PR Sekolah Dasar - Pengalaman Jadul Tak Terlupakan

Sumber:
http://totallyjumping.blogspot.com
PR Sekolah Dasar
PR blog ini mengkhususkan kejadian sewaktu masih Sekolah Dasar. Berawal dari blognya kang MT yang memulai kembali kegiatan mengerjakan PR blog yang sudah lama tidak diadakan lagi oleh para blogger dengan niat menjalin silaturahim dan update blog. Dan kemudian saya mendapatkan PR ini dari seorang ibu muda doyan ngeblog yang akrab disapa dengan mama Rani yang tinggal di kota Makassar.
Mulanya saya kaget juga .. wah berani-beraninya adek satu ini ngasih PR buat saya he he he. Tapi setelah saya baca baik-baik, saya jadi mendapatkan ide baru untuk blog saya dari situ. Dan satu penghargaan bagi saya karena mama Rani ini menuliskan link blog saya di tulisannya. Buat saya ini sangat berarti karena menjadi sebuah tambahan back link bagi saya. Selain itu, terbuka kemungkinan saya bisa ikut bersilaturahim dengan blogger lain yang saya belum kenal J.

Flashback

            Saat tamat TK, usia saya enam tahun lebih dua bulan. Saya sangat tidak sabar menunggu saat untuk masuk SD ketika tiba-tiba pada suatu hari ibu saya berkata, “Niar, bagaimana ... katanya umurmu tidak cukup untuk masuk SD, belum cukup tujuh tahun. Apa Kamu sekolah di TK saja lagi?”
            Saya menjawab hal yang dikatakan ibu saya itu dengan gelengan keras nan mantap disertai kata, “Tidak.” Saya membayangkan, sekolah kembali di TK? Bermain dengan permainan yang itu-itu lagi, bertemu dengan kawan-kawan yang itu-itu lagi? Saya sudah bosan. Saya ingin sekali segera masuk SD.
            Ibu saya pun menuruti keinginan saya dengan mengurus secara lebih intensif kepada pihak sekolah agar saya bisa diterima. Eits, jangan salah ya, ibu saya tak mengeluarkan uang sepeser pun hingga akhirnya saya diterima di kelas 1-2 (baca: satu dua) di SD Negeri Kompleks Mangkura, Makassar. Belakangan baru saya tahu, tak sedikit kawan-kawan saya yang berhasil masuk SD itu sedangkan umurnya masih 6 tahun.
            SDN Kompleks Mangkura terdiri atas banyak kelas. Kelas 1 sampai dengan kelas 6, masing-masing ada delapan kelas dan siswa tiap kelas mencapai 60-an orang anak. Ramai ya? Saya masih ingat jumlah siswa di kelas saya pernah mencapai 62 orang dan pernah pula sampai 64 orang.
            Kalau pelajaran belum mulai, atau guru sedang keluar kelas gaduhnya minta ampun. Seperti ada seribu gerombolan lebah bersuara secara bersamaan !
           
Guru Favorit

            Guru favorit saya adalah guru kelas 2 (ibu Retno), kelas 4 (ibu Andi Bunga), dan kelas 6 (ibu Elisabeth Melaha).
            Mereka ibu-ibu guru yang kalem, tidak pernah marah. Dan suatu kebetulan yang sangat berarti, di jenjang kelas-kelas tersebut saya meraih predikat juara kelas (ehm J).

Guru Killer

            Guru galak adalah guru kelas 3 SD (sudah almarhumah). Juga guru kelas 5 SD. Guru agama Islam saat kelas 1 SD agak galak juga, kalau ada anak yang tak menghafal do’a maka siap-siaplah merelakan perutnya untuk dicubit he he he.
            Saya rada-rada takut sama guru olahraga, namanya pak Bonay. Beliau baik dan ramah sekali sama teman-teman perempuan yang bongsor, tinggi semampai aduhai sementara dengan orang biasa macam diri saya beliau seakan memasang pagar kawat.

Teman Bolos

            Bolos? No way! Saya anak yang penurut, tidak mengenal kata bolos waktu SD. Apa ada anak yang sudah mulai bolos waktu SD-nya? Nakal amat yak?

