Tampilkan postingan dengan label Sosok. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sosok. Tampilkan semua postingan

Lelaki Tua Pejuang Kehidupan dan Posternya

Saat masih ada urusan di sekolah si bungsu sehingga harus menungguinya di ruang perpustakaan, seorang bapak berusia kira-kira enam puluhan tahun memberi salam dan masuk ke dalam ruang perpustakaan.

Bapak yang membawa banyak poster edukatif beragam jenis ini mendekati kami: saya yang sedang membaca, dua orang ibu guru, dan suami saya yang sedang membantu memperbaiki salah satu laptop di ruang perpustakaan.
Baca selengkapnya

Nenek Te’ne, Pedagang yang Menyunggi Bakulnya

Daeng Te’ne, pedagang keliling berusia tujuh puluhan tahun ini sering terdengar suaranya berkeliling di sekitar rumah kami. “Bawang merah, bawang putih, kacang hijau,” adalah salah satu ucapan yang disebutkannya dengan nada khas setiap berkeliling. Kekhasannya yang lain adalah, dia selalu menyunggi (menjunjung di atas kepala) bakul dagangannya. Sungguh pemandangan yang selalu saja membuat saya terpesona.
Baca selengkapnya

Atmaji Sapto Anggoro, Sosok di Balik Tirto.id

Akhir-akhir ini saya sering mendengar tentang Tirto.id dari suami saya. Pak suami sering membaca ulasan mengenai sejarah dan politik di portal tersebut. Suatu kali, teman-teman blogger ramai membincangkan sebuah artikel di Tirto.id yang berjudul Di Balik Keputusan Google Suntik Mati Beberapa Layanannya. Di waktu lain, nama portal artikel ini lewat di depan mata saya saat sedang online. Kamis malam - dua pekan lalu, acara Rosi di Kompas TV sedikit menyinggung Tirto.id sehubungan dengan berita yang lagi hangat mengenai Panglima TNI, Gatot Nurmantyo. Tirto.id mengangkat reportase jurnalis Allan Neirn tentang upaya kudeta atas Presiden Jokowi dengan sasaran antara aksi bela Islam gara-gara Pak Ahok. Tidak dipungkiri, Tirto.id kini menjadi fenomena tersendiri.
Baca selengkapnya

Nyi Penengah Dewanti, Blogger Kendal dan Tentang Nara Sumber Pelatihan Kehidupan

Saya sok mengaku sudah cukup lama kenal Nyi Penengah Dewanti. Saya pakai kata “sok mengaku” karena saya hanya mengenalnya di dunia maya dan hanya berinteraksi di grup Facebook atau inbox Facebook. Blogger Kendal ini dulu saya kenal sebagai penulis buku saja. Beberapa kawan menyandangkan predikat “ratu antologi” saking banyaknya dia terlibat dalam pembuatan antologi (buku kumpulan tulisan). Kalau tidak salah lebih dari 100!
Baca selengkapnya

Kisah Sulap Minyak Jelantah Menjadi Bahan Bakar Biodiesel

Senang sekali saya mendapat undangan dari BaKTI (Bursa Pengetahuan Kawasan Timur Indonesia) untuk menghadiri kegiatan bulanan bertajuk Inspirasi BaKTI bertepatan di Hari Sumpah Pemuda, untuk mendengarkan pemaparan dari para pemuda luar biasa yang berada di bawah bendera Garuda Energi Nusantara Oil (GEN Oil). Sementara di beberapa kawasan di Makassar sedang berlangsung demonstrasi mahasiswa yang berlangsung tidak simpatik, Andi Hilmy Mutawakkil bersama kawan-kawannya tampil memukau hadirin di ruangan itu.
Baca selengkapnya

Inspirasi dari Deasy Maslianita, Sang Survivor Kanker

Bahkan dunia maya bisa membuat seseorang merasa dekat dengan orang lain.

