Mukena Baru Mama

Sejak Mama mengenakan mukena barunya di waktu-waktu shalat, Athifah selalu mengaguminya dan menyatakan keinginannya memiliki mukena seperti itu. Mukena itu memang cantik. Sepertinya harganya mahal. Mama mendapatkannya dari Oma, sedangkan Oma mendapatkannya melalui seseorang.

"Ini dikasih orang, Nak. Mama tidak akan membeli mukena seperti ini, jadi Mama tidak akan membelikan Athifah yang seperti ini," jawab Mama ketika untuk yang ke sekian kalinya Athifah meminta Mama membelikan mukena yang sama dengan kepunyaan Mama. Gadis mungil ini "lapar mata". Sebenarnya ia sudah punya beberapa mukena, tapi kalau disuruh shalat jarang mau pakai mukena, maunya shalat tanpa mukena.

Usai shalat zuhur tadi, Athifah menyatakan lagi permintaannya tapi dengan redaksi yang berbeda dari biasanya. 

"Mama, boleh minta mukenanya Mama kalau nanti mama sudah meninggal?" tanyanya, penuh harap.
"Boleh," Mama tertawa menjawab pertanyaan aneh putrinya.
"Tapi kalau Mama sudah meninggal, mukena ini sudah tidak bagus lagi. Barangkali sudah robek-robek karena sudah terlalu tua," lanjut Mama.

Makassar, 28 Maret 2013

Mama tidak marah. Ini pertanyaan yang sah-sah saja ^__^



Share :

4 Komentar di "Mukena Baru Mama"

  1. Benar2 pertanyaan yg polos k'

    ReplyDelete
  2. Jelang ramadhan, ini akan menjadi referensi tempat belanja mukena, karena bagus2 mukenanya. suskes terus ya mbak

    ReplyDelete

Untuk saat ini kotak komentar saya moderasi karena banyaknya komen spam yang masuk. Silakan tinggalkan komentar ya. Komentar Anda akan sangat berarti bagi saya. Tapi komentar yang kasar dan spam akan saya hapus ya ^__^