Mungkin air digelasnya cuma sedikit kali ya mbak hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mas ... sepertinya cuma sedikit. Mudah2an tidak nambah ya :)

      Delete
    2. adekq sma tuw. mpe skg klo dingin pasti bentol2. apa ada obatnya yah?

      Delete
  2. sy & anak sy sama2 alergi debu.. tp utk saat ini cukup di jaga aja jgn sp terlalu sering kena debu..

    ReplyDelete
  3. kemaren2 menjelang peralihan musim aku sempat alergi dingin. kena dingin dikit aja langsung bentol2 merah. padahal badannya mah gag dingin, cuma langsung bentol2 aja. tapi sepertinya itu masih bisa ditolerir. hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo saya alergi dingin tapi tidak ke kulit, Syifa .. langung ke daya tajan tubuh. Iya, sptnya alergi Syifa masih bisa ditolerir :)

      Delete
  4. untung gak klinik tongsamcong!! bhahaha, nice info, bu.. ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bhahaha ... mana ada klinik macam tu, Eksak bhahaha

      Delete
    2. bentar bu.. ku inget2 dulu gue alergi ama apa? hmmm...

      kalo gak salah gue gak suka ama sayur terong!! :)

      Delete
  5. ternyata alergi bisa disembuhkan ya, kalau saya alergi ikan tongkol kalau makan pasti bintik bintik merah... makasih infonya mbak...

    ReplyDelete
  6. terima kasih banget gan, baru tahu nih infonya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama2 gan, terimakasih juga sudah mampir di mari :)

      Delete
  7. sebenar manusia itu memiliki kecenderungan alergi terhadap semua benda penyebab alergi, termasuk makanan,..
    tes alergi hanyalah cara mengetahui tingkat alergi yang diatas rata-rata, dan setelah mengetahuinya bisa kok diatasi sendiri,
    caranya adalah dengan mulai membiasakan diri terhadap makanan atau benda yang tubuh kita alergi terhadapnya, pertama sich lakukan dengan frequensi sentuhan atau memakannya dengan jumlah yang sangat sedikit, setelah terbiasa dan tidak alergi, kemudian ditingkat frequensi-nya hingga akkhirnya menjadi terbiasa secara utuh, karena tubuh kita sebenarnya sudah memiliki anti alergi secara alamiah...hanya perlu dilatih saja ...dan tidak mengeluarkan biaya yang banyak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pernah dengar cara seperti itu Pak. Tapi artikel yang pernah saya baca mengatakan malah harus dihindari sama sekali :)

      Delete
    2. sebenarnya ada juga benarnya kalau harus dihindari sama sekali, berarti bakalan tidak akan alergi lagi...namun kemudian yang jadi pertanyaan adalah bagaimana seandainya ternyata alergi tidak hanya pada satu macam saja...contohnya Ibu Ning yang alergi terhadap hampir semua gula: gula pasir, fruktosa (gula dari buah-buahan), dan gula merah. Juga terhadap banyak jenis ikan, terutama ikan laut, semua merek minyak goreng, dan beberapa bahan lain termasuk bawang putih, susu sapi, dan kacang kedelai....apakah ini berarti harus dihindari semua sama sekali ..... :)

      Delete
    3. Nah, makanya .. solusinya bisa ikut terapi alergi ini, Pak :)

      Delete
  8. alergi kebanyakan tidak lepas dari faktor genetis ya mbak, tapi bersyukur ternyata ada alat alternatif penyembuhannya, ini bisa permanen ya mbak

    ReplyDelete
  9. nice sharing sob
    salam sehat sllu :D

    ReplyDelete
  10. alhamdulillah saya belum pernah alergi apapun ^^

    ReplyDelete
  11. Terapi menjadi alternatif pengobatan, malah sekarang lagi ngetren...., namun taripnya masih mahuaaaal

    ReplyDelete
  12. Teknologi semakin canggih..tapi biaya terapinya cukuap mahal jika harus terapi sampai puluhan kali ya mbak hhehe

    ReplyDelete
  13. Disini juga Ada mak. Memang unt pengobatan alergi harganya per packet.
    Konon kabarnya dinegara maju ud pakai alat ini.
    Di makassar Ada juga toh ya.
    BTW, ini sponsored ya mak? Wahhh hebaaat !

    ReplyDelete
  14. Makasih mbak udah membahas tentang terapi alergi di klinik kami, saya baru membacanya di tahun 2016....saat ini terapi bioresonansi yg menggunakan alat bicom optima sudah dapat membantu mengatasi masalah gangguan tidur, gangguan hormonal, masalah ketidakseimbangan neurotransmitter / zat kimia otak, keluhan nyeri , dsb . Mudah-mudahan dengan membaca blog ini banyak pasien yg dapat terbantukan masalah alerginya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih apresiasinya.
      Dalam catatan saya, tulisan ini sudah hampir 4.000 kali diaksese orang. Semoga sama2 bermanfaat.
      Salam.

      Delete

Untuk saat ini kotak komentar saya moderasi karena banyaknya komen spam yang masuk. Silakan tinggalkan komentar ya. Komentar Anda akan sangat berarti bagi saya tapi jangan tinggalkan link hidup. Oya, komentar yang kasar dan spam akan saya hapus ya ^__^