Ketika berita duka saya terima bulan Agustus lalu, saya tersentak. Seorang kawan blogger, sesama grup Arisan Link Kelompok 4 – sebuah grup dan program “informal” di grup Komunitas Blogger Perempuan, meninggal.
Baca selengkapnya

Inspirasi LabsG, Memberdayakan Remaja dengan Teknologi

Dunia blogging mengantarkan saya “berkenalan” dengan banyak teman dari berbagai penjuru. Salah satunya adalah Arinta Setia Sari, seorang mahasiswi asal Jogja. Saya belum pernah bertemu dengan Arin tapi sudah “ngobrol” akrab dan panjang di inboks Facebook. Gadis muda ini luar biasa, baru beberapa kali ikut lomba blog tetapi sudah memenangkan beberapa lomba.
Baca selengkapnya

6 Keuntungan Berbelanja di Warung Sebelah

“Duh, tidak cukup uangku. Saya kira yang saya bawa ini uang sepuluh ribuan Mama Fia, ternyata uang dua ribuan ji. Saya pulang dulu ambil uang, nah,” seraya mengangkat barang belanjaan, saya hengkang dari warung Mama Fia.

Sesegera mungkin, usai meletakkan barang belanjaan di dalam rumah, saya kembali ke warung Mama Fia, mengantarkan kekurangan uang yang harus saya bayarkan. Sudah beberapa kali hal ini terjadi. Belanja di warung sebelah yang letaknya dari rumah hanya sepelemparan bola tenis tidak pernah ribet. Kalau uang kurang bisa balik dulu ke rumah untuk mengambil sisanya. Jangan sampai lupa karena bisa malu sendiri.
Baca selengkapnya

Inspirasi dari Polisi-Polisi Plus



Berbeda dari para inspirator yang tampil sebelumnya, kali ini giliran dua orang kepala Kepolisian dari dua daerah berbeda. Yang satu wilayah kerjanya dekat dari rumah saya. Yang satunya lagi wilayah kerjanya di Sulawesi Barat. Keduanya menyampaikan hal-hal yang membuat saya harus menata kembali mind set saya tentang polisi. Ini kisah tentang polisi-polisi plus. Jangan dibalik, lho ya karena mereka bukan “polisi plus-plus”.
Baca selengkapnya

Tendangan Kemanusiaan Andy F. Noya

Tulisan ini merupakan tulisan ke-8, catatan saya selama mengikuti Festival Forum KTI tanggal 17 – 18 November lalu. Silakan baca tulisan-tulisan saya yang lainnya: Graphic Recorder, Profesi Kreatif Keren Abad Ini, KTI, Masa Depan Indonesia, Pengelolaan Air dan Penanggulangan Bencana di Kaki Rinjani,  Inspirasi dari Timur: Rumah Tunggu Penyelamat dan Wisata EksotisInspirasi dari Penjaga Laut Tomia Gerakan Gebrak Malaria dan Pejuang Legislasi Malaria dari Halmahera Selatan, dan Petani Salassae Mewujudkan Kedaulatan Pangan

Lelaki plontos itu duduk tenang sejak pagi di kursinya. Ia terlihat menyimak apa yang sedang berlangsung di panggung inspirasi. Ia duduk di deretan kursi bagian belakang di ball room Hotel Aston pada hari pertama Festival Forum KTI VII. Walau penampilannya tak menyolok mata, lelaki itu menarik perhatian banyak orang yang hadir di ruangan besar itu.
Baca selengkapnya

Graphic Recorder, Profesi Kreatif Keren Abad Ini

Tanggal 17 – 18 November kemarin saya menghadiri Festival Forum KTI (Kawasan Timur Indonesia) yang diselenggarakan oleh BaKTI (Bursa Pengetahuan Kawasan Timur Indonesia) di Hotel Aston. Rencananya saya akan membuat tulisan berseri. Inilah bagian pembukanya.

Graphic recorder adalah salah satu profesi kreatif keren abad ini. Deni Rodendo, orang di foto ini, adalah pelopornya. Saya sudah beberapa kali melihat karyanya di televisi dan di Youtube. Pertama kali melihat orangnya pada acara ulang tahun BaKTI tahun 2014 lalu. Ketika itu Deni Rodendo tampil sebagai salah seorang inspirator yang menceritakan proses kreatif dan prosesnya memantapkan diri dalam bidang graphic recorder.
Baca selengkapnya

Lelaki Penjaga Alas Kaki

Masjid Nurul Mu’minin di jalan Urip Sumoharjo menjadi pilihan saya dan suami untuk melaksanakan shalat ashar. 

