Talkshow KerLip untuk Orang Tua Hebat di Jaman Now

Anak dan gadget sudah menjadi problema bersama para orang tua sedunia. Kecuali bagi yang tidak menganggap hal tersebut masalah dan membiarkan buah hatinya dengan gadget tanpa kenal waktu, sih, ya. Oleh sebab itu, selalu saja ada diskusi parenting terait hal tersebut, seperti yang saya hadiri pada hari Ahad tanggal 1 Juli lalu: Talkshow Pendidikan Orang Tua Hebat – Mendorong Sekolah Ramah Anak, Solusi Cerdas Optimalkan Potensi Anak di Era Milenial. Talkshow yang berlangsung di aula Sekolah Islam Athirah jalan Kajaolalido ini diselenggarakan oleh KerLip (gerakan Keluarga Peduli Pendidikan) dengan dukungan beberapa pihak dan nara sumber Nyi Mas Diane WS, Psi dan Amal Hasan.


Nyi Mas Diane WS yang akrab disapa Mbak Di, merupakan psikolog yang praktisi perkembangan anak dan remaja. Selain itu, penulis buku Mendidik Anak Sesuai Zamannya ini juga menjadi parenting motivator dengan jam terbang tinggi. Sementara itu Amal Hasan leader of Google educator South Sulawesi. Pak Amal ini berasal dari SMP yang sama dengan saya, SMPN 6 Makassar. Kami satu angkatan tapi beda kelas. Nama bekennya Eyank Vhazolle. Andai saya tak nge-share informasi talkshow ini ke grup kawan-kawan sekelas saat SMP, saya tak tahu kalau beliau sealmamater dengan saya. Dari kawan-kawan sekelaslah saya tahu kalau Pak Amal itu Eyank. Saya tahunya nama Eyank saja, tidak kenal nama Amal Hasan soalnya. 😆

Mengawali acara, Pak Bagus Dibyo Sumantri dari KerLip menyampaikan sambutannya. KerLip merupakan gerakan sosial berbasis keluarga yang pada awalnya mendorong sekolah ramah anak. Sekolah ramah anak adalah sekolah yang bisa menjadi rumah kedua bagi anak, sekolah tanpa hukuman (diganti dengan konsekuensi), sekolah tanpa bully. KerLip sudah melakukan advokasi ke beberapa sekolah, mencoba mengubah mindset para guru. Dampaknya sekolah menjadi tempat yang menyenangkan bagi anak.

Pak Bagus Dibyo Sumantri
“Untuk kali ini kami mendorong di lingkungan rumah, bagaimana orang tua menjadi pendamping, teman, dan motivasi bagi anak,” ujar lelaki yang sedang menjabat sebagai ketua KerLip Maros ini. KerLip juga melakukan pendampingan kepada anak-anak yang dijuluki “anak jalanan”. Anak-anak jalanan ini, di sekolah dianggap anak nakal, di rumah tidak bisa bercerita  atau curhat dengan orang tuanya. Padahal anak-anak perlu mempunyai tempat yang nyaman untuk mengeluarkan uneg-uneg mereka. Sayang sekali jika mereka mencari tempat yang nyaman meskipun itu salah yang membuat mereka terlibat dengan kekerasan.

Menurut Pak Bagus, dengan adanya pakar yang menjadi nara sumber pada talkshow ini, kita bisa belajar menjadi orang tua yang baik dan mempelajari fenomena gawai (gadget) yang sering menjadi kambing hitam untuk kontribusi anak-anak yang kurang baik. “Jangan sampai saat kita mengalami bonus demografi, anak-anak kita belum siap,” pungkas Pak Bagus.

Ibu Diana, Mbak Di, dan Pak Eyank .. eh Pak Amal.

Usai kata sambutan dari Pak Bagus, Ibu Rusdiana selaku moderator segera mempersilakan kedua nara sumber untuk naik ke atas panggung. Ibu Diana memperkenalkan masing-masing nara sumber dan memberikan waktu selama satu jam per orang untuk menyampaikan presentasinya. Waktu selama satu jam ini sangat memadai ternyata. Rasanya “kenyang” dengan pencerahan dari kedua nara sumber. Selain itu, saya kembali merasa masih penuh kekurangan dalam menjalankan peran sebagai ibu, di antara rasa haru dari slide dan quote yang ditampilkan oleh para nara sumber. Bukan hanya menjadi pengingat kembali, ada banyak hal baru yang saya dapatkan dari talkshow ini. Benar-benar, sebagai orang tua kita tak boleh berhenti belajar.

Materi yang diberikan dalam talkshow ini di antaranya mengenai peran orang tua dalam mendampingi anak menggunakan gadget, bagaimana orang tua memantaskan diri menjadi orang tua pada zaman ini, efek gadget bagi anak, aplikasi apa saja yang perlu orang tua ketahui untuk mengontrol anak, aplikasi apa saja yang pantas dimainkan anak, dan lain-lain sebagainya. Anda bisa menyimaknya di tulisan-tulisan saya berikutnya. Do’akan saya sehat ya supaya lancar menulisnya, mengingat akhir-akhir ini lagi banyak interupsi di dunia nyata.

Makassar, Sabtu 7 Juli 2018

Bersambung

Catatan:

KerLip yang terbentuk tahun 1999 ini, sejak tahun 2016 bermitra dengan Pembinaan Pendidikan Keluarga (Bindikkel) Direktorat Jendral PAUD dan Dikmas, Kementerian Pendidikan Nasional. KerLip sekarang menjadi gerakan yang melibatkan para pemerhati pendidikan di seluruh Indonesia.

Share :

5 Komentar di "Talkshow KerLip untuk Orang Tua Hebat di Jaman Now"

  1. Talkshow yang sangat bermanfaat, meninggalkan kesan mendalam untuk peserta karena banyak "sentilan" kecil untuk orang tua 😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sangat banyak sentilan ya. Kita belajar lagi

      Delete
  2. makasih remindernya nih mba, smoga bisa jd orangtua yg bisa mendidik anak dg baik

    ReplyDelete
  3. Saya masih terngiang-ngiang beberapa kalimat Mba Dee di event ini kak.. Saking makjlebnya!

    ReplyDelete

Untuk saat ini kotak komentar saya moderasi karena banyaknya komen spam yang masuk. Silakan tinggalkan komentar ya. Komentar Anda akan sangat berarti bagi saya. Tapi komentar yang kasar dan spam akan saya hapus ya ^__^