Showing posts with label Blogilis. Show all posts
Showing posts with label Blogilis. Show all posts

Perempuan Menulis, demi Keabadian

Dalam tulisan yang dimuat di Harian Fajar pada Hari Kartini ini, saya menulis tentang Kartini, tentang Colli' Pujie - pahlawan aksara Bugis, tentang makna menulis bagi perempuan, juga memperkenalkan KEB dan IIDN. Mudah-mudahan makin membuka mata perempuan Sulawesi Selatan tentang menulis.

Untuk semua perempuan Indonesia ... Selamat Hari Kartini.

Menulis membuat Kartini abadi. Perempuan Jawa penggemar membaca ini menuangkan kritik dan pandangan-pandangannya tentang kesetaraan gender, sosial, budaya, agama, bahkan korupsi melalui surat-surat kepada kawan-kawannya di Eropa.

Tuan J.H. Abendanon menyusun surat-surat Kartini. Ia membukukannya ke dalam bahasa Belanda pada tahun 1911, tujuh tahun setelah Kartini wafat pada usia 25 tahun. Buku itu terbit dengan judul Door Duisternis tot Licht yang berarti "Dari Kegelapan Menuju Cahaya". Buah pikiran Kartini itu kemudian mengubah pandangan masyarakat Belanda terhadap perempuan pribumi di Jawa di masa itu.
Baca selengkapnya

Menyuarakan Kebenaran dari Luar Negeri

Untuk blogger perempuan yang satu ini, saya angkat jempol tinggi-tinggi soal kekritisannya. Baca deh status-status dan tulisan-tulisan blognya: http://jihandavincka.wordpress.com/. Sepertinya semua tulisannya mencerminkan daya kritisnya. Status-statusnya di facebook bisa di-like sampai seratusan orang, dilengkapi komentar-komentar yang bisa berjumlah dua ratusan. Bermacam-macam komentar yang muncul, mulai dari yang memuji-muji sampai memaki-maki. Saya sampai berdebar-debar membacanya. Wiiiih.

Sebagian dari tulisan di wall-nya itu di-posting Jihan di blognya. Sebagian lagi tidak. Sebuah tulisannya pernah saya ulas sedikit dan saya jadikan sebuah posting-an blog ini, judulnya Perempuan, Mari Saling Melengkapi. Menariknya, di dalam tulisan itu, Jihan menyebut nama saya. Rasanya gimana gitu membacanya, seperti melambung karena jarang-jarang kan seseorang menulis dan menyebut nama saya di dalamnya J.

Ada satu tulisannya yang pingin sekali saya buatkan tulisan tapi sayang tulisan itu tidak tayang di blog saking kontroversialnya. Menurut saya statusnya wajar tapi buat sebagian orang yang fanatik pada hal yang dikritiknya, tidak demikian.
Baca selengkapnya

Jaringlah Ide, Jadikan Tulisan

Jaringlah Ide, Jadikan TulisanNgeblog itu asyik karena gaya bahasa penulisan di blog bebas. Yang penting tidak melanggar norma-norma sosial yang berlaku dan dimengerti banyak orang.

Mencari idenya pun sebenarnya tak sulit. Di sekeliling kita bertebaran ide, tinggal bagaimana kepekaan kita saja dalam menjaringnya, menangkapnya, dan menjadikannya tulisan.

Sering sekali status-status facebook saya jadikan bahan tulisan di blog. Nah, berikut ini saya berikan dua contoh status-status yang kemudian bisa saya tuangkan ke dalam bentuk tulisan:

Status yang idenya berasal dari sebuah tulisan jurnalis warga

Status ini saya buat pada tanggal 20 Maret:
Baca selengkapnya

Asyiknya Saling Mengunjungi


Selama berbulan-bulan, di masa awal aktif ngeblog, rata-rata komentar di postingan saya nol besar. Adik bungsu saya yang tinggal di Kalimantan sampai tertawa ketika menanyakannya. Ia mengusulkan saya untuk mencoba memasukkannya di Viva News.

Waktu itu, saya menulis ya menulis saja. Bagi saya blog adalah dokumentasi keseharian, jadi ada atau tidaknya komentar bukan masalah besar.

Sebenarnya saya sudah mendengar tentang istilah blog walking (BW) tapi belum merealisasikannya dengan benar. Suatu saat saya mendapatkan jawaban dari seseorang yang komentator blognya sekitar limapuluhan (total komentar lebih dari seratus di hampir setiap posting-annya), “Saya rajin blog walking, Mbak.” Waktu saya tanya, “Bagaimana caranya supaya komentatornya banyak seperti blog ini?” kepada seorang blogger. Saya masih ingat nama akrab blogger itu Asop, blognya http://asopusitemus.com.

Nah, sejak itu saya lebih rajin BW. Awalnya untuk mendapatkan komentar balik di blog. Senang juga ketika pelan-pelan jumlah komentar mulai bertambah. Akhirnya ada beberapa yang menjadi akrab, terutama setelah saya merapat ke beberapa komunitas blog.

Senang sekali jika tulisan kita dikomentari orang sesuai dengan isinya. Bisa saja ada kritikan, pembenaran, guyon, ataupun ucapan simpati. Lama-kelamaan saya menjadi akrab dengan beberapa kawan blogger. Kami bisa saling menimpali dengan akrab, seolah-olah sudah pernah berkenalan dan bertemu di dunia nyata.
Baca selengkapnya

Miss U dan Hima


“Pingin ketemu Athifah,” kata Uchi, blogger Samarinda yang menyebut dirinya “Miss U” ini.
Uchi yang bernama lengkap Suchi Ramdhani ini mengirimi saya pesan inbox pada suatu hari, menjelang kedatangannya ke Makassar.

Menyenangkan sekali bisa kopdar dengan teman-teman blogger. Tahun lalu saya pernah bertemu dengan Syam, juga pernah bertemu dengan Maya. Mereka bertandang ke rumah. Begitu pun membaca pesan inbox dari Uchi, senang sekali. Meski tak dikatakan pingin bertemu dengan saya J , tak mengapa, Uchi bilang pingin bertemu dengan Athifah – putri ceriwis saya, saya sudah senang. Saya pun memberikan nomor HP saya, minta dikabari lagi.  

Tak lama, pesan inbox saya berbalas. Uchi ingin mengajak Ririn, blogger Makassar yang menamakan dirinya Hima Rain, yang biasa saya sapa Hima. Kebetulan sekali, Hima sudah lama hendak ke rumah, untuk membawakan hadiah giveaway-nya. Sibuk sekali ia, entah sudah berapa bulan rencana itu tak kesampaian.

Tak tahu bagaimana kelanjutannya, tiba-tiba saja tanggal 22 Januari pagi, Uchi mengirim SMS, hendak ke rumah siang itu. Saya senang sekali. Bersama Athifah yang excited, kami menunggu mereka. Athifah senang sekali karena kepadanya saya katakan ada teman saya yang hendak bertemu dengannya.
Baca selengkapnya