Tanggal 29 Oktober lalu saya diantar suami ke GOR Sudiang, untuk melaksanakan tugas meliput kompetisi bola basket LIMA – Liga Mahasiswa sore itu. Perjalanan kami cukup jauh karena sebelumnya saya harus mendatangi toko-toko di sebuah pusat perbelanjaan di sekitar pusat kota untuk melaksanakan tugas sebagai mystery shopper, baru kemudian melanjutkan perjalanan ke Sudiang, daerah pinggiran Makassar yang berbatasan dengan kabupaten Maros.
Baca selengkapnya

Henry, Kuli Panggul yang Dapat Seribuan Dollar Berkat Game Android Buatannya (2)

Tulisan ini merupakan sambungan dari tulisan sebelumnya (baca disini)

Terbata-bata, Henry bercerita mengenai perjuangan panjangnya di dunia game android. Mula-mula ia tak bisa membeli laptop. Namun berkat kerja kerasnya, Henry berhasil membeli laptop second seharga Rp. 800.000 dengan kapasitas RAM 1 GB. Kata kawan-kawannya di komunitas Android Developer Makassar mengatakan untuk membuat game yang spesifikasinya lebih canggih, Henry harus memakai komputer yang kapasitas RAM-nya minimal 4 GB.

Sakitnya tuh di mana-mana
Baca selengkapnya

Henry, Kuli Panggul yang Dapat Seribuan US Dollar Berkat Game Android Buatannya (1)

Saya hampir saja tidak mengikuti Community Gathering-nya Indosat karena berencana kopdar dengan teman-teman admin Blogger Reporter Indonesia (BRId) yang baru saja datang dari Jakarta pada sore hari tanggal 4 September itu. Untungnya pengundang juga berinisiatif mengundang teman-teman admin BRId dan mereka juga berkenan hadir di acara ini. 

Community Gathering ini diselenggarakan di gedung Indosat, jalan Slamet Riyadi. Di awal acara, pihak Indosat menawarkan hadirin untuk menggunakan ruangan tempat gathering tersebut sebagai tempat kumpul-kumpul komunitas. Gratis. Tanpa syarat. Tawaran yang menarik, sih. Sayangnya gedung ini posisinya terletak di salah satu ujung kota Makassar. Akses transportasi ada sih, tapi ribet bagi kita-kita yang tinggalnya di sisi timur kota.
Baca selengkapnya

No'i Inombi: Koki Keluarga Besar yang Sederhana dan Visioner

Tulisan ini diikutkan lomba Kisah #InspirasiIbu di fan page Facebook HIT Terinspirasi Ibu (ditulis tanggal 10 Juli)

Saya menyaksikan perkembangan kepribadian ke arah yang berkualitas dari kerabat satu ini sejak awal tahun 1990-an. Namanya No’i Inombi, lahir di sebuah kampung di kawasan Suwawa – Gorontalo, 43 tahun silam. Saya memanggilnya dengan sebutan “Kak No’i”. Ia perempuan yang punya prinsip dan tegas.
Baca selengkapnya

Haeriah Syamsuddin: Produktif Menulis Sembari Mengurus 5 Anak

Tulisan singkat ini menjadi salah satu pemenang hadiah voucher belanja Rp. 100.000 di fan page Facebook HIT Terinspirasi Ibu

Haeriah Syamsuddin. Perempuan bercadar ini selalu saja membuat saya salut. 

