Tampilkan posting dengan label Kuliner. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label Kuliner. Tampilkan semua posting

Sophie’s Cake: Nikmatnya Sensasi Rasa Permen Buah dan Cokelat

Sesekali berbuka puasa ala anti mainstream, ah. Kali ini pakai kue ulang tahun. Namanya simple saja: SOPHIE’S CAKE. Nur Hidayah, pemilik Sophie’s Cake tergabung dalam CCBC (Celebes Cooking and Baking Community), sebuah komunitas di Makassar. Informasi mengenai Sophie’s Cake saya peroleh dari CCBC.
Baca selengkapnya

7 Keistimewaan Masakini Food and Gallery

Masakini Food and Gallery nama bangunan itu. Sudah sering saya lewat di depannya dan mengagumi bangunannya namun baru pada saat itu saya masuk di dalamnya. Pada tanggal 13 Mei lalu, saya bersama kawan-kawan Kelas MAM (Makkunraina Anging Mammiri) datang ke sana untuk sebuah acara. Kelas MAM adalah kelas belajar khusus blogger perempuan yang tergabung dalam komunitas blogger Anging Mammiri.
Baca selengkapnya

Sensasi Rasa Budapest Kiwi dari Doubleyoucakes

Ternyata sudah sekira 7 tahun kue dengan nama ibu kota Hungaria ini (Budapest) booming di Indonesia. Kalau tak mengenal Winarni – owner Doubleyoucakes, sampai sekarang saya mungkin belum mengenal Budapest.

Sewaktu kopdar (kopi darat) IIDN Makassar pada bulan November lalu di Regus (sebuah coworking space ala hotel kantor di Graha Pena lantai 5), salah seorang kawan membawa Budapest buatan Inar – begitu saya biasa menyapa ibu dua anak ini. Saat itulah kali pertama saya mengetahui ada kue bernama Budapest. Maklum, mamak kudet (kurang update). Teman-teman mengatakan bahwa kue buatan Inar itu enak. Sedangkan saya ... tak kebagian sepotong pun. Yaah, namanya bukan rezeki ya begitu itu. Meski mupeng berat tapi maksud hati tak kesampaian.
Baca selengkapnya

Oreo Blast Makassar Baklave, Oleh-Oleh Khas Makassar yang Sungguh Terlalu

Ada satu jenis biskuit yang warnanya teramat gelap. Biskuit itu sering dimodifikasi menjadi berbagai bentuk minuman dan makanan. Menjadi sajian khusus di kafe-kafe di negeri ini. Juga menjadi bahan baku resep-resep andalan yang ditayangkan di stasiun-stasiun televisi. Mulanya biskuit itu ngetop dengan cara makannya yang tak biasa. Yaitu dengan “dijilat”, “diputar”, dan “dicelupin”. Sewaktu masih duduk di bangku sekolah dasar, putra sulung saya pernah minta dibuatkan minuman yang bahannya bersumber dari biskuit ini. Enak juga ternyata. Kini, setelah sekian tahun berlalu saya menemuinya lagi di sini ....
Baca selengkapnya

Satu Kemasan Bakmi Mewah untuk Seisi Rumah

Seperti anak-anak lain di Indonesia, anak-anak saya suka sekali makan mie. Biasanya pula, jika dikreasikan atau diolah dengan cara berbeda, mereka tetap suka. Jangankan anak-anak, ya, orang dewasa saja suka dengan mie. Mie jadi kuliner umum di Indonesia yang disukai semua kalangan dan usia. Mie instan pun selalu saja jadi salah satu barang yang paling laku, mulai dari super market besar sampai warung kecil di dalam gang.
Baca selengkapnya

Ricky Harun dan Bosangnya

Awan mendung makin sering menggantung di langit kota Makassar selama penghujung tahun ini. Alhamdulillah saat ke Mal Ratu Indah (MaRI) pada siang hari tanggal 18 Desember lalu, hujan sedang terhenti sesaat. Di area Arcade sudah banyak orang berkumpul di sekitar panggung tempat berlangsungnya Soft Opening Bosang Makassar.
Baca selengkapnya

Fabya, Abon Ikan Lezat Tanpa 3P Buatan

Bajabu. Orang Bugis pasti tahu jenis makanan satu ini. Dibuat dari ikan (biasanya ikan berukuran besar, seperti ikan tuna) yang disuwir halus. Dimasak dengan santan sampai kering, hingga jadi abon. Harus sabar memasaknya karena prosesnya lama sekali, bisa makan waktu hingga 5 jam! Rasanya sedaaap. Konon bajabu dulu dibawa orang-orang Bugis untuk pergi merantau.
Baca selengkapnya

Anggaplah Ini Sate, Ya Nak

Dari dulu saya tak pernah masak daging karena saya dan suami tak suka memakan daging-dagingan. Terlebih lagi sekarang, kami tak makan daging-dagingan lagi kecuali ikan. Anak-anak pun biasanya tak suka makan daging. Kalau ada daging mentah, biasanya saya berikan kepada orang lain. Hingga tiba-tiba suatu hari si sulung Affiq menyatakan pintanya, “Ma, mau makan sate!”

Daging sapi mentah yang tadinya hendak diberikan kepada orang lain, urung berpindah tangan. Dipikir-pikir, kasihan juga kalau Affiq lagi pengen sekali makan sate tapi saya tidak mengusahakannya. Kalau beli, mesti beli banyak kalau mau puas menikmatinya. Kali ini, ada bahan mentahnya, tinggal diolah. Masak harus beli lagi? Tapi kalau masak sendiri, ‘kan ribet? Harus membuat bumbu sate, harus mencari daun pepaya atau buah nanas untuk mengempukkan daging, dan mengolah daging dalam waktu yang lama. Di mana mencari daun pepaya? Kalau mau beli nanas, harus ke pasar Terong dulu. Beuh, sungguh sebuah perjuangan.
Baca selengkapnya