Teman Berantem

            Teman berantem? Saya tidak punya teman berantem. Hanya saja dulu, saya galak. Kalau saya tak suka ada yang nakal, saya bisa mencubit teman saya. Pernah saya mencubit teman saya yang namanya Saleh di kelas 2 SD. Kebiasaan ini berlanjut hingga SMA lho, kelas 1 SMA saya beberapa kali mencubit teman lelaki he he he.
            Eh, saya pernah hampir berkelahi lho di kelas 5 SD. Kejadiannya lucu. Saya lupa persis bagaimana awalnya, tiba-tiba saja saat pulang sekolah di suatu sore (waktu itu giliran masuk sore), saya sedang berada di pekarangan sekolah mulai dikerubuti anak-anak. Sebagian dari mereka adalah teman-teman kelas adik saya Mirna yang duduk di kelas 4.
            Ada suara-suara seolah sedang menyemangati dua orang yang akan berkelahi. Dan di sudut lawan ada Candra, seorang anak laki-laki kawan kelas Mirna. Terus terang nyali saya ciut. Bagaimana kalau anak itu benar-benar memukul saya? Apalah daya saya. Saya sama sekali tidak tahu berkelahi model anak lelaki. Biasanya sehari-hari saya hanya berkelahi dengan Mirna, perkelahian khas anak-anak perempuan rumahan.
            Terlihat wajah Candra pias, rupanya ia pun gugup. Dan arena yang mulai terbentuk itu tak jadi mempertontonkan perkelahian kami. He he he.
            Sedikit flash back, Candra ini suka mengganggu Mirna. Saya lupa persisnya bagaimana, kalau tak salah ada yang bilang hendak mengadukan perbuatannya kepada kakak Mirna (yaitu saya). Dan tiba-tiba terjadilah peristiwa itu.

Jajanan Makanan/Minuman Favorit

            Uang jajan saya kelas 1 SD adalah Rp. 10 (wah kebayang ya umur saya? He he he). Waktu itu kerupuk harga Rp. 5/bungkus saja sudah enak. Begitu pun kerupuk yang harga Rp. 10/bungkus. Waktu itu jajanan yang umum adalah kerupuk.Beberapa tahun kemudian, uang jajan saya naik menjadi Rp. 50 seiring dengan naiknya harga makanan.

Jajanan Mainan Favorit

            Yang menarik waktu SD adalah penjual ‘halus manis’. Apa yah bahasa Indonesia umumnya. Kalau di Makassar, jajanan ini dikenal dengan nama ‘halus manis’ itu. Penjualnya menggunakan sepeda. Ia membawa aneka macam barang selain halus manis yang dijajakannya.
            Di bagian belakang sepedanya ada kotak kayu agak tebal. Kotak itu terdiri atas bilik-bilik super mungil yang ditutup kertas kopi. Setiap pembeli halus manis, mendapat kesempatan untuk menusuk salah satu bilik tertutup kertas berwarna cokelat itu dan mencari gulungan kertas kecil yang ada di dalamnya. Gulungan kertas itu berisi tulisan aneka barang bonus dari membeli halus manis. Yang paling banyak adalah buku teks lagu-lagu orang dewasa yang lagi popeler saat itu, seperti lagu-lagu Helen Sparingga, Pance Pondaag, dan Iyut Bing Slamet. Kalau tidak salah ingat harga halus manis-nya waktu itu Rp. 25.

Sepatu Favorit

            Sepatu favorit kala itu buat anak-anak ‘menengah’ macam saya adalah sepatu Bata. Saya hanya memiliki satu sepatu setiap periode sekolah J

Tas Favorit

            Tas favorit waktu kelas 1 – 4 SD adalah tas koper merek President. Tas itu multi fungsi. Selain berisi buku-buku dan perlengkapan pelajaran, juga bisa dijadikan penghalang di antara teman-teman sebangku saat ulangan, supaya tidak saling nyontek. Jadi, tas itu diletakkan dalam posisi berdiri di antara kami.
            Demikian kisah saya waktu masih SD. Berdasarkan tradisi yang terjadi sebelumnya di kalangan blogger-blogger senior, saya boleh memberikan PR kepada sesama blogger yang belum mendapatkannya sebagai salah satu bentuk silaturahim antara sesama blogger. Kepada rekan blogger yang saya harap sudi mengerjakan PR ini, berarti saya menghargai anda bukannya mau menambah beban anda. Saya berharap anda mau membagi kisah masa SD kepada kita semua. Mudah-mudahan silaturahim kita tetap terjaga selamanya.
Rekan-rekan blogger yang dengan kerendahan hati saya harap menuliskan kisah SD-nya adalah:
Saya tak memaksa anda mengerjakannya, setulusnya saja dari anda bagaimana. Anda yang memutuskan. Mohon maaf jika tak berkenan. Salam blogger.
Makassar, 6 November 2011