Bagaimana caranya ia bisa produktif menulis sembari mengurus kelima buah hatinya tanpa dibantu asisten rumah tangga? Tak kurang dari 4 buah buku solo karyanya telah diterbitkan oleh penerbit besar (yaitu: Para Abdullah di Sekitar Rasululah, Brain Game untuk Balita, Tiket ke Surga, dan yang terbaru – terbit 2015: Nabi Muhammad SAW the Real Motivator), ditambah belasan karya dalam bentuk antologi.
Baca selengkapnya

Catatan yang Tercecer dari Amazing Muslimah – Hug and Give (2)


Sesi yang paling ditunggu-tunggu adalah sesinya Peggy Melati Sukma. Penginisiasi gerakan Amazing Muslimah ini berhasil mengembangkan gerakan ini sampai ke 20 kota di 5 negara (Indonesia, Singapura, Hongkong, Amerika Serikat, dan Kanada). Insya Allah akan menyusul 5 negara lainnya (Bahrain, Kuwait, Belgia, Belanda, dan Perancis).

Peggy melati Sukma
Baca selengkapnya

Catatan yang Tercecer dari Amazing Muslimah – Hug and Give (1)

Beberapa hari yang lalu saya posting tulisan tentang kegiatan Amazing Muslimah – Hug and Give yang saya hadiri bersama teman-teman IIDN Makassar (baca di sini). Acara ini diinisiasi oleh Peggy Melati Sukma dan sudah berlangsung di beberapa kota di Indonesia dan di beberapa negara lain.

Acara yang berlangsung tanggal 1 Maret itu baru bisa saya kerjakan reportasenya beberapa hari ini karena berbagai kendala. Mudah-mudahan besok-besok bisa lebih lancar lagi saya ngeblognya.

Di postingan ini saya mau menuliskan beberapa hal yang tercecer, yang belum saya tuliskan di tulisan terdahulu.
Baca selengkapnya

Belajar dari Sroedji dan Rukmini

Saya tak akan jatuh cinta pada sosok pasangan suami – istri Sroedji – Rukmini jika tak membaca novel Sang Patriot – Sebuah Epos Kepahlawanan yang ditulis oleh cucunya – Kak Irma Devita. Kak Irma berhasil menuangkan episode penting dalam kisah hidup kakek dan neneknya ke dalam bacaan yang mudah dicerna dan sarat nilai edukasi dan sejarah.

Jalan kehidupan yang berliku ditempuh oleh Sroedji, sejak kecil hingga wafatnya sangat layak dijadikan teladan bagi bangsa ini di tengah kemerosotan nilai-nilai moral yang terjadi di mana-mana.

Rukmini – sang istri, mendampingi Sroedji dengan tegar. Rukmini tidak seperti perempuan kebanyakan. Ia sangat cerdas dan baik hati sehingga mampu menjadi partner selayaknya “rekan kerja” bagi suaminya dalam mengarungi bahtera rumah tangga, pun dalam posisinya sebagai warga negara yang tenaga dan pikirannya dibutuhkan untuk memenangkan perjuangan kemerdekaan.
Baca selengkapnya

Suatu Hari Nanti, Yah

Ayah,

Segala puji bagi Allah yang mengaruniakan kesehatan padamu hingga di usia yang menjelang 74 tahun ini dirimu masih cukup bugar melakukan shalat 5 waktu di masjid dekat rumah dan melakukan berbagai aktivitas.

Tak pernah sekali pun kudengar dirimu mengeluh bila sedang tak enak badan. Tak pernah. Padahal sesekali kakimu sakit jika asam urat atau kolesterol di tubuhmu meningkat kadarnya. Mungkin karena engkau mampu untuk selalu mengontrol kesehatan diri dan mencari sendiri obatnya, baik herbal maupun medis.  Maklum saja, dirimu dulu pernah menjadi kepala apotek di sebuah rumah sakit. Hingga kini, ilmu farmasi itu masih melekat di benakmu yang tak terserang penyakit pikun.

Tapi sesekali saja sakit menyerangmu karena setelah itu kadarnya akan normal kembali dan dirimu pun beraktivitas seperti biasa kembali. Ah, ataukah tetap ada rasa sakit tapi kau tahan? Karena asam urat kan merasuk ke dalam sel-sel tubuh, membuat persendian dan tulang-tulang terasa kaku? Tak pernah kutahu yang sebenarnya, Ayah, karena kau tak pernah mengeluh sekali pun. Tak pernah.
Baca selengkapnya