Share :

19 Komentar di "PR Sekolah Dasar - Pengalaman Jadul Tak Terlupakan"

  1. semangat...
    tunggu tulisan saya bunda :D

    BalasHapus
  2. Hi hi hi... Seru yaa Bund waktu sd nya : )

    BalasHapus
  3. trimakasih bunda :) . Insya Allah saya tulis sebagai posting selanjutnya :D

    BalasHapus
  4. Ternyata di sini juga lagi musim PR ya. Dan setelah Mbak Puteri kasih saya PR kenangan SMP, di sini ternyata kasih PR kenangan SD. Ok, ditunggu PR kenangan SMA nya. Hehehe....

    PR saya terima dan insya Allah dikumpulkan secepatnya.

    BalasHapus
  5. @Ana:

    Itu seru Ana? Wah, padahal saya dulu tergolong kuper lho he he he

    BalasHapus
  6. @Chilvi:

    Terimakasih Chilvi. Harap saya dikabari yah.. :)

    BalasHapus
  7. @Abi Sabila:

    Alhamdulillah, Abi Sabila mau ikut meramaikan ajang per-PR-an ini (kacau bahasanya he he he). Terimakasih abi Sabila. Mohon dikabari yah kalau tulisannya sudah kelar :)

    BalasHapus
  8. huwaa.. ibu juga dapet PR ya?? :D
    terus akhir pertarungan dengan Candra?? :D

    BalasHapus
  9. Akhir pertarungan yah begitu deh .... maksudnya setelah yang saya tulis itu, krn Candra-nya pias, saya juga pias .. akhirnya bubar sendiri he he he.

    BalasHapus
  10. wah, masih banyak jumlah murid di kelas saya dong,kakak..hehehe

    sip!
    PRnya bagus dah~

    BalasHapus
  11. wah keren dikerjain juga PRnya. Oh ya, ingat sepatu Bata, jadi ingat masa kecil sering sekali melewati "pabriknya" di bilangan Kalibata.
    sekarang masih adakah?

    BalasHapus
  12. Hi bunda, aku udah kerjain nih tugasnya ^^

    http://chilvilibra.blogspot.com/2011/11/pr-sekolah-dasar.html

    BalasHapus
  13. @Mama Rani:
    Astaga, sekelas di atas 64 orang? Saya kira kelasku yang pegang rekor :D

    BalasHapus
  14. @ Kang MT :

    Wah ini nih biangnya ... he he he ...
    Tapi bagus juga kang, ada ide buat nulis. Kebetulan belum pernah nulis pengalaman SD :D
    Salam kenal yah :)

    BalasHapus
  15. @Chilfia

    Terimakasih ikut berpartisipasi yah :)
    Saya sudah ninggalin komen di blog Chilfi ...

    BalasHapus
  16. Wah di Zaman mama duit rp.10,- masih berlaku yah wah wah wah aku sempat liat aja belum hihihi, dulu waktu aku SD adanya duit Rp.25,- n punya jajan Rp.100 dah bisa beli banyak jajanan, jauh bgt yah mam perbandingannya ama yang sekarang hehehe....

    oya, Blog mama aku follow yah, follow balik yah mam....Tq :)

    BalasHapus
  17. @Lily:
    Hi hi hi ketahuan umurnya yah ?
    Ok ... meluncur ke blog Lily yah

    BalasHapus
  18. waah sepatu Bata..ada juga yang Kasogi...kalau sobek beli lagi..hihi...seru banget bund...

    BalasHapus
  19. @Fajarembun:
    Iya betul ... Kasogi saya pakai sejak SMP. Adik2 saya juga. Tapi lumayan tahan lama lho Kasogi saya, Mas :)

    BalasHapus

Untuk saat ini kotak komentar saya moderasi karena banyaknya komen spam yang masuk. Silakan tinggalkan komentar ya. Komentar Anda akan sangat berarti bagi saya. Tapi komentar yang kasar dan spam akan saya hapus ya ^__^